
Dave memperhatikan Margaret yang masih memegang gunung kembar miliknya di hadapan Dave. Margaret bersorak gembira didalam hati karna Dave mematung memperhatikan dirinya. Margaret berhadap Dave mau menjamah tubuhnya dan bisa kembali memulai semuanya dari awal, tanpa ada Jasmin di antara keduanya.
"Sayang." suara serak Margaret memanggil Dave, dan masih menjalankan aksinya untuk menggoda Dave dengan tubuhnya.
Dave berjalan mendekat ke arah Margaret.
"Yes..." Sorak Margaret dalam hati
...πππππ...
"Jasmin." Panggil Al, saat Jasmin hendak melangkah masuk ke dalam perusahaan.
Jasmin berhenti, ia hafal betul dengan suara yang memanggilnya tersebut. Jasmin menghela nafas dan menghembuskannya, lalu menoleh ke arah Al.
"Ada apa?" Tanyanya dengan cuek.
"Jasmin, ayo ikut dengan ku. Ada banyak hal yang harus ku katakan padamu."
Jasmin melihat kesana kemari, lalu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Baiklah, tapi hanya sebentar." Jawab Jasmin.
Tidak ada lagi perasaan, tidak ada lagi dendam. Jasmin sudah membuang jauh-jauh semua hal itu dari dalam hidupnya. Bagi Jasmin, hidup cuman sekali. Jadi percuma saja kita hidup dalam dendam yang akan membawa kita pada kesengsaraan.
Didalam mobil hanya ada keheningan yang terjadi, Jasmin melirik kearah jendela mobil yang berada di sisi kiri. Sedangkan Al, sesekali ia melirik, memperhatikan Jasmin. Al sungguh menyesali perbuatanya. Menyesal telah berkhianat kepada wanita yang begitu sangat tulus mencintainya dulu. Al hanya bisa berharap jika ia bisa mendapat maaf dari Jasmin, dan berharap lebih banyak lagi jika Jasmin mau menerima dirinya.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu?" tanya Al memecah keheningan di antara keduanya.
"Baik."
"Syukurlah."
Jasmin hanya tersenyum dan tak ada lagi percakapan selanjutnya hingga keduanya tiba di salah satu cafe. Al mematikan mesin mobil dan membuka pintu mobil, turun dari mobil dan berjalan memutari mobil bertujuan untuk membuka pintu mobil untuk Jasmin. Namun belum sempat Al membuka pintu, Jasmin sudah lebih dahulu.
"Aku bisa sendiri." Ucap Jasmim lalu berjalan mendahului Al.
Al hanya bisa pasrah, ia lupa jika Jasmin adalah wanita yang begitu mandiri. Wanita yang bisa melakukan hal seorang diri. Berbeda dengan wanita lain, yang sangat suka di ratukan.
Namun tanpa Al ketahui, sebenarnya Jasmin juga ingin sekali seperti wanita lain, yang ingin di ratukan, ingin dicintai, disayangi oleh seseorang yang juga menyayanginya. Hanya saja keadaan yang memaksa Jasmin menjadi wanita yang begitu mandiri dan tegar seperti saat ini.
Al tersadar dan langsung melangkah dengan cepat menyusul Jasmin yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Kita duduk disana." Tunjuk Al pada kuris yang berada di pojokan.
Jasmin menoleh kesana kemari, tidak ada satupun pengunjung disana. Membuat Jasmin menautkan satu alisnya, dan berjalan menuju kursi yang di tunjuk oleh Al.
Setelah keduanya duduk saling berhadapan, pelayan datang membawa menu yang memang sedari tadi Al pesan saat berada di perjalanan.
"Kau masih hafal betul kak dengan makanan kesukaan ku." Ucap Jasmin
__ADS_1
"Tentu." Jawab Al tersenyum senang, karna Jasmin membuka suara pertama.
"Tapi sayang sekali aku sudah kenyang." Timpal Jasmin lagi.
"Kalau begitu kau minum saja."
"Ya." Jawab Jasmin cuek.
Al menghela nafas.
"Jasmin maafkan aku." Ucap Al dengan tulus.
"Untuk??"
"Untuk semua kesalahan ku yang telah aku lakukan padamu. Maafkan aku."
"Bukan kah aku sudah memaafkan mu dari dulu kak. Lalu kenapa meminta maaf lagi?"
Doain autor khilaf biar bisa up lagiπ€π€
Autor tebak, kalian pasti geram kan, sama Margaret dan Dave??
π€£π€£π€£π€£
__ADS_1