
bu Vivi hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum saat menatap menantunya Dan anaknya yang sedang dimabuk cinta.
"mereka berdua lagi dimabuk cinta "kata bu Vivi tersenyum kepada bibi Yuna yang sedang membersihkan ruang tamu
sampainya dikamar Rehan langsung mengunci pintu kamarnya kemudian dia menghampiri Rosa yang sedang berdiri sambil menatapnya
nafsu Rehan yang semakin besar saat menatap tubuh Rosa dengan pakaian yang sangat transparan
"Rosa, kamu itu sangat cantik "kata Rehan sambil melingkarkan kedua tangan Rosa di atas lehernya, kemudian dia memeluk tubuh Rosa dengan kuat
suara dan nafas Rehan terasa hangat di wajah Rosa,,, sentuhan tangan Rehan ditubuhnya semakin membuatnya bergairah
kedua tangan Rehan langsung bermain di gunung kembar Rosa kemudian dia membalas Rehan dengan mencium bibir Rehan mereka yang sedang dimabuk cinta tidak sadar kalau putra kecilnya sudah bangun dan menatap mereka dari atas ranjang
Rosa langsung terkejut menatapnya
dia langsung melepaskan tangan Rehan dan berjalan kearah ranjang kemudian dia menutupi tubuhnya dengan selimut,Rosa tidak ingin anaknya melihat ad gan itu.
sedangkan Rehan hanya tersenyum saat menatap putra kecilnya, kemudian Rehan langsung menghampirinya dan mencium wajah anaknya
"jagoan papa udah mulai pintar ngintip ya " kata Rehan mengangkat tubuh kecil ReY dengan terbahak-bahak
Rey langsung tertawa terbahak bahak saat papanya menggelitiki tubuh anaknya . dengan merasa bahagia saat Rosa selesai memakai bajunya Rehan menggendong anaknya dan turun ke lantai bawah bersama istrinya itu
sampainya di lantai bawah mereka menatap Bu vivi sedang duduk diruang tamu,,,,, kemudian mereka menghampirinya dan duduk di atas sofa
" Rehan, kamu antar mama pulang ya! "kata bu Vivi
"mama mau kemana? " tanya Rehan menatapnya
"Rehan mama mau pulang ke rumah papa kamu, gak bagus mama sama papa pisah lagi saat udah tua!"kata Bu Vivi
"tapi kan mah,,,, "Bu Vivi memotong perkataan anaknya
"Rehan! kamu tidak usah menyangkal perkataan mama, mama hanya ingin kamu menuruti perkataan mama "kata Bu Vivi
"terserah mama aja! "kata Rehan dengan nafas panjang sambil mengambil kunci mobilnya dari atas meja
"Rosa, kamu ikut gak ke rumah papa? "tanya Rehan menatapnya
"gak usah mas, saya di rumah aja sama anak kita "kata Rosa menggelengkan kepalanya
__ADS_1
saat Rehan berjalan menuju garasi
Rey langsung menangis ingin selalu bersama papanya, karena Rosa tidak sanggup mendengar suara tangisan anaknya
Rosa langsung berlari menuju garasi dan berteriak dengan keras.
"Mas, mas Rehan!! "teriak Rosa sambil menggendong anaknya
"ia, ada apa sayang? "tanya Rehan menatapnya dari kaca mobilnya
"Mas, ini anak kita katanya mau ikut sama kamu "kata Rosa dengan manja
"Rosa, Mas gak bisa memangku ReY!,Mas kan lagi nyetir, sebaiknya kamu ikut
kasihan anak kita nangis terus "kata Rehan
"ya udah, aku ganti baju dulu "kata Rosa berjalan menuju kamar
setelah beberapa menit saat Rosa keluar dan berjalan menuju mobil Rehan, mata Rehan terbelalak saat menatap Rosa yang begitu cantik dengan gaun hijau sedikit pendek sambil menggendong putranya itu
kemudian dia mengusap wajahnya dengan keras sambil menatap kebawah karena Rehan kecilnya sudah bangun, setelah Rosa masuk kedalam mobil Rosa memukul pundak Rehan sambil berkata.
"Mas, kamu kenapa? "tanya Rosa sambil menatapnya
"Mas, kamu bikin malu aja,,tuh kan ada mama! " kata Rosa sambil menundukkan kepalanya
"Rosa, kamu gak usah malu sayang
namanya juga laki laki! " kata Bu Vivi dari belakang sambil tersenyum
"tuh, kamu dengar mama gak?"tanya Rehan tersenyum menatap Rosa
Rosa hanya membuang muka sambil menatap ke arah kaca mobil, setelah beberapa menit saat mereka sampai di rumah Pak Hardi mereka langsung turun dari mobil.
dengan langkah kaki yang sangat berat Rosa berjalan mengikuti Rehan saat masuk kedalam rumah, terlihat dari pintu pak Hardi sedang berdiri menatap mereka.
"pagi Pah, " kata Rehan menghampirinya dan menyapa Pak Hardi
"saya tidak ingin melihat wajah kamu lagi di rumah ini "kata Pak Hardi langsung pergi ke lantai atas
"Pah, kenapa papa ngomong seperti itu
__ADS_1
apa salah aku sama papa? "teriak Rehan dengan keras
saat Pak Hardi mendengar pertanyaan anaknya, dia langsung tersenyum sambil menoleh ke arah Rehan
"Rehan, apa kamu tidak sadar? bahwa kamu sudah menyakiti hati papa " kata Pak Hardi dengan marah
"sejak kapan aku menyakiti hati papa? "tanya Rehan sambil menatapnya
" Rehan, kamu telah melanggar peraturan di rumah ini dan sudah berani melawan papa dengan menikahi wanita lain! sekarang papa mau bertanya, apa kurang nya Jesika bagi kamu sehingga kamu berani membawa wanita murahan ini kedalam rumah ini?
ayo jawab "ucapnya sangat marah
"sudah cukup papa menghina istri saya,
ternyata selama ini papa belum sadar dengan perlakuan papa sebagai orang tua! "kata Rehan membuat Pak Hardi semakin marah
"apa,,, apa katamu? "tanya Pak Hardi menatapnya dengan tajam
"papa yang sudah merusak masa depan aku, apa papa tidak sadar? " tanya Rehan balik
"apa,,sejak kapan saya merusak masa depan kamu Rehan "tanya Pak Hardi
"papa sudah merusak masa depan aku dengan memaksa aku untuk menikahi Jesika wanita licik berkepala dua "kata Rehan dengan sebelah tangan menunjukkan kearah Jesika yang sedang berjalan dari lantai atas.
Jesika yang sangat tersinggung dengan perkataan Rehan langsung menghentikan langkahnya dan menatapnya dengan sinis
"sekarang papa harus jawab, seandainya papa adalah saya apakah papa bahagia menjalani rumah tangga tanpa cinta? "tanya Rehan dengan lancang.
Pak Hardi menatapnya dengan tajam dan hanya diam sambil mengangkat kedua tangan di atas dada, sedangkan Bu Vivi hanya berdiri sambil menatapnya
"selama ini papa sudah salah "kata Rehan langsung pergi
suara teriakan Bu Vivi menghentikan langkah anaknya, Rehan yang begitu peduli kepada bu vivi langsung berdiri sambil menatapnya dan berkata
"apa mama masih ingin tinggal di rumah ini? " tanya rehan
"Rehan, mama sudah salah tidak seharusnya mama kembali lagi ke rumah ini! mama ingin tinggal bersama kamu selamanya "kata Bu Vivi sambil memeluknya.Rehan hanya menganggukkan kepalanya sambil menangis
"mama, sekarang kita pergi "kata Rehan melepaskan pelukannya dari Bu vivi
kemudian Rehan berjalan menghampiri Rosa yang sedang bersimpuh dilantai sambil menangis, Rehan langsung berlutut sambil menatap istrinya kemudian dia memeluk istrinya dan putranya
__ADS_1
Rehan yang begitu mengerti dengan perasaan istrinya langsung mencium pucuk kepala Rosa hingga membuat jesika sangat cemburu menatapnya, dengan merasa kesal Jesika pergi menuju keluar dengan langkah kaki yang sangat nyaring.
setelah Jesika keluar Rehan langsung mengangkat tubuh Rosa mereka langsung masuk bersama Bu Vivi kedalam mobil sedangkan Pak Hardi hanya diam sambil menatapnya dengan kedua tangan di atas dada.