
"Kau hanya wanita lemah. Jangan berani macam-macam padaku" Sentak anak buah Margaret, membuat Jasmin terjatuh.
"Auhhhh." Ringis Jasmin sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.
Bukhhh, bukkhhh, bukkkhhh,
Bomengan mentah melayang di wajah dan di perut anak buah Margaret. "Berani sekali kau menyentuh adikku dengan tangan kotormu. Rasakan ini." Ucap Junior dengan terus memba-bi buta memukul hingga pria itu tak sadarkan dirinya.
Jasmin yang melihat itu langsung mendekat ke Ryan dan memeluk tubuh Ryan.
"Sayang."
"Ibu, hikks hikks, hikks."
"Sekarang kau aman, sekarang ada ibu disini sayang." Jasmin mencium seluruh wajah Ryan dengan penuh sayang, namun setelah itu Jasmin menatap kasihan pada sang anak.
Seluruh badan Ryan penuh dengan bekas pukulan, Jasmin menujuk salah satu bekas luka yang ada di tubuh Ryan. Ryan meringis karena terasa perih sekali. "Siapa yang melakukan ini?" tanya Jasmin.
Ryan menunjuk pria yang tadi di pukul oleh Junior.
__ADS_1
Amarah di wajah Jasmin tak bisa tertahankan lagi. "Beri dia pelajaran, hingga ia meminta untuk mati sendiri." Titah Jasmin pada Junior membuat Junior kaget akan ucapan Jasmin.
"Apa Margaret juga menyiksamu sayang?" tanya Jasmin dengan lembut, dan Ryan menganggung.
Jasmin mengepalkan kedua tangannya, emosinya semakin tersulut. Sungguh ia ingin sekali mematahkan tangan Margaret karna telah lancang membuat Ryan anak tersayangnya menderita menahan sakit di sekujur tubuhnya. Bukan hanya fisik tapi batin Ryan juga pasti telah terluka karna perbuatan Margaret.
"Maafkan ibu, yang lalai menjagamu sayang." Ucap Jasmin dengan sangat telah menyesal karna meninggalkan Ryan seorang diri di sekolah. "Ibu janji akan menjagamu lebih ketat lagi." Jasmin memeluk tubuh Ryan, air mata Jasmin sudah tak bisa ia bendung melihat keadaan sang anak yang sangat memprihatinkan.
"Ibu.. Sakit, sakit bu." Ucap Ryan dengan tangis.
Jasmin langsung menggedong tubuh Ryan, membawanya menuju mobil.
"Aku bisa. Aku seorang ibu yang selalu ada untuk anak-anaknya." Ucapnya lalu kembali berjalan.
Junior dengan cekatan membuka pintu mobil saat mereka telah sampai. Dengan perlahan Jasmin meletakkan Ryan di kursi belakang mobil. Dan dengan cepat Jasmin mencari air mineral, memberikan pada Ryan. Setelah itu Jasmin menatap Junior.
"Jaga Ryan dengan baik, aku percaya padamu." Ucapnya lalu mencium kening Ryan.
"Ibu..." Panggil Ryan.
__ADS_1
"Ibu pergi sebentar, ibu janji akan segerah datang kembali."
Ryan menganggukkan kepalanya. Sedangkan Junior hanya bisa menghela nafas, ia tahu betul apa yang akan di lakukan oleh Jasmin.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
"Dimana dia???" Teriak Jasmin saat masuk kedalam ruangan yang dimana ada Margaret dan juga Dave.
Rifqi yang sedari tadi mengikuti Jasmin hanya bisa diam. Karna takut melihat raut wajah Jasmin yang tidak seperti biasanya.
"Jasmin." Ucap Dave "Lebih baik kau dimobil saja. Biar aku yang selesaikan semua ini."
Jasmin tak menjawab perkataan Dave. Jasmin langsung berjongkok di hadapan Margaret.
Plak, plak
Dua kali tamparan indah mendarat di pipi Margaret.
"Berani sekali kau menyentuh anakku." Ucap Jasmin lalu meminta pada Rifqi selipit yang sedari tadi sudah ia siapkan dari mobil.
__ADS_1
Sebelum masuk kedalam gedung ini. Jasmin terlebih dahulu meminta selipit pada Junior, itu lah mengapa Junior tahu apa yang akan Jasmin lakukan pada Margaret.