
pagi hari yang cerah saat Rosa bangun dari atas ranjang, dia berjalan sambil menatap kaca jendela kamarnya setelah beberapa menit Rosa langsung pergi ke kamar mandi .
setelah siap membersihkan badannya dan berpakaian, Rosa langsung berjalan menuju lantai bawah dan menghampiri Rehan sedang duduk diruang kerjanya.
Rosa menatap Rehan sangat sibuk menatap layar monitor nya. kemudian Rosa berlari keatas dan mengganti pakaiannya dengan gaun ketat hingga membentuk tubuhnya yang mirip gitar spanyol.
Rosa langsung turun ke lantai bawah dan mengambilkan segelas air putih untuk suaminya, sampainya di ruang kerja Rehan
Rosa berjalan sambil merayu suaminya dengan tubuh indahnya, Rehan kecilnya sangat tegang saat Rehan memandanginya.
Rosa yang sudah mulai pintar merayu suaminya langsung duduk dipangkuan Rehan dengan kedua tangannya melingkar dileher Rehan, gunung kembar Rosa yang sangat menantang menyentuh dada Rehan hingga membuat pria tampan itu semakin bergairah.
Rosa kembali berdiri dengan terbahak bahak saat menatap Rehan yang semakin bergairah Rehan yang merasa aneh dengan tingkah istrinya itu langsung menatapnya dengan tatapan memangsa sambil berkata.
"dasar ganjen kamu "ucap Rehan tersenyum sambil mencium leher Rosa. kemudian Rosa menggelitiki tubuh Rehan membuatnya berlari mengejar Rosa sampai kelantai tiga sedangkan bibi Yuna hanya tersenyum menatap majikannya disaat bibi Yuna menggendong Rey diruang tamu.
sampainya di lantai tiga mereka yang tidak tau Bu Vivi yang sudah datang dan tidak memberikan kabar untuk menjenguk cucunya yang sangat dia rindukan langsung masuk kedalam rumah.
Bu Vivi tersenyum sambil menatap cucunya itu yang sedang bermain dengan bibi Yuna di lantai. kemudian Bu vivi mencium dan menggendong putranya yang semakin menggemaskan itu dan berkata.
"bi, Rehan dan Rosa kemana ya? "tanya Bu Vivi
"den Rehan sama non Rosa ada di atas non "ucap bibi Yuna, Bu Vivi segera berjalan ke lantai atas dan menghampirinya
sAmpainya di lantai atas saat Bu Vivi berjalan dengan lembut dia menatap seluruh isi ruangan yang begitu mewah,indah dan rapi dia tidak ingin keluar dari ruangan itu dia menyempatkan untuk bergolek-golek sofa.
namun karena dia terburu-buru dia memilih untuk menghampiri anaknya. kedua bola matanya melotot saat menatap Rehan dan Rosa tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.
Bu Vivi yang masih merinding menatap Rehan dan Rosa langsung mundur dengan perlahan dan turun ke lantai bawah, sampainya dia lantai bawah Bu Vivi lpamit kepada cucunya dan bibi Yuna dia langsung pulang menuju rumahnya.
* ih,,,, jorok amat sih si Rehan * Bu Vivi merinding sambil berkata kata didalam hati saat duduk di dalam mobil, sedangkan supir pribadinya hanya diam sambil menatap Bu Vivi dari kaca mobilnya.
__ADS_1
sedangkan Rehan dan Rosa masih tertawa dengan terbahak bahak, setelah beberapa menit saat mereka duduk di atas sofa Rehan yang tidak tahan dengan nafsunya langsung membaringkan Rosa di atas sofa dan ******* bibir Rosa dengan rakusnya membuat Rosa susah bernapas.
Saat diujung kenikmatan Rosa segera mengenakan pakaiannya dan merapikan rambutnya yang berantakan,sedangkan Rehan masih terbaring karena lelah saat bercocok tanam di hutan belantara sambil tersenyum memandang istrinya itu.
setelah Rehan dan Rosa siap bertempur mereka langsung berpakaian dan turun kelantai bawah, sampainya dilantai bawah Rosa menatap sebuah mainan yang baru yang terletak di atas meja yang berada diruang tamu sambil berkata.
"bi, siapa yang beli mainan baru ini? "tanya Rosa menatapnya
"loh, tadi kan Bu Vivi datang kesini non untuk melihat Rey "ucap Bibi Yuna
"terus, mama kemana? "tanya Rosa terkejut
"udah pulang non, tadi kan Bu Vivi udah naik keatas untuk menemui non dan juga den Rehan" ucapan Bibi Yuna membuat Rosa semakin bertanya tanya di dalam hati sambil menatap Rehan.
*apa mama tadi datang ke lantai tiga, terus lihatin saya dan mas Rehan saat bertempur? * Rosa berkata kata di dalam hati, sedangkan Rehan yang menatapnya hanya tersenyum dan masuk ke ruang kerjanya.
Rosa yang masih tidak tenang dan kepikiran terhadap Bu Vivi langsung menghampiri Rehan menuju ruang kerjanya
"gak tau ah, "jawab Rehan sambil menatap layar monitornya, Rosa yang masih kepikiran dengan Bu Vivi langsung berteriak dengan keras membuat Rehan sangat marah.
"Mas, apa kamu gak kepikiran sama mama jika menatap kita saat bertempur dilantai atas? "tanya Rosa sangat marah saat Rehan asik menatap layar monitornya.
"udah, kamu gak usah pikirin mama! saya lagi sibuk "kata Rehan membuat Rosa langsung ngambek dan duduk di samping Rehan dengan kedua tangan di atas dada
"Rosa, kamu itu kenapa sayang? "tanya Rehan dengan lembut
"gak tau ah!!! "jawab Rosa dengan marah dan keluar dari ruangan itu.
setelah beberapa menit Rehan langsung masuk kedalam kamar dan menatap Rosa masih duduk di tepi ranjang dengan wajah merah seperti kepiting goreng, pikiran Rosa masih tertuju kepada Bu Vivi yang sudah pulang tanpa sepengetahuan Rosa.
"Rosa, kamu udah makan siang? "tanya Rehan
__ADS_1
"belum, "jawab Rosa dengan cuek
"kamu itu kenapa sih Rosa ? "tanya Rehan menatapnya
"Mas, coba kamu bayangin mama datang dan pulang tanpa sepengetahuan kita, jadi mama mungkin sudah melihat kita dong saat bertempur dilantai atas "kata Rosa meliriknya
"Rosa, mama dulunya juga muda seperti kita udah ah gak usah pikirin itu, "ucap Rehan langsung menarik tangan Rosa menuju dapur
Rosa yang keras kepala langsung menelfon Bu Vivi dengan telepon rumah.sedangkan Rehan masih berdiri menatapnya dengan menggelengkan kepala.
( halo mah,,, ) kata Rosa
( halo, ada apa Rosa?) tanya Bu Vivi
( mama tadi datang ke rumah ya?)
( ia, mama tadi datang ke rumah kamu, karena mama sangat terburu- buru mama langsung pulang) kata Bu Vivi menutupinya
( oh, udah ya mah!) kata Rosa langsung memutuskan sambungan teleponnya
hati Rosa langsung tenang setelah mendengar perkataan Bu Vivi, Rosa langsung tersenyum saat menatap Rehan yang sedang berdiri dan bersandar di dinding menatapnya.
kemudian mereka berjalan menuju dapur untuk makan siang, sampainya di dapur Rosa langsung duduk sambil menyajikan makanan di atas piring Rehan.
setelah siap makan dia menatap bibi Yuna sedang menyuapi putranya saat makan
Reyi yang semakin gemas dan lucu sudah berumur satu tahun.
setelah putranya siap makan Rehan langsung menggendong anaknya menuju kamar sampainya di kamar Rehan langsung berbaring di atas ranjang sambil bermain dengan anaknya.
setelah beberapa menit mereka langsung memejamkan mata, Rosa tersenyum saat menatap suaminya dan anaknya sudah tidur dengan pulas.
__ADS_1