Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
71


__ADS_3

Seminggu berlalu, semua keperluan Ryan telah diurus baik oleh Dave. Dave telah mengurus surat kepindahan sekolah Ryan ke kota. Dan Eryna sudah memberikan pengertian kepada Ryan dan syukurlah Ryan menerima semuanya, apalagi saat Eryna mengatakan jika Dave ingin meminta maaf kepada Jasmin, dan mau mempertemukan Jasmin kepada Ryan. Sungguh Ryan sudah tidak sabar menunggu hari itu, hari dimana ia akan bertemu dengan sang ibu tercinta.


"Aunty Tyas .." teriak Ryan sambil lari kearah Tyas. "Aunty, Ryan rindu" ucapnya saat didalam pelukan Tyas.


"Aunty juga sayang"


"Aunty." Ryan melepas pelukannya dan tengadahkan wajahnya melihat Tyas. "Aku ingin menemui ibu" ucapnya dengan bahagia, namun matanya berkaca-kaca.


"Hey kok sedih? Katanya ingin bertemu dengan ibu?" Tyas menghapus air mata yang menetes tanpa diminta di pipi Ryan.


"Aunty." Ryan memeluk tubuh Tyas kembali. "Apa ibu baik-baik saja selama tidak bersamaku? Apa ibu rindu juga padaku? Apa ibu bisa tidur tanpa diriku? Apa ibu masih menyanyangiku? Apa ..." Ryan tak sanggup lagi meneruskan ucapannya karna tangisnya yang sudah pecah. Pertanyaan itu terus saja menghantui Ryan setiap harinya. Ryan sangat takut, jika ibunya tidak bisa makan, dan tidur tanpa dirinya. Dan yang paling Ryan takutkan saat ini, apakah ibunya telah berubah? Apakah ibunya masih merindukannya? Apakah ibunya juga masih menyayanginya.


"Huaaa, hikkksss,hikksss," Ryan menangis membuat Tyas juga ikut bersedih sampai meneteskan air matanya.


Dave yang melihat Ryan seperti itu merasa terharu. Dan Eryna pun ikut menangis dan memeluk tubuh sang suami.

__ADS_1


"Sayang, aku tidak bisa membayangkan jika Mika, putri kita seperti ini." Ucapnya sambil terisak. Will mengusap lembut pundak bekakang Eryna.


"Sayang percayalah pada aunty." Tyas mengusap lembut pundak Ryan. "Ibumu sangat-sangat merindukan dirimu, lebih dari kau merindukannya. Dan ibumu sangat-sangat menyanyangimu lebih dari apapun yang kau tahu" Tyas mengatakan hal itu sambil mengusap air matanya. "Jadi hapus air matamu, saat bertemu ibu kau harus tersenyum agar ibumu juga ikut tersenyum dan bangga bisa memiliki anak yang luar biasa kuatnya" kata Tyas sambil melepas pelukannya dan mengusap air mata di wajah Ryan.


"Janji pada aunty, jadilah anak yang bisa ibumu banggakan" Tyas menikkan jari kelingkingnya.


"Janji" jawab Ryan lalu menautkan jari kelingkingnya ke jari Tyas


"Ryan ayo sayang." Ajak Eryan agar Ryan segera masuk kedalam mobil. Dan Ryan pun menurut.


Tyas berjalan menghampiri Dave. "Aku mohon padamu, jangan sakiti Jasmin lagi. Dan kumohon padamu jangan pisahkan mereka berdua lagi. Mereka memang bukan ibu dan anak kandung, tapi cinta Jasmin kepada Ryan sangatlah tulus"


"Jangan minta maaf padaku, tapi minta maaflah pada Jasmin. Dan pintaku, tolong jangan lagi ada kata-kata yang kelak akan membuat Jasmin sakit hati."


"Aku janji itu tidak akan terjadi lagi."

__ADS_1


...🍃🍃🍃🍃...


"Aku berharap masih ada harapan, walau hanya sebatas biji beras. Aku datang dengan niat yang baik. Aku punya harapan tinggi, dan berharap kau mau memaafkan ku dan menerimaku kembali hadir dihari-harimu. Mengisi waktumu, saling berbagi tawa, saling mengisi waktu. Berbagi cerita tentang anak kita kelak atau tentang apa pun itu. Menua bersamamu hingga ajal memisahkan. Itu inginku saat ini." DAVE


Dengan penuh semangat Dave mengendarai mobilnya. Sesekali melirik kesamping kiri, memperhatikan Ryan yang juga begitu semangat ingin bertemu dengan sang ibu.


"Kau siap?" tanya Dave pada Ryan.


"Tentu Dad."


(jangan bangga dulu Dave, Reader pada ngamuk, pengen lihat penyesalan dan air mata kamu dulu, jadi autor mau berhalu ria dulu mau buat kamu nangis sejadi-jadinya) hahahahah ketawa jahat dulu gaaeeeeessss🤣🤣🤣🤣


Lanjut aku jawab pertanyaan Reader


R : autor nanya ... kalau lagi nulis mewek juga ngak?

__ADS_1


A : jujur yah, autor klo nulis di aplikasi ngak mewek. tapi ... sebelum autor nulis di Aplikasi autor punya buku catatan, jadi klo autor punya inspirasi atur tulis dibuku itu, dan jujur autor juga ikut mewek🤣🤣🤣🤣.


Ayoo siapa lagi yg mau nanya ttg autor. mumpung autor baik hati, bakalan autor jawab semuanya🤭


__ADS_2