Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
55


__ADS_3

Dua hari berlalu, semenjak kejadian dimana Dave memaki Jasmin dengan kata-kata kasar nya. Jasmin tak juga memberi uang kepada Dave sehingga Dave berpikiran jika Jasmin memang tidak memiliki uang, dan mungkin belum dapat mangsa di luar sana untuk di peras uang nya. Sehingga membuat Dave semakin membeci Jasmin. Dan tanpa Dave ketahui, selama dua hari ini Jasmin sibuk menghubungi sepupunya, dan Jasmin sengaja mengulur waktunya karna ia berlama sebentar lagi dengan Ryan. Ia ingin memeluk tubuh Ryan lebih lama.


Malam harinya, setelah selesai dengan semua aktifitas nya mengurus makanan Ryan dan menidurkan Ryan. Kini Jasmin tengah sibuk memainkan ponsel nya sambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


"Mencari mangsa?" Ucap Dave membuat Jasmin menatap nya dengan tatapan marah


"Apa maksudmu?" Tanya balik Jasmin.


"Kau bilang ingin mengganti uang itu 10x lipat, lalu mana? Atau jangan-jangan kau belum bisa mendapat pria kaya di luar sana?"


Jasmin berdiri, lalu mendekat ke arah Dave.


"Bisa tidak! Sekali saja kau lembut berbicara padaku? Bisa tidak! Kau melihat ketulusan ku merawar anak mu? Bisa tidak! Sedikit saja kau melihat betapa tulusnya aku merawat mu selama aku disini." Ucap Jasmin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Kau tahu, kau pria terjahat yang pernah aku temui. Kau sangat tega menghancurkan hatiku dengan ucapan kasarmu. Kau tahu sendiri bukan, jika yang mengambil perawanku adalah dirimu? Lalu kenapa kau selalu menuduhku dengan hal yang tak masuk akal."


"Tentu saja aku menuduhmu, karna kau rela menukar tubuhmu hanya demi uang, dan uang. Kau tak ada bedanya dengan wanita ja*lang di luar sana."


Plakkk. Jasmin menampar pipi Dave. "Kau tak tahu, uang itu untuk apa. Dan kau tak perlu tahu, karna jika kau tahu aku yakin kau akan menyesal telah menghinaku." Ucap nya lalu meninggalkan Dave yang mematung mendengar ucapan Jasmin.

__ADS_1


"Menyesal?" Gumam Dave. "Untuk apa aku menyesal."


Pagi hari saat Dave sudah bangun, dan selesai dengan semua aktifitasnya. Ia keluar dari rumah, melihat kesana kemari. Nampak rumah sepi tak ada Jasmin dan Ryan yang berada di meja makan. Hanya melihat Margaret seorang diri.


"Dimana Ryan?" Tanya Dave.


"Sudah pergi, sejak pagi."


"Pagi sekali dia kesekolah"


"Entahlah, aku hanya melihat wanita itu mengantarnya."


...🍃🍃🍃🍃...


Jasmin membuka pintu, lalu masuk kedalam bersama dengan Ryan. "Ibu hanya ingin bersama dengan mu."


"Bukan kah kita selalu bersama di rumah dady?"


Jasmin tersenyum lalu duduk di hadapan Ryan. "Ibu hanya ingin berdua. Sebentar saja." Pinta Jasmin dan Ryan mengangguk, menginyakan permintaan ibunya.

__ADS_1


Tak terasa sore hari, Dave yang sudah beranjanh dari tempat duduknya ingin pulang, langsung kaget melihat Jasmin membuka pintu ruangan nya.


"Ini" kata Jasmin sambil menyerahkan 2 amplop di hadapan nya.


"Apa ini?" Tanya Dave saat melihat amplop di atas mejanya.


"Buka saja, dan lihat sendiri."


Dave membuka satu amplop dan melihat ada cek dengan nominal yang tertera disana. Jika Dave hitung, bukan 10x lipat uang yang dulu pernah Dave berikan untuk tubuh Jasmin. Namun lebih dari 10x lipat. Dave tersenyum bukan karna melihat nominal cek itu, namun ia tak menyangka jika Jasmin bisa berhasil mendapatkan pria kaya yang mau memberikan uang sebanyak itu padanya. Lalu Dave membuka amplop yang satu nya lagi. Ia membaca jika Jasmin mengajukan surat pengunduran dirnya dari perusahaan Dave.


"Jadi kau sudah menemukan pria kaya, jadi tidak mau bekerja lagi. Wao sungguh kamu luar biasa."


"Aku rasa utang ku sudah lunas. Jadi hak atas bayi yang aku kandung adalah milik ku, dan kau tak berhak atas bayi ku lagi."


"Hahahah, katakan pria mana yang telah kau peras?"


"Apa itu penting bagimu?" Tanya Jasmin membuat Dave mengepal tanganya. Entah kenapa Dave tak terima jika Jasmin bisa mendapat pria lain, bukan dirinya. Entah kenapa Dave tidak ingin jika sesuatu yang sudah menjadi miliknya di miliki oleh orang lain. "Ingat!! Pria ini lebih dari mu. Kau hanya ujung kuku, bagi pria ini."


Dave semakin marah dan menggebrak meja dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Aku harap kau tidak akan pernah mencariku lagi." Ucapnya lalu meninggalkan Dave dengan dengan penuh amarah.


Maaf yah kemarin autor ngak up doubel krn lagi kurang fit.🙏


__ADS_2