
"Daddy mau kemana?" tanya Ryan saat melihat Dave tengah mengganti bajunya.
"Hanya ingin mencari angin." jawab Dave. "Sayang tidurlah lebih dahulu, jangan menunggu Daddy. Okey" Dave mendekat ke arah Ryan sambil merapikan bajunya.
"Apakah lama Dad?" tanya Ryan
"Daddy tidak tahu sayang "
"Apa aku boleh ikut?"
"No sayang. Daddy ingin menemui rekan bisnis. Jadi sebaiknya kamu tidur karna ini sudah malam."
"Baiklah Dad." Ucap Ryan pasrah.
Setelah memberikan penjelasan pada Ryan, kini Dave keluar dari kamar, menuruni anak tangga satu persatu, kemudia menuju ke mobilnya. Tujuannya kali ini yaitu rumah Jasmin. Meski dalam keadaan wajah yang masih babak belur, belum sepenuhnya pulih tapi Dave tetap saja tidak menghiraukan sama sekali. Yang terpenting saat ini yaitu meminta maaf kepada Jasmin dan berharap Jasmin ingin memaafkan dirinya, dan menerima dirinya agar bisa bersatu dengan Ryan dan bayi yang kini dikandung oleh Jasmin.
__ADS_1
Mobil yang Dave kendarai telah tiba di depan gerban rumah Jasmin. Namun sayang pintu gerban tak juga dibuka, karna titah dari Junior tempo hari untuk tidak memberikan izin dan tidak membuka gerbang untuk Dave.
Dave hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Karna tujuan nya ingin meminta maaf malam ini harus kandas.
...🍃🍃🍃🍃...
"Jasmin, bagaimana keadaan mu?" tanya Disthi yang kini sedang berada dikamar Jasmin.
Semenjak sore hari Disthi sudah berada di rumah Jasmin, membawakan Jasmin berbagai macam buku khusus untuk ibu hamil, agar Jasmin bisa membaca dan mempelajari tetang kehamilan.
"Seperti yang kau lihat" jawab Jasmin sambil merapikan buku yang Disthi bawakan untuknya. "Makasih yah Dis, udah repot-repot bawain buku."
Jasmin menghentikan gerakannya dan menoleh kearah Disthi. "Kenapa? Mau balas dendam?"
"Tentu! jika aku bertemu dengan nya, akan kubuat perhitungan padanya." Dengan serius Disthi berucap sambil mengepalkan kedua tangannya, membuat Jasmin tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau yah, dari dulu selalu saja bar-bar." ucap Jasmin. "Ouh iya tumben jam segini Junior belum menjemputmu?" tanya Jasmin sambil melirik jam yang menempel di dinding kamarnya.
"Tadi dia mengirim pesan jika sudah on the way kesini."
"Ouh mungkin kena macet." Ucap Jasmin lalu berjalan menuju balkon, ingin menghirup udara. Dan tanpa sengaja mata Jasmin menatap ke luar gerban, dilihatnya Dave yang kini tengah berdiri disana. Dan Jasmin langsung masuk, langsung menutup pintu agar Disthi tidak melihat.
.......
Junior menekan klakson mobilnya dan menyorot lampu mobil ke arah Dave sehingga membuat Dave menyipitkan matanya karna silau dari lampu mobil Junior.
"Ternyata kau belum kapok juga." Gumam Junior lalu turun dari mobil tanpa mematikan mesin mobil, Junior membiarkan lampu mobil terus menyala.
"Kau!!" Ucap Junior desertai bogeman mentah keperut Dave. Membuat Dave mundur selangkah karna pukulan tersebut. "Kau belum kapok? Sekarang pilihlah, masuk ke rs atau kuburan?" tanya Junior sambil mencengkran kerah baju Dave.
"Maaf. " Hanya kata itu yang kembali di ucap oleh Dave.
__ADS_1
"Maaf kau bilang!? Setelah apa yang kau lakukan pada adikku Jasmin? Dan gampangnya kau bilang maaf?"
"Tolong izinkan aku untuk menemui Jasmin" Dave mengatupkan kedua tangannya, memohon agar dirinya bisa bertemu dengan Jasmin dan meminta maaf secara langsung.