Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
Boncap 3


__ADS_3

"Dad, Ibu. Maafkan Ryan karena tidak ikut bersama Daddy dan juga ibu." Ucap Ryan saat kedua orang tuanya hendak pulang ke rumah utama Dave.


"Tak apa sayang, tapi ingat! Jangan tidur terlalu larut." titah Dave pada sang anak.


"Derald, jaga Ryan. Awas saja kalau kau tidak menjaganya maka ini bagianmu." kata Jasmin sambil mengepalkan tangannya hadapan Derald sang adik.


"Kau itu kak, masih saja belum berubah." ucap Derald. "Jika aku menjadi kak Dave, aku mungkin akan mundur" Timpalnya lagi sambil tertawa.


"Kau!" Jasmin hendak maju mendekat tapi di tahan oleh Dave.


"Sayang, jangan seperti itu."


"Jasmin, Derald. Kalian berdua seperti tom and jerry saja. Tidak pernah mau berubah dan selalu saja berdebat." Timpal Mok Yoona.


"Momy, Papi. Kalau begitu Jasmin pamit dulu. Jaga Ryan yah, minggu depan aku dan Dave akan menjemputnya."


"Ingat pesan Mom."


"Baik Mom."


Kini Dave dan Jasmin tengah berada di dalam perjalanan. Sepanjang perjalanan, Dave terus menggengam tangan Jasmin dan sesekali mengecup pucuk tangan Jasmin. Dave merasa. bahagia karena apa yang ia harapkan kini telah terjadi. Dave tak mampu lagi berkata-kata. Dave hanya bisa berjanji dalam hati, kelak ia akan menjadi pria yang akan selalu mencintai Jasmin hingga sampai maut memisahkan dan akan selalu berada dan menjaga keluarga kecilnya dengan punuh cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


"Dave, ini kan-," Jasmin tidak meneruskan ucapan nya kala mobil yang Dave kendarai telah tiba di sebuah rumah mewah.


Jasmin turun dan menatap pekarangan rumah tersebut, lalu menatap wajah Dave meminta penjelasan.


"Ini rumah baru kita sayang."


"Dave-," Jasmin menitihkan air matanya. Jujur memang Jasmin tidak ingin tinggal di rumah dahulu Dave karena ada kenangan Margaret di sana saat Margaret masih menjadi kekasih Dave. Hanya saja Jasmin memilih diam dan tak mau meminta hal lebih pada Dave. Jasmin sudah sangat bersyukur dengan Dave yang mencintainya dan juga menyayanginya.


"Ini hadia untukmu karena telah sabar dan mau memaafkan diriku." Ucap Dave sambil memeluk tubuh Jasmin. "Aku mencintaimu Jasmin, dan aku mau membuat kenangan denganmu dengan rumah baru kita ini. Buatlah rumah ini menjadi hidup dengan cinta kita berdua dan dengan tawa serta tangis anak kita nantinya, Ryan dan juga calon adek bayi."


Jasmin menganggukkan kepalanya. Sungguh ia tidak dapat berkata-kata lagi untuk saat ini. Jaamin merasa sangat bahagia hingga air mata menetes. Air mata kebahagiaan.


"Sini." Dave menepuk sisi kiri tempat tidur agar Jasmin segerah membaringkan tubuhnya di samping Dave.


Jasmin tersenyum sambil naik secara perlahan. "Terima kasih" Ucap Jasmin saat sudah berbaring


"Untuk?"


"Semuanya."


"Kau berhak mendapatkan itu sayang" ucap Dave lalu mencium bi-bir lembut Jasmin yang sudah menjadi candu nya. Ciuman yang lembut kini berubah menjadi menuntu, hingga satu persatu kancing baju tidur Jasmin terlepas dari tempatnya.

__ADS_1


Jasmin menutup matanya, merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam tubuhnya. Sentuhan Dave saat ini sangat berbeda dengan sentuhan yang dulu Dave lakukan hingga sampai membuat Jasmin berbadan dua.


Saat mata Jasmin tertutup tiba-tiba, Jasmin mendorong tubuh Dave, membuat Dave menghentikan aksinya.


"Maaf" Ucap Jasmin lalu menarik selimut menutupi tubuh atasnya yang sudah polos akibat perbuatan Dave


"Sayang." Dave mengusap pucuk kepala Jasmin.


"Maaf." Jasmin menunduk. "Maaf karena aku belum siap." Timpalnya kemudian.


**Hay reader setia autor.. Makasih yah karena kalian sudah sangat setia sampai saat ini. Tanpa kalian novel autur bukanlah apa-apa. Soo, makasih banget yah untuk semua😘😘😘😘


Ouh yah, autor juga udah nulis novel baru yang berjudul : INDAH istri yang tak di anggap


Yukk kepoin novel autor, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


karena di novel baru autor bakalan bagi-bagi uang tunai untuk reader yang setia.


autor tunggu kalian yah di novel baru autor🤗🤗😘😘


salam sayang dari autor rebahan yang kadang khilaf dan ngeselin🤣🤣**

__ADS_1


__ADS_2