
Mela datang bertemu dengan Astuti,selain atasan dan bawahan,Meraka juga sahabat.
Ceklek !
"Kemana saja baru datang menjenguk!"Seperti biasa,Astuti selalu bersikap judes.
"Aku sibuk "
"Sekarang enggak sibuk lagi?"Mela hanya mengerutkan dahi nya,lalu berjalan ke arah ranjang Astuti.
"Bagaimana apa semua nya sudah di bereskan?aku akan pulang hari ini"Ujar Astuti.
"Iya semua nya,sudah di bereskan,dan Ibu sudah bisa pulang!"
"Mela,tolong kamu bantu urus calon menantu saya,dia juga akan pulang hari ini.Kami akan pergi melihat gaun pernikahan besok!"Ujar Astuti dengan bangga.
"Ga-guan pernikahan?siapa yang menikah?"
"Tentu saja,Bella dan Satria!"tegas Astuti,Mela syok ia memegang dada nya.Mela tidak menyangka Astuti sebuta itu,tidak dapat melihat kebaikan Azizah.
"Bagaimana dengan istri Satria?"
"Kalau dia tidak mau di madu,ya terpaksa harus mau di ceraikan!"
"Heeemm"Mela menghela nafas panjang,ia tidak akan bisa mengomentari apapun lagi tentang keluarga purna.
'Kamu benar-benar,sudah di buatkan mata hati mu!'Mela hanya menggelengkan kepala nya.Mela langsung berpamitan dengan Astuti saat teringat ia masih ada pekerjaan lain.
* * *
Aldo yang mendapatkan kabar tentang pernikahan Satria dengan Bella dari Mela,lalu mengajak Bara untuk bertemu,yang kebetulan saat ini Aldo sedang bersama dengan putri pergi meminta gaun pernikahan.
"Tidak bisa di biarkan!"Gumam Aldo,yang berada di dalam mobil.
"Apa nya?"Aldo baru saja,jika di dalam mobil masih ada Putri .
"Eemm,nanti ku ceritakan kalau Bara sudah tiba,ayo kita turun dulu,sekalian mencari pengganjal perut "
"Oke"Aldo dan Putri segera turun dari dalam mobil.
Tak lama kemudian Bara pun tiba dengan wajah nya yang masam.
"Kenapa muka mu itu ngalahin buah jeruk perut!"Cibir Aldo,
"Gue kesal,tadi Gue ketemu sama wanita gila di jalan,udah dia yang salah bawa motor nya,malah Gue yang di marahin!"Memang mulut Bara enggak pernah bisa berhenti bicara dan itu membuat Putri tersenyum.
"Benaran wanita gila?"
__ADS_1
"Itu umpamanya Lo,pokoknya benar -benar sial,pesan 'kan aku jus yang paling dingin!"Titah Bara dengan santai.
"Jus es batu!"
"Iya itu,pesan 'kan"Bara yang belum nyadar,"Gila kamu ya,pesan untuk ku jus melon!"Lanjut nya,Putri sudah tidak dapat menahan nya lagi,ia terus tertawa kecil melihat tingkah dua saudara itu.
Setelah jus milik Bara datang,putri dan Aldo harus menunggu Bara menghabiskan jus nya dulu,baru membahas rencana yang sudah mereka susun.
"Jadi,apa rencana Lo?"Tanya Bara kemudian.
Mereka juga mengajak Putri bekerjasama dengan mereka.Karena saat ini Putri sudah termasuk bagian dalam keluarga Andara.
"Aku ingin menggagalkan pernikahan itu,tapi dengan rencana yang luar biasa!"
"Rencana apa?"
"Aku ingin kita sama-sama membongkar rahasia ini di hari pernikahan Bella dan Satria,untuk sementara waktu biarkan saja Bella menikmati nya dulu,setelah itu kita akan menghancurkan nya lebih dari debu!"Tegas Aldo,putri mendengar itu sedikit merinding.
"Kamu akan terbiasa sayang"Aldo menggenggam tangan Putri,
"Eheem...Tolong hargai yang jomblo ini,woy..."Teriak Bara,sekali lagi membuat Aldo malu dengan kelakuan saudara nya itu.
"He..He..Sabar ya Bara!"Ucap Putri,
"Aku selalu sabar!"Sahut Pria ini memegang dada nya.
"Benar,dia selalu menganggap diri nya hebat.Sering kali Tante Astuti merendahkan mama,aku juga kesal"Timpal Bara.
"Sabar ya Bara"
"Aku pasti sabar kok"Putri tersenyum.
Brak !
Seseorang datang mengebrak meja,membuat semua orang yang berada di meja itu terkejut.
"Kamu?"
"Lo?"
"Cewek Gila!"
"Cowok sinting!"
Bara langsung berdiri."Do ini Cewek gila yang ku maksud!"Wanita itu memakai baju kemeja kotak-kotak,dengan celana jeans yang panjang,penampilan nya terlihat begitu tomboi.
"Ini teman kamu?adik atau saudara?"Tanya wanita itu kepada Aldo.
__ADS_1
"Kenalkan,aku kejora,Wanita yang di tabrak oleh pria sinting ini,setelah menabrak ku,dia tidak bertanggung jawab,motor ku rusak,dan juga pesanan pelanggan jadi rusak,dan satu lagi..."Kejora terlihat mengambil nafas dalam -dalam untuk memarahi Bara."Dan satu lagi,aku di pecat dari pekerjaan semua ini gara -gara dia!"Tegas Kejora,semua orang kini melihat ke arah mereka.
"Begini saja,kamu duduk dulu,kita bicara baik-baik,berapapun kerugian mu,aku akan membayar nya.Tapi tolong jangan berteriak disini,malu di lihat banyak orang"Aldo berbicara begitu sopan dan lembut,membuat kejora luluh,seketika menuruti apa yang di katakan Aldo.
"Untung Kamu baik,enggak seperti manusia satu ini,udah miskin sombong lagi!"Ketus Kejora,Bara menatap kesal kearah wanita itu.
"Kamu"Bara mau berdebat lagi dengan kejora,Aldo segera menghentikan mereka.
"Berapa kerugian yang kamu mau"
"Do,kamu mau di tipu sama dia?"
"Aku tidak butuh uang,Aku hanya butuh permintaan maaf dari dia"Sembari menunjuk ke arah Bara,tentu saja mata Bara membulat seketika.
"Jangan harap!"Bara tidak mau meminta maaf.
"Kamu yakin?"Kejora menatap nyalang ke arah Bara,membalas tatapan Bara yang tajam.
"Bara,apa salah nya sih mengalah,hanya minta maaf,tidak akan menurunkan harga diri mu"Sambung Aldo,Bara menaikan alis nya.
"Aku minta maaf"Ucap Bara dengan suara kecil.
"Kamu bilang apa?aku enggak dengar!"Sembari mendekatkan telinga nya kepada Bara.
'Sialan!'Umpat Bara,
"A-K-U M-I-N-T-A M..."
"Cukup enggak perlu di lanjut,aku juga enggak benar-benar mengharapkan kamu minta maaf!"Pungkas Kejora,sekali lagi berhasil membuat Bara kesal.
"Aku pergi dulu"Kejora langsung bangkit dari tempat duduk nya pergi meninggalkan meja mereka.
"Sialan memang wanita itu"Umpat Bara lagi,setelah Kejora pergi.
Tanpa sengaja,ponsel Kejora tertinggal di meja mereka,lalu Aldo melihat nya.
"Ini ponsel siapa?"
"Pasti milik wanita itu!"
"Bara kamu antar gih,kasian mungkin dia membutuhkan ini"
"Ogah"Bara membuang wajah nya yang masih kesal.
"Ayolah Bar,kamu enggak boleh gitu sama perempuan,kasian Lo,mana tau dia membutuhkan ponsel nya,gara -gara kamu Lo dia di pecat dari kerjaan nya !"
"Oke,Gue bakal kasih ini ponsel sama itu cewek!"Bara langsung bangkit dari tempat duduk nya berniat ingin mengejar Kejora agar bisa memberikan Ponsel milik kejora.
__ADS_1