
"Bukan kah aku sudah memaafkan mu dari dulu kak. Lalu kenapa meminta maaf lagi?"
"Jasmin! Sungguh aku sangat menyesal. Jika masih ada kesempatan untukku maka aku akan kembali memperjuangkan mu."
Jasmin tertawa mendengar ucapan Al. "Kau sungguh lucu kak."
"Jasmin aku serius dengan ucapanku. Mau kah kau kembali bersamaku. Mau kah kau kembali mencintaiku? Kita bisa memulia semuanya dari awal. Aku janji akan membahagiakan mu."
"Apa kak Al tahu apa kebahagianku? Sampai kak Al berjanji mau membahagiakan ku?" Tanya Jasmin membuat Al terdiam .
"Bahkan kau tidak tahu kak. Dan begitu pe-de nya kak Al bilang mau membahagiakan ku."
"Jasmin.."
"Kak dengarkan aku. Kebahagianku adalah bisa hidup tenang tanpa ada orang yang tersakiti dengan diriku. Lalu! kalau kak Al mengajakku untuk hidup bersama lagi seperti dulu, mau di kemanakan istri kak Al. Aku tidak ingin bahagia di atas penderitaan orang. Dan! aku tahu putrimu atau keponakan ku akan merasakan trauma karna perpisahan orang tuanya. Dan aku tidak mau seperti itu."
Al terdiam mendengar penjelasan Jasmin. Sungguh kebahagiaan Jasmin hanya sesederhana itu. Berbeda sekali dengan wanita lain, yang bahagia jika memiliki harta, bisa belanja ini dan itu. Sedangkan Jasmin, ia hanya memilih hidup tanpa membuat orang menderita. Penyesalan kembali memyeruak di dalam hati Al. Sungguh betapa bodohnya Al meninggalkan wanita yang memiliki hati bagaikan malaikan demi wanita yang hanya mencintai dirinya karna harta.
__ADS_1
"Kak Al. Aku menganggap hubungan ini sudah berakhir. Aku mau kembali menjadi dulu, menjadi adikmu. Biar tidak ada kecanggungan lagi di antara kita. Dan lagian aku juga sudah hamil sebentar lagi aku akan memiliki anak."
Ucapan Jasmin spontan membuat Al terhenya. Sungguh sudah tidak ada lagi kesempatan untukknya untuk memulai semuanya semperti yang Al impikan.
"Satu pesanku. Jaga dan cintai istrimu. Jika ia salah, bimbing dia sampai ia bisa kembali ke jalan yang benar. Aku yakim kelak kak Al pasti akan bisa merasakam bahagia dengan keluarga kakak. Dan stop kak! stop mengharapkan diriku. Karna jika sampai dunia terbelah pun, aku tetap akan pada pendirianku. Tidak akan mau lagi mengulang hal yang sama, dan tidak mau bahagia di atas penderitaan orang lain."
"Maafkan aku." Lirih Al.
Jasmin menggenggam kedua tangan Al yang berada di atas meja. "Aku sayang padamu kak. Tapi sayang sebagai kakakku."
"Aku yakin kak Al pasti akan bahagia."
Sungguh Al tidak mampu berkata-kata lagi. Sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memutar waktu itu. Al hanya bisa pasrah mengikuti perkataan Jasmin.
Jasmin berdiri lalu memperbaiki posisinya duduk tepat di sebelah Al. "Kak, peluk aku." Pinta Jamsin.
Al memeluk tubuh Jasmin.
__ADS_1
"Aku mau kau menjadi kakak ku yang dulu. Yang sangat baik, pintar dan selalu ada untuk keluarga."
Jasmin menepuk pundah belakang Al. Lalu kemudian melepaskan pelukannya.
"Jadilah kebanggaan keluarga. Jadilah kebangga papi dan Momy." Ucap Jasmin menatap Al.
...πππππ...
"Sayang." suara serak Margaret memanggil Dave, dan masih menjalankan aksinya untuk menggoda Dave dengan tubuhnya.
Dave berjalan mendekat ke arah Margaret.
"Yes..." Sorak Margaret dalam hati
Dave tersenyum berada tepat di hadapan Margaret, membuat Margaret melepaskan kaitan bra nya yang ada di belakang tubuhnya membuat gunung kembarnya polos tanpa sehelai benang pun.
jreng jreng jreng......
__ADS_1
reader panasπ€π€π€π€