Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 16 saat jesika bersama dion


__ADS_3

kemudian Bu Vivi yang begitu baik terhadap Rosa langsung menghampiri Rehan dan menatapnya sangat lemas.


"Rehan, bagaimana dengan Rosa? "tanya Bu Vivi sambil menatapnya.


"mah, Rosa divonis penyakit kanker otak "ucap Rehan sambil meneteskan air mata.


"Rehan, kamu yang sabar ya nak "ucap Bu Vivi sambil memeluk Rehan yang sedang menangis. setelah beberapa menit kemudian Bu Vivi dan Rehan pergi menghampiri Rosa yang sedang terbaring dengan lemas saat diruang inap .


"Rosa, kamu harus kuat ya sayang "ucap Bu Vivi sambil menatapnya.


"iya bu, sejak kapan ibu datang?" tanya Rosa dengan senyum lembutnya.


"sejak tadi sayang " ucap Bu Vivi. kemudian Rosa menatap Rehan yang sedang berlinang air mata saat menatapnya.


"Mas Rehan, kamu kenapa menangis? "tanya Rosa tersenyum.


"Rosa,, jika aku boleh meminta kamu harus tinggal bersama aku "ucap Rehan sambil menangis.


"ibu juga pengen sekali melihat cucu ibu setelah kamu lahiran "ucap Bu Vivi .


"baiklah, saya akan kembali bersama Mas Rehan " ucap Rosa dengan lemas dan wajah pucat.


setelah keadaannya membaik saat Rosa keluar dari rumah sakit, Arjun menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan saat Rosa menggandeng tangan Rehan saat keluar dari pintu.


setelah sampai di apartemennya ,Rehan langsung membaringkan tubuh Rosa keatas ranjang kemudian Bu Vivi langsung mengambilkan segelas air putih untuk Rosa.


"Rosa, kamu minum dulu ya sayang "ucap Bu Vivi.


Rehan yang begitu perhatian terhadap Rosa langsung memesan makanan untuk Rosa sedangkan Bu Vivi memilih untuk pulang menuju rumah Pak Hardi.


setelah Bu Vivi sampai di rumah Pak Hardi


hati Jesika bagaikan tersambar petir setelah mengetahui Rosa kembali bersama Rehan.kemudian Jesika pergi menuju kamar dengan wajah yang semakin merah seperti kepiting goreng.


* kenapa Rosa bisa kembali ke apartemen Rehan* Jesika berkata kata sendirian.


Jesika melampiaskan kemarahannya dengan pergi menuju taman dan membiarkan anaknya saat menangis di atas ranjang.


saat mendengar suara tangisan bayi itu,Rani pengasuh bayinya langsung berlari menghampiri Andre anaknya Jesika yang sudah berumur satu tahun.anak itu menangis dengan histeris menyebut kata ma-ma.

__ADS_1


suara tangisan Andre yang begitu pilu ditambah kurang kasih sayang dari kedua orang tua membuat Bu Vivi menghampirinya. setelah sampai dikamar Jesika Bu Vivi tidak mendapati Jesika.


"Rani, Jesika dimana? "tanya Bu Vivi yang begitu tidak menyukai Jesika.


"saya gak tau non,, " ucap Rani sambil menggendong anaknya Jesika.


dasar wanita bodoh gumam Bu Vivi lalu pergi menuju ruang tamu dan menghampiri Pak Hardi yang sedang duduk di atas sofa sambil menonton acara Tivi. suara sepatu Bu Vivi yang begitu keras membuat Pak Hardi menatapnya.


"kamu itu kenapa mah? "tanya Pak Hardi sambil menatapnya.


"itu, Jesika menantu pilihan kamu gak pernah peduli sama anaknya "ucap Bu Vivi dengan marah.


"mah, sejak kapan kamu tau Jesika tidak peduli dengan anaknya, mama jangan ngada ngada dong " ucap Pak hardi membela Jesika.


"terus aja kamu bela tuh, Jesika" ucap Bu Vivi lalu pergi menuju kamarnya. dengan merasa marah Pak Hardi mengikuti Bu Vivi menuju kamar, setelah sampai dikamar Pak Hardi yang begitu kejam langsung menghampiri Bu Vivi yang sedang berdiri sambil menatap kaca jendela kamarnya.


"kamu akan tau akibat nya jika kamu mencoba mengada ngada tentang Jesika "ucap Pak Hardi dengan kedua bola matanya melotot saat marah menatap Bu Vivi.


"terserah papa aja" ucap Bu Vivi sambil berbaring di atas ranjang setelah Pak Hardi keluar dari kamar kemudian dia pergi menuju taman dan menghampiri Jesika saat berdiri di bawah pohon dengan kedua tangan di atas dada.


"Jesika, sedang apa kamu disini? "tanya Pak Hardi sambil tersenyum menatapnya.


"Pah, hati aku sangat kesal "jawab Jesika dengan kedua alis mata mengerut.


"Pah, Rosa udah kembali ke apartemen Rehan " jawab Jesika.


"sudah, kamu gak usah pikirin biar papa nanti yang ngomong sama Rehan "ucap Pak Hardi.


setelah beberapa menit kemudian Pak Hardi kembali menuju rumah dan meninggalkan Jesika dengan wajah ceria saat mendengar perkataan pak hardi.tiba-tiba ponsel Jesika berbunyi ternyata Dion sedang menelfon .


( halo, )


( halo, Jesika)


(Dion,, kenapa kamu selalu menggangguku?)


( aku, hanya ingin supaya kamu datang ketempat biasa)


( aku tidak ada waktu untuk kamu)

__ADS_1


( ok, terpaksa rahasia mu akan saya bongkar)


( ah,baiklah saya akan datang ketempat biasa) ucap Jesika langsung memutuskan sambungan teleponnya.


* awas kamu dion!!!!!* Jesika berkata kata sendirian.


kemudian Jesika pergi menuju kamar untuk mengambilkan tasnya dan sebuah kunci mobil dia segera turun ke lantai bawah dan menatap Bu Vivi sedang duduk diruang tamu sedang menonton acara tivi.


"mah, Jesika pamit ya "ucap Jesika sambil berjalan menuju garasi. teriakan Bu Vivi menghentikan langkah Jesika.


"Jesika,, tunggu dulu "teriak Bu Vivi menghampirinya.


"ada apalagi sih ma?,Jesika buru-buru nih" ucap dengan cuek.


"kamu mau kemana? "


"mah, aku mau ke mall!! "


"Jesika, kapan- kapan kan kamu bisa ke mall,, tuh lihat Andre anak kamu udah nangis !!" ucap Bu Vivi sambil melirik Rani yang sedang menggendong bayi Jesika.


"mah, aku gak ada waktu "ucap Jesika langsung pergi mengendarai mobilnya.


* ih,,ibu macam apa seperti kamu gak pernah peduli sama anaknya, istri sama suami sama aja gak peduli sama anaknya" ucap Bu Vivi lalu pergi menghampiri Rani.


sedangkan Jesika langsung pergi menemui Dion ke sebuah hotel tempat biasanya mereka berjumpa. setelah sampai ke hotel Jesika langsung memarkirkan mobilnya dan pergi menuju kamar hotel.


setelah Jesika masuk ke dalam kamar hotel Dion langsung menarik tangan Jesika dan mendorongnya keatas ranjang.


"apa- apaan sih kamu? "ucap Jesika dengan marah.


"Jesika, aku kangen banget sama kamu "ucap Dion langsung membuka pakaiannya


dengan Don kecilnya yang sudah tegang. kemudian Dion menghampirinya dan naik keatas tubuh Jesika yang sudah berbaring di atas ranjang.


perlahan Dion membuka pakaian Jesika yang tidak dapat mengelak, terpaksa Jesika harus melayaninya karena Dion mengancamnya setelah mereka siap bertempur Jesika langsung mengenakan pakaiannya.


setelah Jesika siap mengenakan pakaiannya Jesika langsung pergi dan meninggalkan sejumlah uang di atas ranjang untuk menutup mulut Dion. setelah itu Jesika pergi meninggalkan hotel dan pulang menuju rumah Pak Hardi.


setelah Jesika sampai di rumah Pak Hardi Jesika langsung masuk kedalam kamar

__ADS_1


karena merasa cape Jesika langsung mencelupkan tubuhnya kedalam bathub dengan menutup kedua bola matanya. Jesika tertidur di atas bathub dan tidak menjawab ponselnya yang sedang berbunyi berulang ulang di atas ranjangnya.


setelah Jesika bangun kemudian dia membersihkan tubuhnya, setelah siap mandi dia menatap jam sudah menunjukkan pukul 04:00 sore Jesika baru sadar kalau dia tertidur selama satu jam di dalam bathub.


__ADS_2