Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Cerai


__ADS_3

Tok...Tok...Tok...


Satria mengetuk jendela kamar Azizah,


"Sayang,ayo kita sarapan,kalau tidak kamu nanti akan sakit!"


"Mas,aku mohon berhenti menganggu ku!"Tegas Azizah yang berdiri di dekat jendela.


"Sayang,aku minta maaf,aku tidak bermaksud menyembunyikan itu semua dari mu,selain kamu tidak pernah cerita,aku juga tidak tahu,jika wanita itu adalah kamu!"Pungkas Satria.


"Sama saja,kamu telak menghancurkan hidup ku selama dua tahun itu mas!"


"Maafkan aku sayang,mas janji,mas akan menuruti semua keinginan mu.Apapun yang kamu mau!"


"Aku mau,mas ceraikan Aku!"Mendengar jawaban itu membuat Satria terdiam,dan membuat Sunarsih syok.


Tok..Tok..


"Azizah ini ibu"Sunarsih langsung menuju kamar Azizah,


Ceklek!


Azizah langsung menarik sang ibu masuk ke dalam kamar.


"Azizah apa yang kamu katakan?bercerai itu hal yang paling di benci oleh Allah!"


"Tapi Bu,kami menikah juga hanya secara agama,berpisah untuk saat ini tidak akan sulit bagi kami mengurus nya,aku tidak ingin hidup bersama dengan orang yang telah merusak hidup ku Bu,Azizah mohon,mengertilah Bu!"Azizah berjalan ke arah ranjang nya.


"Apa yang membuat mu begitu membenci nya?dan tidak bisa memaafkan nya?"Azizah terdiam saat Sunarsih bertanya tentang itu,bahkan ia tidak dapat menjawab nya.


"Kamu tidak bisa menjawab bukan?karena kamu telah mencintai nya Azizah,dia pria baik,Satria sudah menjelaskan semua nya kepada ibu,dan ibu percaya kepada nya!"

__ADS_1


"Tapi tidak dengan Azizah,Bu aku ingin sendiri,tinggalkan aku Bu!"Ujar Azizah mencoba mengusir Sunarsih dari kamar nya,tanpa ada alasan lain lagi,Sunarsih terpaksa menuruti keinginan anak nya dan keluar dari kamar itu.


"Istri ku!"Teriak Satria dari depan rumah,membuat Sunarsih dan Azizah terkejut,dengan suara lantang Satria.


"Keluar lah,temui aku,aku tidak ingin kau meninggalkan ku!aku ingin kita sama-sama istriku!"Lanjut Satria,


"Memang menantu idaman,tidak salah aku mendukung mu,tetap semangat Nak,aku berpihak padamu!"Sunarsih memberi semangat kepada Satria yang berdiri di depan teras.


"Apa yang di lakukan mas Satria,bikin malu saja,kalau tetangga pada keluar rumah bagaimana ?"Gumam Azizah yang mondar-mandir di dalam kamar.


"Istriku!Aku mencintai mu,maafkan suami mu ini,ayo pulang ke rumah kita,kita bisa bicara baik-baik,setelah ini, kita akan segera memiliki momongan!"Ucap Satria yang begitu tak tahu malu,padahal Azizah sudah menutup ke dua telinga nya dengan tangan saat mendengar teriakan Satria yang begitu narsis.


Azizah mengintip dari jendela depan kamar nya,melihat Satria yang terus berdiri di bawah terik nya matahari,semua para tetangga sudah keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Istriku!maafkan aku,aku berjanji tidak akan mengecewakan mu lagi!"Teriak Satria kembali,semua orang pada ngegosip,dan juga pada mendukung tindakan gila nya Satria,membuat Azizah semakin tersipu malu dan juga wajah nya memerah,tanpa mengenakan cadar.


Sudah hampir tiga puluh menit,Satria berdiri di depan rumah,Azizah belum juga keluar dari kamar nya.Bahkan,ia tidak merespon ucapan sang suami.


"Azizah!"Panggil Sunarsih lagi,yang merasa takut dengan keadaan Satria.


Ceklek!


"Apa lagi sih Bu!"Sunarsih kembali masuk ke kamar!"


"Maafkan lah dia nak,dia itu suami mu,jangan terlalu kejam pada nya,kalian 'kan sudah suami istri,sudah sepantasnya saling memaafkan apalagi ini hanya lah peristiwa masa lalu,kalian sudah bisa membuka kembali lembaran baru,yang lalu biarlah berlalu!"


Azizah hanya diam dan tidak menanggapi ucapan sang ibu.


"Ibu tahu kamu kecewa,kamu terluka.Tapi Nak,perbuatan seperti ini tidak pantas di lihat tetangga,Satria,sudah berdiri hampir lebih dari lima jam di depan,dan cuaca hari ini begitu panas,apa kamu tidak sayang kepada nya,ibu takut kalau dia sakit,bahkan wajah nya sangat memerah!"Ujar Sunarsih,Azizah mulai tergoda,ia bangkit dari tempat duduk berjalan ke arah jendela,dan mengintip Satria,yang masih setia berdiri didepan rumah.


"Suruh dia masuk,tapi Azizah tidak akan memaafkan nya,suruh dia masuk,untuk membersihkan diri nya!"Ujar Azizah,Sunarsih tersenyum dan segera keluar dari kamar Azizah.

__ADS_1


Tak lama berselang waktu,setelah Sunarsih keluar,Satria masuk ke dalam kamar Azizah,dengan baju yang sudah basah oleh keringat,wajah nya memerah,serta jari-jari nya terluka,akibat mengetuk pintu atau jendela berulang kali.


Azizah memperhatikan jari Satria.Namun,ia enggan untuk bertanya.


"Handuk ada di atas jemuran itu,mandi dan segera makan,aku menunggu di dapur!"Azizah segera bangkit dari duduk nya,dan pergi meninggalkan Satria dari dalam kamar.


Di dapur,sembari menunggu Satria,Azizah sudah meletakkan kotak p3k di atas meja makan,dan juga sudah menghidangkan makanan untuk Satria.Sunarsih sudah pergi untuk berbelanja.


Blam!


Satria menutup pintu kamar,Azizah menyadari kalau Satria sudah selesai mandi,hanya mengenakan kaos putih polos milik nya yang dulu tertinggal disana.


Satria berdiri di samping Azizah.


"Duduk!"Titan Azizah,nurut seperti bayi,membuat Satria semakin terlihat begitu tampan sekilas membuat Azizah terpesona.


"Ulurkan tangan mu"Pinta Azizah,dengan wajah penuh senyuman,Satria mengeluarkan tangan nya ke arah Azizah.


"Tidak perlu senyum,sudah terluka begini masih bisa tertawa!"Cibir Azizah,membuat Satria tidak berhenti tersenyum.


"Sudah"Azizah membereskan kotak obat,Satria langsung memeluk Azizah.


"Sayang,maafkan aku!jangan tinggalkan aku,aku tidak mau berpisah atau bercerai,jangan katakan itu,kamu boleh meminta apapun dari ku kecuali berpisah!"Satria tidak mau melepas pelukan itu,meskipun Azizah memberontak.


"Saya,jangan tinggalkan aku,aku bisa memberi nyawa ku padamu asal kamu mau memaafkan ku,ma-ti pun aku rela!"Ujar Satria,


"Ssstttt,jangan katakan itu mas!"Lirih Azizah meletakkan jari telunjuk di bi-bir Satria,Pria itu langsung memegang tangan istri nya,dan menci-um nya berulang kali,sikap Satria kembali membuat Azizah tersipu malu.


"Ayo kita pulang ke rumah Mama,mama sudah kembali dari Inggris,aku tidak pernah memberitahu mama kalau istri ku sedang kabur dari rumah,aku hanya bilang kalau istri ku sedang menghukum ku!"Ledek Satria,yang melingkarkan tangan nya di pinggang Azizah.


"Tunggu ibu kembali dari supermarket,dan kita pamit sama ibu dulu,baru kembali ke rumah Mama Astuti!"

__ADS_1


"Oke sayang"Satria langsung mengecup pipi kanan dan kiri Azizah,setelah hubungan ke dua nya membaik,Azizah dan Satria langsung menyantap makanan yang sudah terhidang.


__ADS_2