
Setelah kepergian Rey Ayu segera menutupkan pintunya dan masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Jam menunjukkan pukul 07:00 pagi,Ayu segera bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berpakaian.
Setelah itu Ayu segera berangkat menuju sekolah,sampainya di sekolah dia berjalan dengan pelan-pelan karena area sensitif dibawah perutnya masih terasa sakit setelah apa yang mereka lakukan di malam itu.
Tiba-tiba ketrin memukul pundaknya hingga membuatnya sangat terkejut.
"Ketrin,jantung saya hampir mau copot"kata Ayu
"sori,"kata Ketrin terkekeh.
"kamu kenapa? kok lemas sekali!"kata Ketrin
"kepala saya sedikit pusing"kata Ayu menutupinya.
Saat mereka hendak menuju ruangan kelas tanpa sengaja dia menatap Naila menggandeng tangan Rey,hatinya sangat hancur karena cemburu melihat Naila menggandeng tangan Rey
Ayu segera pergi menuju kamar mandi dan Rey angsung menghempaskan tangan Naila dan segera berjalan dengan cepat dari belakang tubuh Ayu.
Air matanya langsung meluncur dari kedua bola matanya disaat membayangkan apa yang mereka lakukan di malam itu.
Kamu jahat Rey,kamu tega selingkuh dibelakang ku gumam Ayu sambil menangis di kamar mandi.kemudian dia mengusap air matanya,saat Ayu keluar dari kamar mandi dan Rey langsung menarik tangannya.
"Ayu,kamu kenapa?"tanya Rey dengan wajah cemas
"lepasin tangan aku.saya gak suka sama cowo playboy"kata Ayu langsung menghempaskan tangan Rey
"Ayu,kamu itu sudah salah paham "kata Rey
"apa?mata saya itu gak buta.sangat jelas mata saya melihat Naila menggandeng tangan kamu"kata Ayu dengan mata berkaca-kaca.
"Ayu,aku itu gak ada hubungan apa-apa sama Naila.dia aja yang selalu dekat sama aku"kata Refaldi.Ayu hanya diam.
"percayalah Ayu,aku hanya mencintai seorang wanita yaitu kamu"kata Rey sambil mengangkat kepala Ayu dan mencium bibirnya dengan rakusnya hingga Ayu susah bernapas.
Ketrin terbelalak di saat menatap kedua insan itu sedang ciuman saat ketrin hendak ke kamar mandi,kemudian dia langsung keluar disaat Ayu dan Juga Rey keluar dari kamar mandi.
"Rey,aku tidak ingin orang lain tau tentang hubungan kita"kata Ayu menatapnya.
"iya sayang,kata Rey tersenyum
Ayu langsung pergi menuju kelas sedangkan Rey langsung pergi menuju kantin.Ketrin sangat terkejut di saat melihat mereka berdua kemudian dia segera berjalan menghampiri Ayu ke dalam kelas.
__ADS_1
"Ayu,aku mau bicara dengan kamu"kata Ketrin dengan penasaran sambil menarik tangan Ayu keluar.
"iya,ada apa sih?"tanya Ayu.
"kamu jujur ya,kamu ada hubungan apa sama si cowo tampan itu?"tanya Ketrin dengan tersenyum sambil melirik Rey yang sedang berdiri sambil ngobrol dengan adek kelasnya.
"emang,itu penting sama kamu?"tanya Ayu terkekeh
"maaf ya,saat saya hendak ke kamar mandi saya melihat kamu dan juga Rey i sedang ciuman"kata Ketrin dengan suara bergetar.
Senyum indah Ayu seketika hilang di saat mendengar perkataan sahabatnya itu,dia menatap ketrin dengan tersipu malu.
"ketrin,kamu janji dulu jangan bilang sama orang kalau aku ada hubungan dengan Rey"kata Ayu
"iya,aku janji"kata Ketrin tersenyum
"sebenarnya,kami itu sudah lama pacaran"kata Ayu
"ha,serius kamu?"tanya Ketrin terkejut
"ia,malam itu hujan sangat deras dan akhirnya kami melakukan yang tidak seharusnya dilakukan sebelum pernikahan"kata Ayu tersipu malu
"apa? maksud kamu hubungan intim gitu?"tanya Ketrin dengan kedua bola matanya melotot.Ayu menganggukkan kepalanya dengan tersipu malu.
"tapi kamu harus janji,biar ini jadi rahasia kita berdua"kata Ayu
"ok,aman"kata Ketrin sambil beranjak bersama Ayu kedalam kelas.
Setelah pulang sekolah Rey memilih untuk pulang menuju Rumah,sampainya di rumah dia langsung berganti pakaian dan berbaring di atas ranjang sambil membayangkan senyuman wajah cantik Ayu.
Suara ketokan pintu membuatnya segera berjalan untuk membuka pintu.dia menatap Ica sedang berdiri dan tersenyum menatapnya.
"mau apa kamu kesini?"tanya Rei dengan cuek
"mau ngajak kamu!"kata Ica sambil menarik tangannya.
"eh monyet,lepasin tangan saya"kata Rey sambil menghempaskan tangan Ica.
"ok,apa perlu saya laporin sama tante Rosa ya"kata Ica dengan senyum mengejek
dasar monyet,,gumam Rey sambil menghela nafas dengan panjang.
Rey langsung berjalan mengikuti Ica dari belakangnya,kemudian mereka duduk sambil nonton acara tivi hingga Rey tidur dengan pulas di samping ica.
__ADS_1
Kemudian Ica tersenyum sambil mencium keningnya dan menutupi tubuh Rey dengan jaketnya.setelah itu Ica pamit kepada Rosa.
Jam manunjukkan pukul 06:00 sore,suara Azan berkumandang membangunkan Rey dari tidurnya.dia segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan berpakaian.
Karena ketepatan malam Minggu dia pamit kepada ibunya untuk pergi ke rumah sahabatnya yang bernama Adi.sampainya di rumah Adi Rey langsung duduk diatas sofa sambil ngobrol.
"Adi,apa kamu pernah mencintai seseorang?"tanya Refaldi.Adi langsung terbahak-bahak disaat mendengar perkataan Rey
"pernah,tetapi sejak hubungan kami berakhir dengan dia aku tidak ingin mengenal yang namanya jatuh cinta"kata Adi dengan wajah sedih
"maaf Adi,aku tidak ingin menyinggung perasaan kamu"kata Rey
"tidak apa-apa.lupakan saja "kata Adi dengan santai
"kalau boleh tau,siapa wanita itu?"tanya Rey penasaran
"Ketrin,sahabatnya Ayu"kata Adi membuat Rey menatapnya seketika.
"saya juga sangat mencintai seseorang,tapi,,,"Reyi menghentikan perkataannya dengan wajah sedih
"tapi apa maksud kamu?"tanya Adi penasaran.
"papa menjodohkan aku dengan anaknya Om Tomi"kata Rey
"yang sabar ya"kata Adi
"Adi,tolong bantu saya gimana caranya supaya saya gak jadi dijodohin "kata Rey
"Rey,saya gak bisa bantu kamu,saran saya sebaiknya kamu menikah dengan wanita pilihan kamu sendiri"kata Adi
"gimana caranya?"tanya Rey dengan suara keras
"ya,kamu harus bertindak.pokoknya jangan mau dijodohin,ingat kita itu udah dewasa gak seperti anak kecil lagi hidupnya di atur-atur!"kata Adi
"lupakan saja.aku ingin tidur"kata Refaldi menghabiskan minumannya dan berbaring diatas sofa.
Mereka berdua tidur hingga pagi,jam menunjukkan pukul 09:00 pagi,Refaldi segera bangun dan pulang menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motornya.
sampainya dirumah,Rehan menatapnya dengan tatapan panas karena Refaldi tidak pulang malam itu.Kemudian Rehan menghampirinya dan bertanya.
"Refaldi,dari mana saja kamu tadi semalam makanya tidak pulang kerumah?"tanya Rehan dengan kedua tangan diatas dada.
"pah,aku ketiduran,,,"Rehan menghentikan perkataannya dengan menampar wajah Refaldi.
__ADS_1