
"Kenapa kau baru memberiku kabar di saat seperti ini." Bentak Junior pada Dave saat kedua nya telah tiba di dekat gedung kosong tempat Margaret berada.
"Aku hanya tidak ingin merepotkan orang." jawabnya
"Tapi sekarang lihatlah, terbukti kau merepotkan ku kan."
"Maaf." Kata Dave.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana?" tanya Junior, sambil melihat kearah gedung kosong.
"Aku menunggu aba-aba dari anak buahku yang sudah masuk lebih dahulu." Jawabnya sambil melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Sudah berapa lama mereka masuk?" tanya Junior lagi, ia mulai gelisah.
"Harusnya saat ini mereka sudah berhasil." jawab Dave.
Lalu ponsel Dave berdering, Dave langsung segerah menjawab. "Ada apa Rifqi? bagaimana dengan anakku.?" tanya Dave.
"Kita berhasil melumpuhkan anak buah Margaret hanya saja-,
"Ada apa? cepat katakan?" Tanya Dave dengan penasaran.
"Kami tidak menemukan Ryan. Dan Margaret ingin bertemu denganmu, ia ingin melakukan penawaran."
__ADS_1
"Katakan pada Dave, jika ingin Ryan selamat maka datang dan temui aku" Teriak Margaret yang dapar di dengar oleh Dave.
"Baiklah. Sampai kan pada wanita itu, untuk menungguku." Pinta Dave lalu langsung memutuskan sambungannya.
"Bagaimana?" Tanya Junior kembali
"Aku harus masuk. Margaret ingin melakukan penawaran padaku."
"Baiklah kalau begitu, aku juga ingin ikut masuk." Ucap Junior sambil mengikuti langkah Dave, namun Dave yang berada di depannya tiba-tina berhenti melangkah.
"Aku masuk sendiri, lebih baik kau jaga Jasmin saja. Jangan biarkan Jasmin dalam bahaya."
"Oke." Junior pun menuruti pinta Dave.
Benar kata Dave, ia harus menjaga Jasmin. Karna jika terjadi sesuatu pada Jasmin, bisa-bisa Papi dan Mom Yoona akan murkah padanya.
Namun saat Junior membuka pintu mobil, Juniot kaget karna tidak menemukan keberadaan Jasmin di dalam sana. "Jasmin.."Teriak Junior.
Junior menepuk jidatnya, ia lupa jika sepupunya yang satu ini sangat nekat dan juga pemberani, Jasmin pasti tidak akan tinggal diam melihat orang yang begitu ia cintai harus di siksa.
Terpaksa Junior ikut serta masuk kedalam gedung kosong tersebut, mencari keberadaan Jasmin.
"Jasmin.." Teriak Junior sambil melirik kesana kemari.
__ADS_1
...🍃🍃🍃🍃...
"Kau sudah datang sayang." Kata Margaret sambil mengedipkan satu matanya melihat Dave yang dengan gagahnya berdiri di hadapannya.
"Katakan di mana Ryan, dan apa maumu?"
"Sabar dong sayang" Ucap Margaret lalu mendekat ke arah Dave, dan kemudian merabah dada bidang Dave.
"Lepaskan!" Dave menyetakkan tangan Margaret dengan sangat kasar sehingga tangan Margaret lepas dari dada bidangnya.
"Jangan terlalu kasar padaku sayang." Kata Margaret.
"Cepat katakan dimana Ryan?"
"Ryan aman, asal kau mau mengikuti semua mauku"
"Katakan apa maumu?"
"Menikahlah dengan ku."
Dave tersenyum mendengar ucapan Margaret yang memintanya untuk menikah. "Jangan pernah bermimpi!" Ucap Dave dengan penekanan di setiap katanya.
"Dan jangan pernah bermimpi untuk bertemu Ryan lagi" Balas Margaret membuat Dave geram dan mencengkram kedua pipi Margaret dengan sangat kerasnya.
__ADS_1
"Jika kau berani melukai Ryan jangan harap kau bisa selamat." Dave menyentakkan tubuh Margaret dengan kasar.
Lalu Margaret meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. "Siksa anak ku, jangan beri dia ampun dan jangan kasihan padanya." Ucap Margaret lalu memutuskan sambungannya. "Masih mau menolak ku?" Tanya Margaret