Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 42 Kecemburuan Ayu


__ADS_3

tiga belas tahun yang lalu Rey Sudan duduk di bangku kls 3 SMA,dia bertumbuh dengan baik dia mewarisi ketampanan Ayahnya sebelum dia berangkat sekolah Rey selalu menyiapkan sarapan untuk ibunya sedangkan Rehan selalu sangat sibuk mengurus perusahaanya.


"selamat pagi Bu,"ucap Rey sambil membawa piring berisi bubur hangat


"pagi sayang," kata Rosa tersenyum


"ibu sarapan ya"ucap Rey menawarinya.


"Rey,mulai besok mama yang akan pergi ke dapur untuk sarapan "ucap Rosa


"ibu kan belum sembuh total "ucap Rey


"lihat ini,"kata Rosa memberikan selembar kertas dari rumah sakit.


"keadaan ibu sudah membaik walaupun tidak sembuh total"ucapnya tersenyum.karena Rosa Rutin kemoterapi dan melakukan segala anjuran dokter.Rey sangat senang setelah membacanya dan mendengarkan perkataan ibunya,dia tersenyum sambil memeluk ibunya .


"ibu,aku sangat senang,aku bahagia mendengar ibu sudah sehat ucapnya sambil menatap kepala Rosa karena rambutnya sudah mulai sembuh hampir delapan belas tahun dia berjuang untuk sembuh.


bahkan dirinya saja tidak yakin kalau dia akan bertahan tetapi karena berkat yang mahakuasa dia sembuh walaupun belum total lepas dari penyakit itu.


"Rey,ibu punya satu permintaan"ucapnya


"apa itu ibu?"tanya Rey kebingungan


"setelah lulus SMA ibu ingin kamu menikah sama Ayu,dia itu gadis yang baik"ucap Rosa


"ibu,aku belum siap untuk menikah aku ingin kuliah "jawabnya


"kamu masih bisa kuliah walaupun sudah menikah "ucap Rosa membujuknya.


"Rey,tidak menjawab dia hanya pamit dan pergi menuju sekolah.


sampainya di lokasi sekolah Naila yang selalu sirik saat dia mengetahui Ayu dan Rey saling menyukai sengaja membuat ayu merasa cemburu.


Naila langsung menggandeng tangan Rey saat ayu menatapnya saat hendak ingin masuk keruangan,rasa cemburu membuatnya tidak senang dan pergi meninggalkan mereka.


Rey segera menghempaskan tangan Naila dan melangkah dengan cepat menghampiri Ayu sedangkan Naila hanya diam dan tersenyum menatap ayu yang merasa cemburu.


"Ayu,aku mau ngomong sama kamu!"kata Rey menarik tangan Ayu


"kamu mau ngomong apa?udah jelas aku lihat Naila menggandeng tangan kamu"kata Ayu sangat marah


"itu bukan seperti yang kamu pikirkan"kata Rey


"Rey mata aku itu gak buta"kata Ayu langsung pergi.

__ADS_1


Rey mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghela nafas dengan panjang.kemudian dia berjalan mengikuti Ayu yang sedang berjalan menuju ruangan kelas.


Sampainya di ruangan Rey langsung duduk dan sesekali melirik Ayu yang sedang duduk bersama ketrin dikursinya.setelah lonceng sekolah berbunyi dan para siswa memilih untuk pulang kerumah.Ayu yang masih cuek kepada Rey langsung pergi dengan naik Bus bersama ketrin.


Rey segera pulang menuju rumah dengan mengendarai motornya,sampainya di rumah dia tiba tiba telepon Rumah berdering


(halo)ucap Rey mengangkat TLP itu.


(tolong kamu antar berkas-berkas yang ketinggalan di ruang kerja papa ya)kata Rehan


(baik pah)kata Rey langsung menutup teleponnya.


setelah siap berganti pakaian dia segera mengambilkan berkas itu lalu pergi menuju kantor papanya,sampainya di ruangan itu,mata para karyawan wanita di kantor itu tertuju kepada wajah tampan Reyi yang mewarisi darah Rehan.


Rey dengan sifat dinginnya segera melangkah menuju ruangan Rehan,sampainya di ruangan itu dia menatap papanya sedang duduk dan ngobrol dengan seorang pria pengusaha sahabat Rehan sejak SMA.


"pah,ini berkas-berkasnya"kata Rey


"letakkan saja disitu.sekarang kamu duduk dulu"kata Rehan tersenyum


"Om kenalin,saya Rey


"saya pak Tomi,panggil saja Om Tomi"kata Pak Tomi tersenyum


"gimana kalau anak Bapak kita jodohkan dengan putri saya"kata Pak Tomi


"boleh juga,saya setuju"kata Rehan.seketika Rei menatapnya dengan wajah tidak senang.


"besok kami akan datang dengan putri kami untuk mengunjungi keluarga Pak Rehan sekalian memperkenalkan putri kami"ujar Pak Tomi.


''boleh,saya dan juga keluarga saya sangat senang menunggu kedatangan Bapak "kata Rehan


"karena saya harus pergi,saya permisi dulu"ucap Pak Tomi sambil menyalami Rehan dan beranjak menuju keluar.


"Rey,papa sangat senang jika kamu setuju dijodohkan dengan putri Pak Tomi"ucapnya.


"Pah aku tidak setuju,Rey hanya akan menikahi wanita pilihanku sendiri"kata Rey beranjak menuju keluar


"Rey,tunggu dulu"teriak Rehan.Rey tidak menjawab dan segera melanjutkan langkahnya..


Aku gak terima dijodohin,ini gak boleh dibiarkan.sekarang aku harus pergi menemui Ayu gumam Rey


Rey angsung pergi dengan semangat berapi-api dengan mengendarai motornya menuju sebuah toko kelontong milik orang tuanya Ayu,sampainya di toko itu Rey menghampiri ibunya Ayu yang disebut ibu Ratna.


"tante,boleh saya bicara dengan Ayu?"tanya Rey

__ADS_1


"boleh,sebentar saya panggilkan Ayu"kata ibu Ratna beranjak menuju Ayu yang sedang belajar dikamar.


"Ayu,Rey menunggumu diluar dia ingin bicara dengan kamu"kata ibu Ratna.


"aku malas ngomong sama dia"kata Ayu dengan cuek


"kamu gak boleh ngomong gitu,ayo sekarang kamu temui dia"ucapnya


"baik mah,"kata Ayu beranjak menghampiri Rey


"mau apa lagi kamu kesini?"tanya Ayu dengan cuek


"Ayu,aku ingin bicara dengan kamu"kata Rei sambil menarik tangan Ayu


"kamu mau ngomong apa?"tanya Ayu dengan wajah tidak senang


"kamu masih marah sama aku?"tanya Rey menatapnya.


"gak tau"jawab Ayu dengan cuek


''Ayu tolong kamu maafin aku"Rey memohon


"ya udah,aku maafin kamu"kata Ayu dengan lembut


yes,,kata Rey dengan gembira.Ayu tersenyum menatapnya.


"Ayu,sebenarnya ada hal yang penting yang harus aku omongin dengan kamu"ucap Rey Ayu tersenyum menatapnya.


"yu,setelah lulus SMA ibu memaksaku untuk menikah denganmu berbeda dengan keinginan ayahku aku ingin dijodohkan dengan wanita lain."ucapnya


"kamu jawab apa sama om dan juga Tante ?tanya ayu penasaran


"ah,entahlah.aku lebih memilih menikahi mu dari pada dijodohkan dengan wanita laen"ucapnya menatap Ayu.


"Rey,aku memang sangat menyukaimu .tetapi aku belum siap untuk menikah.aku ingin melanjut ke universitas "kata Ayu menundukkan kepalanya


''Ayu,menikahlah denganku,jika kita sudah menikah kamu masih bisa kuliah lagi ucap Rey memohon


"Rey,aku belum siap untuk menikah.aku ingin masih melanjut ke universitas"jawab Ayu langsung pergi meninggalkan Rey


''Ayu,,Ayu,,"teriak Rey mencoba menghentikannya.suara teriakan Rey membuat ibu Ratna menatapnya.


"ada apa dengan Ayu?"tanya Bu ratna menghampirinya.


"maaf Tante,namanya juga anak muda"ucapnya menyenangkan hati ibu Ratna.

__ADS_1


__ADS_2