Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
74


__ADS_3

"Dad bagaimana, apa kita jadi menemui ibu?" Tanya Ryan kembali, yang sudah tidak sabar untuk menemui ibunya.


"I-iya sayang." Jawab Dave terbata.


Lalu Ryan menarik tangan Dave agar mengikuti langkahnya menuju mobil. Ryan sungguh tidak sabaran lagi. "Ayo Dad." Ajak Ryan.


Dave hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Ryan hingga sampai di depan mobil. "Kau siap?" Tanya Dave.


"Tentu Dad." Jawab Ryan sambil tersenyum dan membuka pintu mobil.


Didalam perjalanan, Ryan tak henti-hentinya tersenyum karna sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan ibu tercintanya. Sedangkan Dave diam seribu bahasa, sesekali melihat Ryan yang berada disamping kirinya. "Semoga ibumu mau menerima kita kembali." Batinnya lalu mengusap pucuk kepala Ryan.


"Dady, aku tidak sabar ingin bertemu ibu."


Dave hanya tersenyum menanggapi ucapan Ryan. Hingga tanpa terasa mobil yang Dave kendarai telah tiba di depan rumah Mom Yoona,. Dave turun sembari meminta kepada penjaga rumah agar pagar dibuka. Dan dengan alasan pekerjaan akhrinya pintu pagar pun terbuka lebar.


Setelah memarkirkan mobilnya Dave turun, dan tanpa diduga Ryan langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah. Rumah yang pintunya tertutup langsung Ryan buka tanpa memperdulikan siapa pemilik rumah tersebut.


"Ibu.. ibu.." Panggil Ryan sembari masuk kedalam rumah.


"Ryan sayang ,tunggu Dady " teriak Dave memanggil Ryan yang kini hilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Ibu .. Ibu dimana?" Panggil Ryan kembali.


Lalu Derald adik Jasmin keluar dan menemui Ryan yang kini berdiri diruang tamu. "Kau siapa?" Tanya Derald "kenapa mencari ibumu disini?" Timpalnya lagi


"Ibu .. aku mencari ibuku, aku ingin bertemu dengan ibuku?"


"Siapa ibumu?"


Tanpa menjawab Ryan berjalan masuk lebih kedalam. "Ibu.." teriak Ryan


"Hey kau siapa? Ibumu tidak ada disini."


Jasmin yang kini sedang berada didapur bersama dengan Mom Yoona mendengar suara yang sangat ia kenal yang kini tengah memanggilnya. "Tidak mungkin! Aku pasti hanya sedang merindukan Ryan, makanya suaranya begitu nyata." Batin Jasmin.


"Tidak apa Mom.


"Ibu .." Ryan berdiri menatap belakang Jasmin. "Ibu .." ucapnya lagi dengan air mata yang menetes, Jasmin yang kembali mendengar suara panggilan itu langsung menoleh. Jasmin pikir ini hanya ilusi karna sangat rindu kepada sang anak.


"Ibu." Lirih Ryan yang masih diam mematung di tempatnya.


"Siapa kau? Disini tidak ada ibumu" Derald datang menghampiri Ryan membuat Jasmin sadar jika benar yang ada di hadapan nya saat ini adalah anaknya. Anak yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Ryan anak ku." Ucap Jasmin dan berlari menuju Ryan sambil merentangkan kedua tangannya. "Sayang" ucap Jasmin sambil memeluk tubuh Ryan.


"Ibu .. ibu .. ibu.." ucap Ryan. "Aku rindu ibu"


"Ibu juga sayang." Ucap Jasmin dan keduanya larut saling melepaa rindu.


Mom Yoona dan Derald hanya bisa diam melihat Jasmin dan Ryan yang saling berpelukan.


"Ibu .. Jangan pergi lagi." Kata Ryan saat melepas pelukan dari Jasmin. "Ibu." Panggilnya lagi sambil menghapus air mata dipipi mulus Jasmin. "Aku rindu bu." Ulang Ryan, dan Jasmin kembali membawa Ryan kedalam pelukannya.


"Bagaimana keadaan mu sayang? Kau sehat kan? Apa tidurmu teratur? Bagaimana dengan sekolahmu? Dan bagai ..." ucapan Jasmin terputus kala Bibi datang.


"Nyonya. Diluar, tuan Junior mengamuk dan memukul seseorang pria." Ucap bibi dengan panik.


"Siapa ?" Tanya Mom Yoona dan langsung berjalan keluar.


Jasmin melihat Ryan. "Sayang apa Dady mu yang mengantarmu kesini?"


"Iya bu." Jawan Ryan dan Jasmin langsung menarik tangan Ryan untuk keluar melihat apa yang Junior lakukan pada Dave.


Selamat bermalam minggu semuanya.🥰🥰🥰

__ADS_1


calangheooo❤❤.


tanggal 03-03 -2022. autor bakalan umumin 10 pemenang yang berhak dapat pulsa 20rb. jadi tetap stay yah, dan jangan lupa like dan komennya..Makasih semuanya🥰🥰


__ADS_2