Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 22 penuh dengan harapan


__ADS_3

Rehan langsung menangis di pelukan Bubu Vivi setelah beberapa menit, kemudian dia menghadap Dokter yang sedang berdiri dibelakangnya menatapnya.


"Dokter,,, tolong jangan dilepaskan dulu alat alatnya dari tubuh istri saya " ucap Rehan sambil menangis


"baiklah Pak, alat alat itu hanya bisa terpasang sampai lima jam yang akan datang, karena kami bisa dituduh menyiksa Jenajah "ucap Dokter itu lalu masuk kedalam ruangan Rosa untuk memeriksanya, sedangkan Rehan hanya menganggukkan kepalanya.


tiba-tiba seseorang suster datang menghampiri dan menatapnya dengan terharu Rehan yang sedang menangis bersama keluarganya mereka orang-orang yang menyayangi Rosa tidak bisa membayangkan saat kehilangan Rosa.


"apakah disini ada suaminya ibu Rosa? "tanya suster itu


"iya saya, ada apa suster? "tanya Rehan


"Pak, anak anda sudah melewati masa kritis anda dan keluarga sudah bisa melihat nya " ucap suster itu lalu pergi


Rehan tidak bisa berkata kata dia hanya menganggukkan kepala sambil berjalan menghampiri anaknya, dengan langkah kaki yang berat Rehan berjalan menghampirinya yang tidak jauh dari ruang rawat Rosa.


sampainya di ruangan itu Rehan menatap seorang bayi mungil yang terlelap di dalam incobator, Rehan merasa sesak di dada saat meratapi nasib putranya.


Rehan menghampirinya dengan langkah yang berat, keluarganya hanya menatap nya sambil menangis dengan tidak bersuara dari belakang Rehan. Bu Vivi merasa kasihan terhadap Rehan dan cucunya hidup tanpa seorang wanita yang sangat dia cintai itu.


Rehan meletakkan kedua tangannya d iatas incubator sambil menangis, air matanya menetes dan membasahi incubator saat menatap putranya tidur terlelap.


setelah beberapa menit Rehan memandangi putranya tiba-tiba dia teringat dengan Rosa kemudian dia meninggalkan anaknya dan berlari kedalam ruang rawat Rosa


Rehan masuk kedalam ruang rawat Rosa tanpa bersuara membuat para dokter terkejut saat menatap Rehan masuk sambil menangis menatap Rosa


kemudian Rehan mendekatinya dengan berlinang air mata. Rehan menatap Rosa yang terlentang di atas ranjang dengan wajah yang pucat dengan alat alat medis ditubuhnya dan selang yang terpasang diwajahnya, keluarga nya yang begitu sangat prihatin dengan kondisi Rehan membuatnya menangis sambil menatap Rehan.

__ADS_1


Rehan menangis sampai terisak saat menyentuh tangan istrinya, hidupnya terasa hancur saat Rosa dinyatakan meninggal.


dia mencium tangan Rosa berulang ulang kemudian dia mencium pucuk kepala Rosa dengan menangis berlinang air mata hingga membasahi wajah Rosa, para dokter sangat terharu dan ikut menangis saat menatap seorang pria saat kehilangan seorang wanita yang sangat dia cintai


karena Rosa dinyatakan meninggal, Rehan yang belum bisa menerimanya memutuskan untuk menemani istri ya diruang rawat untuk menemaninya dan menunggu waktu yang ditentukan para dokter untuk melepas alat alat dari tubuh Rosa. keluarga Rosa dan Bu Vivi menangis sambil berdiri mengelilingi Rosa yang mereka sayangi.


setelah tiga jam saat Rehan duduk di samping Rosa dan tidak henti-hentinya menangis


tiba- tiba seorang suster berlari menghampirinya karena bayi Rosa sedang menangis, badannya sangat panas membuat keluarganya meninggalkan Rehan sendirian dengan tidak henti-hentinya menangis sampai membasahi tangan Rosa.


setelah semuanya pergi Rehan langsung menyentuh tangan Rosa sambil berkata-kata menatapnya.


"Rosa, Mas sudah tau kamu tidak mencintaiku makanya kamu pergi dari aku untuk selamanya kamu gak kasihan sama aku dan juga anak kita apa jadinya nanti kita hidup tanpa kamu Rosa! " Rehan berkata-kata sambil menatapnya.


setelah itu Rehan berjalan menghampiri ruang perawatan anaknya dan menatap Bu Vivi saat menggendong bayinya, Rehan langsung mengambil putranya dari tangan Bu Vivi dan mempercepat langkahnya menuju ruang rawat Rosa membuat Bu Vivi menatapnya dengan kwatir.


"Rosa, lihat putra kita sudah menangis


dia sangat butuh dengan kamu Ros


kasihanilah aku dan juga anak kita " ucap Rehan dengan berlutut di lantai


Rehan menundukkan kepalanya di samping ranjang Rosa, sedangkan bayinya menangis tidak henti-hentinya di samping Rosa membuat mereka yang menatapnya menangis dengan berlinang air mata saat menatap kondisi Rehan


"Rosa, bangunlah nak lihat cucuku sudah menangis "ucap Bu Vivi menangis sambil menyentuh tangan Rosa


setelah setengah jam saat mereka menangis tiba-tiba hal yang mengejutkan yang tidak disangka-sangka pun terjadi alat yang di samping Rosa pun berbunyi menandakan detak jantung dan denyut Rosa masih ada.

__ADS_1


Migel yang menyadarinya berlari dan berteriak dengan keras memanggil Dokter


"Dokter, Dokter !! Rosa masih hidup " teriak Migel membuat para Dokter berlari menghampiri ruang rawat Rosa


Bu Vivi , dan para pembantunya berteriak dan menangis dengan keras memanggil dokter saat menatap wajah Rosa sedangkan Rehan langsung tersenyum sambil menangis menatap wajah Rosa. kemudian dia langsung mencium wajah Rosa dan juga anaknya yang sudah tenang seolah-olah mengerti dengan keadaan Rosa.


"Rosa, terimakasih sayang kamu harus berjuang kamu harus hidup lihat ,ini anak kita " ucap Rehan langsung menggendong putranya itu.


para tim medis pun datang untuk memeriksanya dan menyuruh Rehan beserta keluarganya supaya menunggu diluar ruangan rawat Rosa, Rehan pun keluar sambil menggendong putranya.


Dokter Arjun langsung tersenyum sambil menangis saat menghampirinya dan menatap Rosa.


*ayo Rosa kamu harus berjuang untuk hidup walaupun kamu tidak bisa ku miliki aku akan tetap mencintaimu *Dokter Arjun berkata-kata di dalam hati.


bu Vivi segera meminta cucunya dari gendongan papanya, kemudian Bu Vivi langsung menyerahkan cucunya kepada suster supaya dimasukkan kedalam ruang perawatan bayi. sedangkan Rehan masih berdiri diluar dengan wajah cemas dan gelisah


mereka menunggu hampir setengah jam kemudian mereka menatap dokter saat keluar membuka pintu dengan wajah yang tak bisa diartikan


"bagaimana dengan istri saya dokter? "tanya Rehan dengan penuh harapan


"Pak Rehan, ini memang benar benar keajaiban detak jantung dan nadi ibu Rosa sudah kembali , Rosa masih hidup saya sangat terharu saat menatap bapak menahan alat alat medis di tubuh Rosa agar tidak dilepas saya ikut bahagia "ucap dokter itu sambil memeluk Rehan.


sedangkan dokter Arjun langsung pergi meninggalkan Rehan dengan tersenyum


dia ikut merasa bahagia setelah keadaan Rosa membaik sungguh sebuah keajaiban baginya saat melihat Rosa masih hidup.


dengan merasa bahagia Dokter Arjun sengaja berjalan di deras hujan dengan tersenyum sambil berteriak dengan keras menyebut nama Rosa, semua mata para orang yang berada di jalan itu tersenyum menatapnya saat berjalan sendirian di deras hujan.

__ADS_1


Dokter Arjun tidak menghiraukan tatapan para pengendara yang lain dia hanya fokus menikmati suasana hujan yang membasahi tubuhnya.


__ADS_2