Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 37 Rehan bersama Arjun


__ADS_3

Rehan kembali membaringkan istrinya itu di atas ranjang kemudian dia menarik selimutnya dan menutupi tubuh Rosa dengan selimut sebatas lehernya karena tubuhnya yang semakin melemah.


Rehan pergi ke dapur dadanya terasa sesak dan air matanya membasahi wajah tampannya di saat membayangkan keadaan Rosa yang semakin memburuk sambil meneguk minumannya dengan berulang-ulang.


Rehan sungguh tidak sanggup membayangkan saat dia kehilangan wanita yang sangat dia cintai sambil berkata-kata dengan sendirian.


"apa dosaku, kenapa harus wanita yang aku cintai seperti ini? "Rehan berkata-kata sendirian sambil menangis.


tiba-tiba dia teringat dengan Dokter Arjun, Dokter yang selama ini menangani Rosa.Rehan langsung mengangkat ponselnya dan menelpon Dokter Arjun ternyata Dokter Arjun tidak menjawabnya.


Rehan kembali kelantai bawah dan berjalan menuju kamarnya, dia menatap Rosa masih tidur di samping anaknya.Rehan memandangi wajah cantik Rosa kemudian dia mencium kening Rosa.


saat sore jam menunjukkan pukul 10:00 pagi Rehan langsung bangun segera berjalan ke kamar mandi dan berpakaian, dengan terburu-buru Rehan langsung pergi dengan mengendarai mobilnya menuju rumah Dokter Arjun tanpa pamit kepada istrinya.


sampainya di rumah Arjun dia menatap seorang wanita pembantu Arjun sedang menyapu teras rumah, kemudian dia menghampirinya dan bertanya.


"mbak, apa Dokter Arjun ada di rumah ?"tanya Rehan


"ada pak, tapi den Arjun masih tidur"jawab wanita itu sambil menghentikan aktifitasnya dan beranjak masuk kedalam rumah untuk membangunkan Arjun.


tok,,,,tok,,,,tok suara ketokan pintu saat pembantunya membangunkan Arjun.


"iya ada apa bi? "tanya Arjun sambil mengusap wajahnya dengan kasar


"den, di luar ada tamu "kata wanita itu langsung beranjak menuju dapur


Dokter Arjun langsung berjalan menuju ruang tamu dan menatap Rehan masih berdiri sambil menatap poto yang terpajang di dinding rumahnya dengan sepasang poto anak-anak yang sudah berumur lima tahun.


"ada urusan apa Pak Rehan pagi-pagi datang kemari? "tanya Dokter Arjun menghampirinya.


"Dokter, saya sungguh tidak sanggup melihat keadaan istri saya "kata Arjun dengan mata berkaca-kaca


"Pak Rehan harus sabar dan kuat kami akan melakukan semampu kami untuk kebaikan Rosa "kata Arjun menatapnya


"Arjun,apa penyakit istri saya masih bisa sembuh? "tanya Rehan menatapnya penuh berharap


"Puji Tuhan, semuanya pasti akan baik-baik "jawab Arjun untuk menyenangkan hati Rehan


"Arjun, saya berharap kamu bisa memaafkan perlakuan saya waktu kemarin di taman "kata Rehan


"tidak apa-apa,saya sudah memaafkan bapak "kata Arjun tersenyum

__ADS_1


"kamu masih beruntung bisa memiliki Rosa seutuhnya "tambah Arjun membuat Rehan menatapnya


"maksud kamu?"tanya Rehan


"Pak Rehan,apa kamu bisa melihat poto itu? "tanya Arjun


"ya, sejak tadi saya memandanginya "jawab Rehan tersenyum


"Pak Rehan, sejak kecil saya dan Rosa selalu bersama hingga lulus SMA dan sejak kematian Ayahnya dia rela menjadi tulang punggung.sejak itu dia tidak pernah ada waktu untuk bicara denganku dan semakin menjauh,hatiku semakin hancur saat Rosa sudah menikah "kata Arjun


"Arjun maafkan saya sudah,,,"Arjun langsung memotong perkataan Rehan


"Rehan, kamu tidak perlu minta maaf,aku hanya ingin kamu bahagiakan dia "kata Arjun menatapnya


"terimakasih Arjun kata Rehan sambil memeluk Arjun dan beranjak menuju mobilnya yang sedang parkir di depan halaman rumah Arjun.


dengan merasa senang Rehan mengendarai mobilnya untuk pulang menuju apartemennya,sampainya di apartemen Rehan dia memarkirkan mobilnya di garasi dan masuk kedalam rumah


Rehan menatap Bu Vivi sedang duduk di ruang tamu,kemudian dia menghampirinya dan duduk di samping Bu Vivi.


"Rehan, kamu habis dari mana?"tanya Bu Vivi


"cari udara segar "jawab Rehan sambil menonton acara tivi


"Rehan, sejak rambut istri kamu rontok Rosa kebanyakan mengurung diri di kamar "jawab Bu Vivi


"ya udah,Rehan ke kamar dulu ya mah "kata Rehan beranjak menuju kamar.


sampainya di kamar Rehan menatap Rosa sedang berdiri sambil menatap kaca jendela, Rehan menghampirinya dan memeluk tubuh Rosa dari belakang dan berkata


"sayang, kamu kenapa? "tanya Arjun


"aku gak kenapa-kenapa "kata Rosa


"Mas,kamu habis dari mana? "tanya Rosa


"habis dari luar cari udara segar "jawab Arjun menutupinya


"Mas temani aku ke taman ya"kata Rosa menatapnya.


"iya sayang"kata Rehan beranjak menuju lantai bawah. sampainya di taman mereka duduk di bawah pohon dengan sebelah tangan Rehan memeluk tubuh Rosa.

__ADS_1


"Mas,apa kamu tidak bosan mencintaiku?"tanya Rosa menatapnya


"apa pun yang terjadi dengan kamu, cinta saya tidak akan pernah berubah "kata Rehan


"Mas,peluk saya lebih kuat "kata Rosa kedinginan


"Rosa,kita masuk ke rumah ya"kata Rehan


"tidak,aku ingin sekali kamu menemaniku di luar "kata Rosa menolaknya


"sayang,kamu itu lagi sakit gak bagus kamu kelamaan di luar kata Rehan menggendong tubuh Rosa ke dalam rumah.


sampainya di kamar Rehan langsung membaringkan tubuh Rosa di atas ranjang.suara ketokan pintu membuat Rehan berjalan untuk membuka pintu ternyata Putranya


"papa,mama kenapa"tanya Rey menatapnya


"sayang, mama kamu lagi sakit "jawab Arjun


"tapi aku ingin bermain sepeda dengan mama "kata Rey ngambek


"sayang, nanti kalau mama sudah baikan Rey boleh bermain sepeda dengan mama"kata Rosa menatapnya


"jagoan papa dengar perkataan mama gak? "tanya Rehan merayunya


"iya udah,Rey mau sama nenek aja "jawab Rey ngambek sambil beranjak ke lantai bawah


sedangkan Rehan hanya tersenyum sambil menatap putranya itu, kemudian Rehan menutupkan pintu kamarnya dan kembali berbaring di atas ranjang dengan kepala Rosa di atas lengan Rehan.


jam menunjukkan pukul 15:00 sore, disaat Rosa sudah tidur Rehan memilih untuk pergi menuju kantor karena setiap hari Rehan harus menandatangani berkas-berkas perusahaannya.


setelah siap menandatangani berkas-berkas perusahaannya Rehan sengaja membeli sekuntum bunga untuk istrinya karena Rosa sangat suka dengan bunga kemudian dia membelikan sebuah sepeda baru untuk anaknya.


setelah itu dia memilih untuk pulang ke rumah,sampainya di rumah Rey sangat senang dan gembira saat menatap sepeda barunya.


kemudian Rehan berjalan menuju lantai atas dan menatap Rosa yang masih baru siap mandi sedang duduk sambil menghadap cermin, matanya terbelalak saat menatap kepala Rosa yang sudah mulai botak seketika bunga itu jatuh dari tangannya saat menatap keadaan istrinya itu.


"Rosa sebaiknya kita ke rumah sakit saja "kata Rehan memaksanya


"tidak Mas, aku tidak mau "kata Rosa menolak


" Rosa, sampai kapan kamu akan seperti ini? "teriak Rehan menghampirinya.

__ADS_1


"aku cape Mas, aku malu sama orang-orang"kata Rosa sambil menangis


" kamu tidak usah malu, ini demi kebaikan kamu"kata Rehan sambil memeluk Rosa yang sedang menangis.


__ADS_2