
"Menyesal kau bilang? Enak sekali kau berucap."
Dave tak tahu harus berkata apa, Dave hanya diam di tempatnya, bahkan untuk menggerakkan jarinya ia sudah tidak bisa. Sedangkan Daddy Adam, ia kembali memberi makan pada ikan-ikannya.
Hingga tercipta keheningan di antara keduanya.
"Sayang, ayo diminum dulu obatnya." Mom Yoona datang membawa nampan yang berisi segelas air serta obat untuk suaminya.
Setelah memberikan obat untuk suaminya, Mom Yoona kembali meninggalkan mereka berdua yang seperti televisi rusak volumenya. Ada gambar tapi tak ada suara.
Daddy Adam lalu memutar perlahan roda kursi rodanya untuk masuk kedalam rumah. Sedangkan Dave yang melihat langsung berdiri dan membantu Daddy Adam.
"Lepaskan! Saya tidak butuh bantuan darimu." Bentak Daddy Adam.
Dave melepaskan kursi roda tersebut.
"Kembali ke posisimu dan jangan bergerak." Titah Daddy Adam dan meninggalkan Dave sendiri.
Dave yang mendapatkan perintah, langsung kembali keposisinya yang bersujud. Dave sudah tidak memikirkan tubuhnya yang lelah, Dave hanya memikirkan bagaimana dirinya bisa mendapat maaf.
Hingga sejam berlalu. Dave benar-benar tidak menyerah sama sekali. Membuat Daddy Adam tersenyum. Ia membayangkan di masa lalu, bagaimana dirnya yang berjuang untuk mendapatkan maaf dari orang tua Yoona. Bahkan Daddy Adam pun mendapatkan perlakuan yang lebih parah dari Dave rasakan saat ini.
__ADS_1
"Bukalah." Daddy Adam menyerahkan album foto pada Dave.
Dave mendongakkan kepalanya menatap wajah Daddy Adam yang kini tersenyum di hadapannya.
"Bukalah." Pinta Daddy Adam lagi, dan Dave pun mengikutinya.
Lembar pertama, gambar menautkan alisnya melihat foto seorang bayi yang baru langsung menautkan alisnya.
"Cantik bukan? Itu hari pertama dia lahir di dunia. Dan saat itu adalah hari paling bahagia aku dan istriku karena setelah penantian selama beraba tahun, akhrinya kami bisa memiliki anak."
"Jasmin?" Tanya Dave.
"Iya itu Jasmin, putri terhebatku"
Lalu Dave berhenti dan kaget saat matanya tertuju pada foto pernikahan Jasmin.
"Jasmin putriku sudah menikah."
Dave terdiam mencerna ucapan Daddy Adam. "Menikah? Tapi bukannya Jasmin." Batin Dave, ia tidak ingin merusak suasanan dengan pertanyaan yang mungkin akan membuatnya diusir.
"Dia anak anggak ku, dan Jasmin sangat jatuh cinta padanya, maka dari itu aku menikah kan mereka. Tapi..." Daddy Adam tak lagi meneruskan perkataannya. Karena air matanya jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangkah jika putrinya sampai saat ini belum bisa mendapatkan kebahagiaan.
__ADS_1
Dave yang melihat Dady Ada menangis langsung mendekat dan menggenggam kedua tangan Dady Adam.
"Jika kau bersungguh-sungguh. Tolong bahagiakan Jasmin. Namun jika kau hanya bermain-main, maka pulanglah sekarang." Ucap Dady Adam.
"Saya tidak akan pulang, saya sudah berjanji akan meminta maaf dan memperjuangkan Jasmin."
Dady Adam menatap wajah Dave. "Bahagiakan putriku, dia layak mendapatkan itu."
"Saya berjanji akan membahagiakan Jasmin dan juga bayi yang ia kandung."
"Tepati janjimu."
Dave menganggukkan kepalanya. Ia lebih bersemangat lagi untuk berjuang, karna sudah mendapat restu dari kedua orang tua Jasmin. Sungguh luar biasa kata Dave, bagaimana Jasmin memiliki hati yang luar biasa baik. Karena ternyata itu semua ajaran dan ketulusan dari kedua orang tuanya.
Dave juga saat ini merasa bahagia, karna atas didikan Jasmin, Ryan bisa menjadi anak yang baik dan penurut.
Sudah dapat maaf gaeees dari ortu Jasmin. Kalau dari Jasmin??? tentu belum dong🤣🤣🤣
Autor mau nebar bawang di bab Dave minta maaf pada Jasmin.. Hahahahaha autor beralir jadi penjual bawangðŸ¤.
Btw, jangan lupa like dan masukkan daftar Favorit yah.
__ADS_1
Dan karna hari ini adalah hari senin. Jadi jangan lupa Vote karyaku🥰🥰
Calanghaeooo semuanya🥰🥰😘😘😘