Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
106


__ADS_3

Keesokan harinya. Jasmin pagi-pagi sekali sudah bersiap-siap untuk mengunjungi rumah Dave agar bisa bertemu dengan Ryan, namun kali ini Jasmin harus batal karna Mom Yoona memberikan pekerjaan, menyuruh Jasmin untuk membantunya membuat kue untuk Papi. Jasmin semakin curiga, jika semua orang seakan kompak agar tidak mempertemukan dirinya dengan Ryan.


Namun Jasmin hanya diam saja. Ia mengikuti perintah Mom nya. Dan setelah semua selesai, Jasmin pamit masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Dan saat keadaan aman menurut Jasmin. Jasmin pun mengendap-endap keluar agar tak ada yang mengetahui dirinya jika keluar dari rumah. Dan Jasmin pun berhasil, ia memberhentikan taxi dan bertujuan untuk ke sekolah Ryan, karna jam segini Ryan masih berada di sekolah.


Tak ada satupun orang yang berada di rumah tahu tentang kepergian Jasmin. Mereka hanya mengira jika saat ini Jasmin masih berada di dalam kamarnya.


Dan setelah beberapa saat, kini taxi yang Jasmin tumpangi telah sampai ke sokolah Ryan,. Jasmin buru-buru membayar ongkos, dan langsung membuka pintu dan keluar dari dalam taxi. Dengan berjalan cepat, Jasmin menuju kelas Ryan, namun belum sampai di kelas, Jasmim berpapasan dengan wali kelas Ryan.


"Bu Jasmin." Sapa sang wali kelas.


"Ibu. Apa Ryan masih belajar?" balas Jasmin dengan langsung menanyakan Ryan.


"Ryan???"


"Iya Bu, apa anakku masih belajar?" tanya Jasmin.

__ADS_1


"Maaf Bu, tapi anak ibu tidak masuk sekolah, sudah-," belum selesai wali kelas Ryan berucap, Jasmin langsung menyelah.


"Maaf Bu, kalau begitu saya pamit." kata Jasmin dan berlalu dari sekolah Ryan.


Dengan hati yang penuh kecemasan, Jasmin menggunakan taxi menuju ke kediaman Ryan. Hatinya tak menentu, kecemasa, khwatir akan keadaan Ryan, bercampur menjadi satu. "Apa yang terjadi padamu sayang?" Gumam Jasmin sambil mengaktifkan ponselnya dan menelpon Dave namun panggilannya tak juga di jawab oleh Dave. "Lihat saja, jika terjadi sesuatu pada anakku, aku tidak akan memaafkanmu" Gumamnya.


...🍃🍃🍃🍃...


"Apa?? Jasmin tidak berada dikamarnya?" Kaget Mom saat Tyas berkata jika Jasmin saat ini tidaj ada di dalam kamar.


"Tapi tadi Jasmin bilang ingin istirahat. Lalu kemana dia?"


Kini Mom Yoona berjalan menuju kamar Jasmin. Dan saat Mom Yoona sudah berada di kamar, benar saja, Jasmin tidak berada di dalam sana. Mom Yoona hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, karna bagaimana pun, Jasmin adalah wanita yang pintar, tidak mungkin bisa di kelabui.


"Aku yakin saat ini Jasmin pasti sudah tahu." Gumamnya yang masih dapat di dengar oleh Tyas.

__ADS_1


"Maaf Mom, kalau boleh tahu apa yang terjadi?"


Mom Jasmin lalu duduk di tepi ranjang Jasmin, dan Tyas pun ikut duduk di sampingnya.


"Ryan di culik oleh ibunya kandungnya sendiri." Ucapnya.


"Haa..???" Kaget Tyas, ia tidak menyangka jika Margaret tega.


"Ibu kandungnya menculik Ryan, dan meminta Dave agar menikah dengannya. Jika tidak! Maka ibu kandungnya akan menyiksa Ryan." Mom Yoona menghela nafas.


"Tega sekali sih ular itu." Teriak Tyas geram sambil mengepal kedua tangannya. "Ada juga yah tipe orang tua seperti ini. Yang hanya mementingkan ego dan perasaannya saja."


"Ada itu buktinya Ibu kandung Ryan." Jawab Mom Yoona.


........

__ADS_1


"Katakan, dimana anakku?" teriak Jasmin bertanya pada Dave, kala Jasmin sudah berada di dalam rumah Dave.


__ADS_2