Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
70


__ADS_3

"Jasmin .." panggil Junior.


"Ya kak."


"Bersiaplah, aku akan mengantarmu kerumah mom Yoona."


Jasmin seketika terdiam, kerumah mom Yoona, sungguh Jasmin sangat ingin pergi kesana. Jasmin sangat rindu akan mom dan juga adiknya Derald, tapi bagaimana jika ia tanpa sengaja bertemu dengan Al, kakak sekaligus mantan suaminya dahalu. Apa Jasmin sanggup menghadapi Al kelak.


"Aku tahu yang ada didalam pikirianmu" ucap Junior lalu duduk tepat disamping Jasmin. "Al, sudah tidak tinggal bersama mom Yoona lagi, jadi jangan takut." Jelasnya.


"Takut!?" Ulang Jasmin, "aku tidak takut kak, hanya saja aku tidak ingin semua yang sudah berusaha untuk aku lupakan kembali lagi"


Junior mengusap pucuk kepala Jasmin. "Fokuslah pada bayi yang ada dikandunganmu."


"Tentu."


...🍃🍃🍃🍃...


Berapa kali Dave berusaha untuk menemui Ryan di rumah Eryna, namun Ryan terus menolak dan mengunci pintu kamar. Ryan sungguh sangat kecewa dengan Dave yang menganggap ibunya seperti wanita bayaran. Sungguh Ryan tidak terima.


Dave mengacak rambutnya gusar, ia pusing karna Ryan sampai saat belum bisa memaafkan dirinya. Terus bagaimana dengan Jasmin? Apakah Jasmin mau memaafkan dirinya kelak? (tidak semua itu sayang,) #autor😅


"Itu semua salahmu, siapa suruh kau berpikiran sempit" tiba-tiba Eryna berdiri tepat di samping Dave.

__ADS_1


"Eryna, aku tidak tahu harus melakukan apa lagi agar Ryan mau memaafkan ku." Lirihnya.


"Bod*oh!" Ucap Eryna dan berlalu meninggalkan Dave yang masih berdiri didepan pintu kamar Ryan.


"Eryna .." panggil Dave "tunggu!" Dave berjalan mengikuti Eryna yang berjalan ketaman belakang.


Saat Eryna tengah duduk di kursi taman, Dave pun ikut duduk disamping Eryna.


"Beri aku saran, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Dave.


"Jika kau ingin Ryan memaafkan mu, maka minta maaflah lebih dahulu pada ibunya."


"Haaa?" Dave membulatkan matanya dengan apa yang Eryna katakan.


Will juga ikut bergabung dan duduk didepan Eryna dan juga Dave.


"Selamat menikmati hari-hari mu, berjuang untuk meminta maaf." Ledek Will pada Dave, karna ia tahu betul rasanya bagaimana memperjuangkan maaf dari orang yang sudah kita lukai begitu dalam.


Will sesaat mengingat dirinya dahulu yang betapa kasar nya terhadap istrinya Eryna. Sehingga membuat Eryna kabur dari rumah. Will menggenggam tangan Eryna. "Terima kasih sudah menjadi wanita yang luar biasa kuat, dan mau memaafkan semua kesalahanku" ucap Will tulus. Dan Eryna hanya tersenyum.


Dave pun kembali mengingat penjuangan Will dahulu. "Apakah Jasmin mau memaafkan ku?" Lirihnya. Mengingat perlakuannya pada Jasmin yang begitu sangat menghacurkan perasaan Jasmin.


"Jika kau bersungguh-sungguh, maka aku yakin Jasmin akan memaafkan mu." Jawab Eryna.

__ADS_1


"Buktikan pada Jasmin, jika dia wanita yang layak untuk kamu perjuangkan. Dan buktikan pada anakmu Ryan, bahwa kamu adalah Dady dan pria yang menghormati ibu dari anakmu." Timpal Will.


Eryna melepas genggamanya dari tangan Will, lalu memegang tangan Dave. "Percayalah padaku, jika kau tulus, maka kau akan mendapatkan ketulusan juga. Jadi jika kau bersungguh-sungguh menyesali dan meminta maaf pada Jasmin, aku yakin Jasmin akan memaafkan mu. Jadi berjuanglah dari sekarang, aku akan mendukungmu dengan doa."


"Terima kasih Eryna. Kau memang wanita yang hebat dan sangat luar biasa." Puji Dave lalu memeluk tubuh Eryna namun lebih dahulu di cegah oleh Will.


"Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan." Ketus Will


Eryna tertawa, melihat keposesifan sang suami.


"Sebelum minta maaf, hempaskan dulu wanita gila itu."


"Tentu! Tanpa kau bilang." Jawab Dave.


Huaaaa, maaf karna kemarin autor ngak up.


Ouh iya ada yang komen gini ke Autor.


R : autor nanya ... kalau lagi nulis mewek juga ngak?


A : autor jawab di bab selanjutnya yah🤭


calangheoooo semuanya🥰🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2