Wanita Bayaran

Wanita Bayaran
bab 41 Rosa pingsan


__ADS_3

mereka segera masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya.


"kenapa kalian pulang larut malam"tanya Bu Vivi merasa kwatir


"mah,pokoknya hari ini sangat seru"Rosa bercerita panjang lebar sambil tertawa terbahak-bahak.


Jam sudah menunjukkan pukul 11:00 malam mereka pergi kelantai atas dan masuk kedalam kamar mereka mendapati Rey sudah tidur dengan nyenyak entah kenapa dia ingin tidur dikamar Rehan dan Rosa.


mereka sangat terharu menatap putranya sedang tidur dengan nyenyak Rehan dan Rosa segera berganti pakaian dan berbaring disamping putra nya itu.


pagi hari jam menunjukkan pukul 09:00 pagi pantulan sinar matahari tepat mengenai wajah Rehan dan Rosa saat Rey membuka gorden jendela kamar itu.


mereka segera bangun sambil mengusap-usap matanya dan menatap Rey sedang berdiri dengan wajah murung karena ngambek.


"selamat pagi anak mama yang ganteng"ucap Rosa tersenyum menatapnya.sedangakan Rey hanya diam melipat tangan di atas dada.


"jagoan papa kok diam aja"Rehan berdiri dan merayunya.


"semalam papa sama Mama seharian gak di rumah,pada kemana aja?"tanya Rey meliriknya


"papa sama ada urusan"ucap Rehan


"oh,tapi hari ini aku ingin belajar naik sepeda sama papa"ucapnya


"biar nenek yang temani kamu main sepeda,papa kan sebentar lagi ke kantor dan mama kamu lagi nggak enak badan ucapnya.rey menundukkan kepalanya dan pergi menuju lantai bawah.


satu jam berlalu saat Rehan sudah berangkat ke kantor Rosa segera menghampiri anaknya yang sedang mendorong sepedanya di halaman rumah itu.


"kamu naik di atas sepeda biar mama yang dorong sepedanya dari belakang"ucap Rosa sambil menahan sepedanya supaya Rey tidak jatuh.


"tapi mah,aku takut jatuh"ucapnya

__ADS_1


"tidak usah takut,mama ada disini"ucapnya


"oke mah,"ucap Rey langsung naik dan mencoba menggohek sepedanya itu.hampir saja dia ingin jatuh namun Rosa memegang dan mendorong sepeda anaknya dan Rey hampir bisa naik sepeda tanpa bantuan.


Rey mengayun sepeda dengan kencang hingga ke aspal karena Rosa merasa lelah berlari mengikutinya dari belakang dan dia merasa lelah dan pusing Rosa berhenti mengikutinya dari belakang dan terjatuh di aspal itu.


Rey yang merasa tidak mendengar suara ibunya segera menghentikan sepeda dan menoleh kebelakang dia melihat ibunya sedang duduk di aspal.


"mah,mama cape ya?"tanya Rey segera turun dari sepedanya.


"ia,mama udah cape"ucapnya dengan wajah pucat dan langsung pingsan di aspal"Rey yang masih berumur enam tahu merasa dan ketakutan tidak tau harus berbuat apa-apa untungnya jalan itu sedikit sepi.


dia hanya bisa berlari untuk menghampiri neneknya,sampainya dihalaman rumah dia berteriak dengan keras membuat Bu Vivi dan yang lainnya sangat panik keluar dari rumah dan menghampirinya.


"nenek,mama pingsan dijalan "ucapnya dengan kwartir meraih tangan Bu Vivi


"apa?sekarang mama kamu dimana?"tanya Bu Vivi sangat kwatir sambil mengikuti Rey yang sedang berlari menuju Rosa terbaring lemah.


"Rosa,Rosa kamu kenapa nak?"ucap Bu Vivi sambil mengangkat kepala Rosa berharap menantunya sadarkan diri


"baik Bu,ucap salah satu seorang pembantunya segera menghubungi mobil ambulan.beberapa menit berlalu ambulan tiba ditempat itu dan membawanya segera kerumah sakit.


sampainya diruang UGD Rosa dirawat diruang inap dengan memakai oksigen dan juga alat alat medis ditubuhnya.


semuanya sangat kwartir melihat keadaan Rosa,Rey yang belum mengerti tentang penyakit yang diderita ibunya hanya diam menatap ibunya yang sedang terbaring dengan lemah.


Saat Rehan mengetahui Rosa dirumah sakit dia segera pulang dari kantor dan pergi menuju rumah sakit,sesampainya di rumah sakit dia langsung menghampiri Bu Vivi dan masuk keruang inap Rosa.


"ibu,bagaimana dengan Rosa kenapa Rosa sampai bisa masuk rumah sakit?,pagi itu saya meninggalkan Rosa dirumah masih baik baik saja"ucap Rehan sambil menangis.


"Rehan kamu,tenang dulu,mama juga sangat kwartir"ucapnya mengusap pundaknya

__ADS_1


"mama kecapean dan pingsan saat bermain sepeda denganku dihalaman rumah,aku sudah pintar bersepeda ayah"ucapnya tersenyum


mendengar perkataan anaknya membuatnya semakin marah dan menampar anaknya itu hingga dia terjatuh kelantai Rey menangis dengan keras kesakitan.


melihat kejadian itu saat Arjun hendak ingin masuk keruang inap Rosa,dokter Arjun sangat marah terhadap Rehan,Dokter Arjun mendekati anak itu dan menggendongnya lalu membaringkannya di samping Rosa


"nak,lihat ibu kamu sedang sakit "ucapnya sambil menunjuk Rosa sedangkan Rehan hanya diam dan merasa bersalah karena sudah menampar anaknya itu.


"ibu bangun,Rey ingin bermain bersama ibu "ucap Rey berbaring sambil memeluk Rosa.


seketika jari telunjuk Rosa beegerak dan membuka mata dan semua orang diruangan itu panik menatapnya termasuk Bu Vivi


"sayang,kamu sudah bangun?tanya Rehan.Dokter Arjun segera melepaskan oksigen itu dari tubuh Rosa.


"mas,aku dimana?bawa aku pulang "ucap Rosa kebingungan.


"Rosa,untuk beberapa hari kamu harus dirawat di rumah sakit tubuhmu masih lemas"ucap dokter itu


"Rosa,kamu harus menuruti kata dokter Arjun.ini demi kebaikanmu"ucap Rehan menatapnya.


"ia mas,"ucap rosa.karena keadaan Rosa sudah mulai membaik Bu Vivi memilih untuk pulang bersama Rey menuju rumah sedangkan dokter Arjun langsung keluar dari ruang inap Rosa dan tinggal hanya Rehan yang menjaganya.


Rehan yang sejak tadi hanya memandang wajah Rosa yang sedang tidur,sedetik pun dia tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian selama tiga hari Rosa di rumah sakit dia tidak pergi ke kantornya.


setelah Rosa membaik dan mereka pulang kerumah,sebelum mereka masuk kedalam rumah hal yang mengejutkan membuaynya bersemangat,Rosa menatap Bu Vivi dan ibunya bersama Migel sedang berdiri menyambutnya.


Bu Leni seorang ibu yang sangat Rosa rindukan berdiri menyambutnya,Rosa segera memeluknya dan menciumi pipi ibunya,Rehan menatapnya begitu senang saat Rosa merasa gembira.


"kenapa ibu datang gak kasih kabar dan kenapa ibu tidak pernah datang menjenguk Rosa"tanya Rosa ngambek


"sayang,kamu sudah tau bagaimana kesehatan ibu,kamu masih ingatkan waktu ibu lama terbaring.kamu harus lebih banyak bersyukur nak,mama tidak ingin melihat kamu ngambek lagi"ucapnya memeluk Rosa sambil menangis.bu Vivi yang melihatnya ikut sedih

__ADS_1


Bu Leni segera membantu Rosa untuk istirahat di kamar,karena Rosa lelah dan tidak ingin diganggu mereka keluar dan menutupkan pintu kamarnya.


Rehan yang sudah tiga hari tidak kekantor dia segera berganti pakaian dan pergi menuju kantor dan menitip Rosa kepada ibunya dan juga mertuanya.


__ADS_2