Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
Boncap 6


__ADS_3

Kini Dave dan juga Jasmin sedang duduk di teras kamar mereka, keduanya saling memandang langit yang begitu cerah malam ini..


"Aku siap" kata Jasmin tanpa menoleh sedikit pun ke arah Dave.


"Siap untuk?" Dave menoleh sambil bertanya tentang siap apa yang Jasmin katakan barusan.


"Aku siap memberikan hak ku sebagai istrimu." Ucap Jasmin penuh dengan keyakinan. Sepulang dari rumah sakit Jasmin terus memikirkan perkataan Ella, dan ini lah keputusan Jasmin.


Dave langsung memeluk tubuh Jasmin dan sesekali mengecup pucuk kepala Jasmin dengan kelembutan dan penuh dengan cinta.


"Bagiku, memiliki mu adalah hal yang sangat luar biasa. Jadi, jangan beban kan dirimu jika itu bisa membuat mu terluka." Ucap Dave.


Jasmin mendongakkan kepalanya menatap wajah Dave.


"Terima kasih." Ucapnya lalu kembali memeluk tubuh Dave.


Akhir penantian yang begitu sangat panjang, akhirnya membawa hasil yang sangat luar biasa. Ketika sabar selalu tertanam dalam diri maka lihatlah hasilnya, kau akan mendapatkan yang lebih dari apa yang kau harapkan.

__ADS_1


Dan kini kita mengerti dengan cara Tuhan bekerja, menjauhkan kita dari orang-orang yang kita sayang, agar kita bertemu dengan orang yang menyayangi kita dengan segenap jiwanya. Apa yang terbaik untuk kita belum tentu terbaik untuk Tuhan, dan apa yang terbaik bagi Tuhan, itulah yang terbaik untuk kita.


.....


"Aku beruntung bisa di cintai dan di sayangi olehmu." Batin Jasmin sambil menatap wajah Dave yang masih tertidur di sampingnya.


Setelah melakukan olahraga malam, kedua nya tertidur pulas sambil berpelukan dengan penuh kebahagian. Tidak ada lagi pikiran yang menghantui Jasmin tentang kejadian yang lalu. Karena yang berlalu telah berlalu tanpa perlu harus di ingat lagi.


"Seganteng itukah dirimu? Hingga matamu tidak bisa berkedip melihatku." Ucap Dave dengan mata yang masih tertutup.


Jasmin langsung salah tingkah dan berusaha bangun namun Dave langsung menarik lengan Jasmin membuat Jasmin kembali berbaring di sampingnya. Dave langsung memeluk tubuh Jasmin, mereka saling berhadapan dan saling menatap satu sama lainnya.


Jasmin hanya tersenyum tidak menjawab. Hingga beberapa saat,


"Ayo kita bangun, hari ini kita harus menjemput Ryan." Ajak Jasmin.


___________

__ADS_1


"Sial" rutuk Margaret, karena selama beberapa hari ini ia tidak juga menemukan cara agar bisa lolos dari tempat ia di sekap sekarang.


Margaret berjalan mondar mandir bagai sebuah setrika, ia terus berfikir hingga senyum terukir di wajahnya. Ide baru tiba-tiba terbesit, sehingga tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Margaret langsung menjalankan aksinya.


Margaret berjalan melewati kedua pengawal yang menjaganya dan langsung.


sreeettt. Margaret mengiris pergelangan tangannya sehingga membuat darah segar mengalir jatuh kebawah lantai, dan setelah beberapa saat penglihatan Margaret pun menggelap.


"Bagaimana ini." Ucap salah satu pengawal.


"Kita bawa ke rumah sakit." Usul salah satu pengawal setelah mengikat pergelangan tangan Margaret dengan ujung rok Margaret yang ia sobek barusan.


"Telpon tuan Dave sekarang juga." kata salah satu pengawal sambil membawa Margaret menuju mobil.


........


"Ada apa sayang?" tanya Jasmin saat melihat ekspresi Dave yang tiba-tiba berubah saat setelah menerima telepon.

__ADS_1


"Tidak apa." Jawab Dave berbohong karena tidak ingin menambah beban pikiran Jasmin. Mengingat jika Jasmin saat ini sedang hamil.


Jasmin mendekat kearah Dave. "Katakan sejujurnya." Pinta Jasmin, sambil menatap wajah Dave.


__ADS_2