
Setelah mengetahui mengandung baby kembar,Azizah merasakan bahagia yang berlipat ganda,bagaimana tidak,ketika dokter memvonis nya tidak bisa hamil lagi,hampir saja membuat Azizah menyerah dan pasrah.Tapi,di balik doa dan usaha nya,Allah memberi jalan kepada Azizah,bahkan Allah memberikan dua sekaligus sebagai imbalan dari rasa sabar nya.
"Mah,aku titip Azizah,tolong jaga dan rawat dia selama Aku di Thailand"Satria menitipkan istri nya kepada Astuti,karena ia harus pergi bertugas menjalankan bisnis keluarga nya.
"Kamu tenang saja,Mama akak menjaga dan merawat istri mu dan calon cucu mama dengan sangat baik,kamu tidak perlu khawatir"
"Terimakasih Ma!"Satria dan Adi akan pergi bersama ke Thailand,karena Adi ingin ke depan nya bisnis itu hanya akan di teruskan oleh Satria sendiri,karena Adi dan Astuti memilih untuk tinggal di desa gelap.
"Hati - hati mas,jangan lupa mengabari Aku jika mas,sudah sampai"
"Tentu sayang!"Setelah Azizah menyalami tangan suami nya,Satria mengecup kening sang istri,serta mencium perut buncit Azizah.
Setelah berpamitan,mobil yang mengantar Adi dan Satria ke bandara pun keluar dari halaman rumah Purna.
"Ayo kita masuk,kamu harus banyak-banyak istirahat!"Ujar Astuti.
"Apa ada yang ingin kamu makan ?"Lanjut Astuti,begitu mereka tiba di dalam rumah.
"Enggak ada ma,hanya saja Azizah rindu ibu"Ungkap Azizah,Astuti melihat nya,lalu tersenyum.
"Mama tau apa yang kamu rasakan,tapi dengan kondisi seperti ini kita tidak bisa berkunjung.Tapi,Mama akan menyuruh Selly untuk membawa ibu mu kemari !"
"Benar ma?"Wajah Azizah langsung berubah drastis meskipun tertutup cadar,namun Astuti dapat melihat keceriaan di netra menantu nya itu.
"Terimakasih ya ma"Ucap Azizah,seraya memeluk Astuti yang tengah menganggukkan kepala nya.
"Mama hari ini berencana pergi untuk membeli keperluan kamu dan baby kamu,enggak pa-pa Mama tinggal dirumah 'kan?"Tanya Astuti yang sedikit khawatir.
"Enggak mah,Azizah baik-baik saja,Mama pergi saja!"
"Baiklah,kalau begitu mama pergi dulu ya"
"Iya Ma,hati-hati"
"Iya sayang"Astuti bangkit dari tempat duduk nya,lalu berjalan ke arah ruang dapur.
"Atun,Saya mau pergi dulu,saya titip Azizah ya,ingat kalau ada apa-apa,segera hubungi saya!"
"Iya -Nya!"Astuti pun berlalu dari ruang dapur,menuju kamar untuk mengambil barang bawaan nya.
* * *
Astuti bersama dengan Rani baru saja keluar dari toko baby,lalu mereka berdua pergi menuju toko baju wanita.
"Ran,tolong bawakan belanjaan ini ke mobil,dan kamu bisa menunggu saya disana!"Ujar Astuti.
"-Nya,kenapa enggak sekalian saja,aku masih sanggup membawakan ini semua!"Tukas Rani,menolak untuk pergi lebih dulu ke mobil.
"Yasudah,kamu tunggu disini,aku akan pergi memilih beberapa baju untuk menantu ku!"
__ADS_1
"Baik -Nya"Rani pun duduk di depan toko tersebut,disana memang di sediakan tempat duduk untuk para pengunjung toko.
"Loh Ran,kamu disini?datang dengan siapa?"Rani menolak saat ada seseorang yang berbicara dengan nya.
"Non Sandrina"Rani membulatkan mata nya karena terkejut bertemu dengan Sandrina.
"Kenapa kamu kaget begitu?kamu datang bersama siapa?"
"Bersama dengan Nyonya Besar,Non"
"Mama Kak Satria?"
"Iya!"
"Sedang apa dia di dalam?"
"Sedang membeli baju untuk menantu nya yang sebentar lagi mau lahiran.Sudah lama sekali Nyonya ingin melihat Cucu nya itu,dan akhirnya kesampaian juga!"Ungkap Rani,Sembari melirik ke arah dalam toko,ada Astuti yang sedang memilih baju.
Sandrina tersenyum kecut,lalu beralih kembali menatap Rani.
"Kalau begitu aku pergi dulu"
"Iya Non"Sandrina pun berlalu meninggalkan tempat tersebut.
Astuti segera menemui Rani setelah membeli keperluan menantu nya.
"Dengan Nona Sandrina Nyonya"
"Sandrina?"Astuti membulatkan mata nya mendengar nama itu,wanita jahat yang pernah bermasalah dengan menantu nya.
"Kemana dia pergi?"Tanya Astuti.
"Kearah sana Nyonya!"Rani pun memberitahu arah kemana Sandrina pergi.
"Ayo kita pulang!"Astuti dan Rani pun pergi meninggalkan toko tersebut.
Sekitar lima belas menit,Astuti dan Rani tiba di tempat parkir,terlihat Astuti dan Rani sedang berjalan ke arah mobil mereka.
"Bu Astuti!"Panggil seseorang Astuti segera menoleh,dan benar saja itu Mela,istri Andara.
"Mela"Astuti dan Mela berpelukan,dan saling menyapa.
"Sedang apa Anda disini?"Tanya Mela,
"Baru selesai mencari keperluan Azizah dan calon cucu saya!"Ungkap Astuti dengan bangga,Mela tersenyum.
"Akhirnya impian Anda terkabul juga Bu,dan sebentar lagi Anda sudah bisa melihat cucu anda,pasti mereka sangat tampan"Ujar Mela,
"Terimakasih,eh kalian sedang apa disini,apa sedang berbelanja juga?"Astuti berbalik bertanya.
__ADS_1
"Benar,kami sedang mempersiapkan pernikahan Kejora dan Bara,ini undangan nya,tadi juga mas Andara berencana untuk datang kerumah mau mengantar ini!"
"Wah,selamat ya,akhirnya Bara bisa menyusul Aldo dan Satria juga,semoga Aldo dan Bara segera di beri momongan ya,biar kita sama-sama nimang cucu"Pungkas Astuti,Mela menganggu sembari tersenyum.
"Apa Tuan Adi dan Satria sudah berangkat?"
"Sudah sejak tadi pagi,seharusnya ini sudah tiba,namun belum ada kabar dari mereka!"
"Mungkin belum tiba di hotel,dimana mereka menginap selama di sana!"
"Mungkin saja.Eh,kalau begitu saya duluan,kasian Azizah dirumah tidak punya teman selain Atun!"
"Oh,iya mari Bu"Astuti pun berlalu dari hadapan Mela dan Andara,berjalan ke arah mobil nya,dimana Rani sedang menunggu nya.
Astuti bergegas menuju mobil,dengan hanya membawa tas di tangan nya,sedangkan barang belanjaan nya sudah di simpan di mobil oleh Rani.
"Nyonya awas!"Teriak Rani dengan keras,saat melihat sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah Astuti.
Astuti,Mela serta Andara terkejut secara bersamaan.
Dugh!
"Aaahh!"
"Bu Astuti!"
"Bu Astuti!"
"Nyonya!"
Bruuumm...
Setelah menabrak Astuti,mobil bewarna putih tersebut pun segera memutar arah dan pergi meninggalkan tempat parkir tersebut.
Tap...Tap...Tap...
Mela,Andara serta Rani,berlari ke arah Astuti untuk melihat keadaan nya.
"Nyonya bangun!"Nangis menangis,saat melihat Astuti tak sadarkan diri.
"Mas,denyut nadi nya lemah,ayo kita bawakan ke rumah sakit,tolong kamu hubungi pihak yang berwajib mas!"
"Eeemm"Andara segera menelpon pihak yang berwajib,setelah itu ia membantu Rani untuk membawa Astuti ke rumah sakit.
Di tengah perjalanan,Mela terus memeriksa keadaan Astuti.Namun,tidak ada tanda-tanda wanita itu akan membuka mata nya.
"Bu,apa yang terjadi dengan Nyonya Saya!"Hiks...Hiks...Rani terus menangis saat melihat kondisi Astuti yang tak sadarkan diri.
"Kita berdoa saja ya semoga semua nya baik-baik saja"Mela menenangkan Rani yang begitu khawatir.
__ADS_1