
Pria tampan itu berdiri dengan kedua tangan di atas dada sambil menatap Rosa keluar dari mall.
Rosa dikejutkan dengan kedatangan suaminya yang sedang berdiri memandangnya
dengan senyuman tampannya itu
Rosa langsung tersenyum sambil berjalan menghampirinya sedangkan putranya itu langsung berteriak memanggil papa dari pangkuan Rosa
"papa, papa" teriak Rey sambil mengulurkan kedua tangan kecilnya itu.
"halo, jagoan papa udah besar ya,, "kata Rehan sambil mengangkat tubuh kecilnya itu.
"kenapa Mas datang gak kasih kabar? "tanya Rosa langsung ngambek.
"sayang, tadinya Mas ingin kasih kamu kejutan "kata Rehan sambil memberikan sebuah kotak
"ini apa ya Mas? "tanya Rosa sambil membuka kotaknya
kedua bola matanya melotot saat menatap kotaknya berisi
sebuah Handphone yang sangat mahal, Rosa langsung tersenyum sambil mengecup Rehan berulang-ulang di depan orang orang, Aldo hanya tersenyum dari dalam mobil sambil menatapnya.
"Rosa, kamu suka gak sama Handphone nya?tanya Rehan menatapnya
"ia Mas, aku suka banget "jawab Rosa tersenyum
"ya udah, kita pulang yuk, "kata Rehan sambil masuk kedalam mobil
sampainya di rumah mereka langsung masuk kedalam Rumah
sedangkan Aldo memilih untuk kembali kerumahnya
Bu Vivi tersenyum sambil menatap mereka bertiga berjalan menghampirinya keruang tamu
"kamu udah pulang sayang?" tanya Bu Vivi tersenyum
"udah mah, "jawab Rehan sambil mencium tangan Bu Vivi
"Mah, aku ke kamar dulu, aku lagi cape "kata Rehan sambil berjalan ke lantai atas
sampainya dikamar Rehan langsung berbaring di atas Ranjang bersama Rosa dan juga putranya itu
jam menunjukkan pukul 04:00 sore Rosa langsung bangun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi bersama Refaldi
Mereka mandi sambil bermain di dalam bath up, disaat Rehan bangun dia mendengar suara putranya sedang terbahak bahak
didalam kamar mandi. dengan rasa penasaran Rehan langsung berjalan menghampirinya.
"Mas, ayo mandi " kata Rosa mengajaknya
__ADS_1
Rehan langsung melepaskan pakaiannya dan mandi dibawah shower, setelah mereka siap mandi mereka langsung berpakaian dan pergi ke sebuah Restoran untuk makan malam.
sampainya di restoran mereka langsung duduk sambil memesan makanan. tiba-tiba Rehan menatap Jesika sedang makan bersama Dion di tempat itu.
mata Rehan terbelalak saat menatap Dion menyuapi Jesika saat makan, Rehan langsung memotret mereka berdua kemudian Rehan berjalan menghampirinya dengan bertepuk tangan sambil Berkata.
"Jesika, ternyata saya tidak salah menilai kamu selama ini "kata Rehan menatapnya.
saat mendengar perkataan Rehan, Jesika langsung berdiri menatapnya karena sudah tercyduk selingkuh.
"Rehan, saya sama Dion hanya sebatas teman"kata Jesika dengan gugup.
"Jesika, mata aku tidak buta saat menatap Dion menyuapi kamu saat makan "kata Rehan menatapnya dengan tajam.
"Mas, kamu itu udah salah paham"ucap Jesika menutupinya.
"Jesika, aku sudah punya bukti"kata Rehan sambil menunjukkan poto mereka dari ponsel Rehan .
kedua bola mata Jesika langsung melotot saat menatapnya, dengan Rasa ketakutan bercampur rasa malu Jesika langsung pergi meninggalkan Dion.
Dion langsung berteriak sambil berlari mengejar Jesika yang sedang mengendarai mobilnya, sedangkan Rosa hanya diam sambil menatap Jesika dan Dion saat pergi. Kemudian Rehan berjalan menghampiri Rosa yang sedang berdiri menatapnya.
"sayang, Mas sudah punya bukti yang kuat kalo Jesika itu selingkuh "kata Rehan sambil duduk di kursi itu.
"Mas, terus Poto itu mau diapain? "tanya Rosa menatapnya
"sayang, poto ini akan Mas tunjukkan kepada Papa? " kata Rehan sambil melanjutkan makan
"loh, kenapa sayang? "tanya Rehan
"kasihan dia Mas, mungkin Jesika itu selingkuh karena kamu udah Nikah lagi dengan saya"kata Rosa menatapnya.
"Rosa, Jesika itu wanita licik, dia itu hanya menguras harta papa"kata Rehan
"terserah kamu aja Mas,"kata Rosa sambil makan
"Rosa, Mas hanya ingin tau anak Jesika itu sebenarnya anak siapa dan aku sama sekali gak pernah menyentuh Jesika "kata Rehan menatapnya.
setelah mereka siap makan Rehan memilih untuk pergi ke rumah Pak Hardi, setelah sampai di rumah Rehan langsung menunjukkan foto-foto Jesika saat bersama Dion waktu di restoran itu.
kedua bola mata Pak Hardi langsung melotot saat menatapnya, sedangkan Jesika hanya diam sambil berdiri saat hendak menuju keluar
"Jesika, siapa pria itu? "tanya Pak Hardi menatapnya dengan tajam
"papa, dia itu Dion teman saya waktu kuliah "kata Jesika menutupinya.
"sekali lagi papa mau bertanya, siapa pria itu ada hubungan apa kamu dengan dia? "tanya Pak Hardi dengan marah
karena Jesika hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya
__ADS_1
Pak Hardi langsung berjalan menghampirinya dan berkata.
"Jesika, papa sangat kecewa dengan kamu " kata Pak Hardi langsung pergi ke lantai atas.
dengan merasa kesal dibumbui rasa malu jesika pergi menuju rumah orangtuanya sambil melirik Rosa dengan mata sinis nya itu.sampainya di rumah orangtuanya , Jesika langsung menangis di pelukan ibunya wanita galak itu
"Jesika kamu itu kenapa "tanya bu soraya menatapnya
"mah, Rehan udah bikin semuanya kacau "kata Jesika menangis di pelukan bu Soraya.
"mama gak ngerti,sayang"kata Bu Soraya
"Rehan, udah nuduh aku selingkuh didepan papa mertua aku " kata Jesika
"sudah, kamu tidak usah menangis. kamu itu bukan perempuan kotor seperti Rosa"
ucap Bu Soraya menenangkan hati Jesika.
Bu Soraya yang begitu sangat membela Jesika tidak tau kalo Jesika adalah wanita jahat dan licik. dengan sangat emosi Bu Soraya langsung mengangkat ponselnya dan menelpon Pak Hardi.
(halo,) kata Bu Soraya
( halo, ada apa Bu Soraya?) tanya Pak Hardi dengan santai
(Pak Hardi, berani-beraninya anak kamu menuduh putri saya selingkuh dengan pria lain) Bu Soraya dengan emosi
(Anak saya punya bukti tentang Jesika) kata Pak Hardi
(Mana bukti nya, mana?) tanya Bu Soraya dengan marah
(baiklah, besok saya akan tunjukkan)kata Pak Hardi langsung memutus sambungan teleponnya.
dengan sangat emosi, Bu Soraya langsung menatap Jesika dengan tatapan tajam dan berkata.
"Jesika, apa kamu gak bohong sama ibu? "tanya Bu soraya dengan rasa curiga.
"mama, untuk apa aku bohong? aku hanya mencintai Rehan "jawabnya sambil menangis.
"baiklah, nanti akan saya bicarakan dengan papa "kata Bu Soraya menatapnya.
setelah beberapa menit Jesika langsung mengangkat ponselnya dan menelpon Rani pengasuh anaknya itu.
(halo, Rani)
( halo, ada apa non?)
( tolong kamu antar Andre kerumah mama ya) kata Jesika
( Baik non,) jawap Rani langsung memutus sambungan teleponnya.
__ADS_1
setelah beberapa jam saat Rani sudah sampai di rumah Pak Rudi
Rani langsung masuk kedalam rumah dan menginap dirumah Pak Rudi untuk beberapa hari bersama Jesika.