
Duaaarrrrr, bagai disambar petir dipagi hari. Tubuh Dave diam mematung mendengar ucapan Ryan tentang Jasmin. Menjual tubuhnya hanya untuk pengobatan anaknya, anaknya sendiri. Dan apa ini? Selama ini Dave telah salah paham tentang sosok Jasmin. Dan parahnya lagi, Dave selalu saja melontarkan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk diucapkan.
"Jangan percaya itu sayang" Margaret langsung memeluk lengan Dave yang terdiam mematung.
Eryna balik menoleh kearah Dave dan juga Margaret. "Dasar wanita iblis" teriaknya. "Asal kau tahu Dave, apa yang terlontar dari mulut anakmu itulah kebenaran nya, dan asal kau tahu Dave, kau orang yang paling bodo'h."
"Ryan .." panggil Dave melangkah ke Ryan, namun Ryan sembunyi dibalik Eryna sambil membenamkan kepalanya di belakang Eryna.
"Dady jahat, aku tidak ingin melihat Dady. Karna Dady ibuku jadi pergi, ibu pergi meninggalkan ku."
"Sayang .." Panggil Dave lagi, namun Ryan menggelengkan kepalanya, tanda ia tidak ingin melihat Dave.
"Stop Dave, jangan membuat Ryan makin membencimu." Cegah Eryna. "Ayo sayang kita pulang kerumah aunty." Ajak Eryna pada Ryan. "Dan kau!" Tunjuk Eryan pada Margaret sebelum melangkah pergi. "Sampai kapanpun, jangan pernah bermimpi untuk menjadi nyonya Dave, karna aku! Tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Meski kau ibu kandung Ryan, tapi kau tidak layak untuk menjadi ibu ataupun istri dari Dave."
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Eryna mengajak Ryan pergi dari sana. Eryan mengambil barang Ryan seperlunya.
"Aunty .." panggil Ryan menarik ujung baju Eryna yang kini tengah sibuk mengumpul buku pelajaran Ryan.
"Ada apa sayang?" Tanya Eryna.
"Ibuku bukan seperti yang ibu Margaret dan Dady katakan. Ibuku .. dia sangat baik, sangat baik, sangat baik. Hikss hikkss hikksss."
"Ibu .. aku rindu ibuku. Aku ingin ibu, aku mau bersama ibu." Ryan mengucap kata-kata itu dengan tersendat akibat tangisnya yang sangat mendalam.
Ryan sungguh tidak menyangka kepada Dave, yang percaya dengan ucapan Margaret dan menuduh Jasmin sebagai wanita bayaran. Bagi Ryan Jasmin adalah malaikatnya, dunianya. Ryan sungguh tidak terima dengan yang ia dengar tadi.
"Sayang, percayalah! Aunty sangat percaya padamu, aunty tahu ibumu adalah orang yang terbaik yang aunty kenal. Jadi berhentilah menangis, karna ibumu akan bersedih jika tahu anaknya sedang menangis." Eryna mengusap air mata di wajah Ryan lalu mengecup kening Ryan dan memeluknya. "Sekarang kita pulang kerumah aunty."
__ADS_1
"Ryan, sayang." Teriak Dave memanggil namun Ryan tak juga menoleh, Ryan sungguh sangat kecewa pada Dave.
"Dave tenangkan dirimu, jangan memaksa Ryan untuk memaafkanmu." Eryna menahan Dave agar tidak mendekat pada Ryan.
"Jangan ambil anakku." Bentak Margaret.
"Anak kau bilang? Apa aku tidak salah dengar? Aku tahu Ryan hanya kau gunakan sebagai alat untuk melanjutkan hubunganmu yang kandas bersama Dave. Dan aku tahu, Ryan hanya kau jadikan temeng mu untuk hidup lebih aman dan nyaman." Jelas Eryna. "Dasar wanita matre, kaulah yang pantas di sebut wanita bayaran." Lalu Eryna masuk kedalam mobil.
Selepas Eryna pergi, ponsel Dave berdering. Dave langsung menajwab panggilan tersebut, dan langsung terburu-buru pergi tanpa menghiraukan Margaret yang terus saja memanggilnya.
"Mau kemana dia?" tanya Margaret kesal karna apa yang ia rencanakan batal akibat Ryan yang datang tanpa diminta dan mengacaukan semuanya.
maaf kan autor, semalam promo. banyak yang komen phpðŸ¤ðŸ¤, sungguh autor minta maaf yah sayeng sayenggg nya autor😘😘😘
__ADS_1