
Tiba di kamar,Azizah melihat Satria yang masih terlelap di tempat tidur,padahal hari sudah menunjukkan pukul 08:00.
Azizah duduk di tepi ranjang,baru kali ini ia berinisiatif memandangi sang suami lebih lama,dan duduk di tepi ranjang.
Azizah mengelus lembut wajah pria tampan yang masih menutup rapat mata nya,deru nafas nya yang terdengar begitu jelas,sudah pasti pria ini sangat begitu lelah.
"Assalamualaikum sayang"Ucap Azizah mendekatkan bibir nya di telinga sang istri.
"Mas,bangun,sudah pagi,matahari sudah mulai terik,ayo kita sarapan bersama!"Lanjut Azizah yang masih menyeka rambut yang mulai menutup mata suami nya.
Tak berapa lama,Satria menggeliat,ia merentangkan tangan nya dengan mata yang masih tertutup.
"Heeemmm"
"Mas"Pekik Azizah,saat tangan kekar Satria melingkar di pinggang Azizah.
"Pagi-pagi sudah menggoda ku"Bisik Satria di telinga Azizah,langsung saja,wajah Azizah merona.
"Mas,sudah pagi,ayo mandi dan sarapan"Ajak Azizah lagi,dengan lembut.
"Aku masih pengen tidur,belum mau bangun,kecuali,di beri satu ciuman"Sembari meletakkan jari telunjuk di pipi nya.
"Modus!"Cetus Azizah,Satria hanya mengulum senyum nya,mendengar ucapan sang istri.
"Ayolah mas mandi,semalam kata mas kita akan pergi melihat baby nya Tante Selly,kenapa mas belum bangun juga!"
"Iya-ya.Aku bangun"Satria segera duduk di atas ranjang,sembari menatap sang istri,dan menyeka rambut Azizah yang hampir menutup mata nya.
"Terimakasih,sudah sabar dalam segala hal.Apalagi sabar menghadapi mama ku!"Ujar Satria.
"Apapun masalah nya kita tidak boleh lari dari masalah mas,aku harap mas bisa berbaikan dengan Mama Astuti,dan jangan ada lagi pertengkaran antara mas dan mama"
"Sayang,Aku bukan marah.Kamu tahu,Mama itu enggak pernah membela atau berpihak di posisi mu,dia selalu memilih orang jahat berada di sekitar nya,tentu saja aku tidak ingin itu terjadi!"
"Pokoknya setelah kita kembali dari sini,Aku ingin mas kembali ke rumah Mama,aku bukan tidak ingin hidup bersama dengan mas saja,tapi mas,anak laki-laki itu masih milik ibu nya meskipun ia telah menikah sekalipun!"
"Iya ustazah Azizah,hamba mendengar nya,ijinkan hamba pergi mandi lebih dulu!"Ucap Satria mencubit ke dua pipi Azizah.
"Sakit lo mas,belum sembuh ini"Cetus Azizah memonyongkan bibirnya,Satria hanya tersenyum geli saat melihat Azizah yang begitu gemas.
"Mas suami,handuk nya ketinggalan!"Seru Azizah yang melihat Satria tanpa membawa handuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Terbiasa di rumah ada handuk dan baju mandi di dalam kamar mandi"Satria segera berlalu ke kamar mandi.
Di saat Azizah sedang merapikan tempat tidur,ia melihat ponsel Satria yang terus berdering.
Panggilan itu dari Bella,Azizah melihat layar ponsel itu.Namun,tentu saja itu tidak membuat Azizah marah atau cemburu.
"Mas,ponsel mu berdering?"
"Angkat sayang!"Perintah Satria,padahal niat nya Azizah tidak mau mengangkat nya.
"Sayang,kamu lagi dimana"?Tanya Bella,saat mengetahui panggilan telah tersambung.
"Assalamualaikum"
"Kamu?dimana Satria?kenapa ponsel Satria ada padamu?"Tanya Bella,
"Kamu nanya?ya jelas ada pada ku dia suami ku?"Jawab Azizah dengan santai,
"Dimana dia,aku perlu bicara!berikan ponsel ini kepada Satria !"
"Mas suami lagi mandi di kamar mandi,kamu tentu tau 'kan kalau suami istri jam segini mandi itu pertanda nya kita...Eeemm tidak perlu ku katakan ya,kamu sendiri pasti tau!"Pungkas Azizah,Bella mengepalkan tangan nya yang kesal.
'Sial wanita ini'Umpat Bella dalam hati,Azizah malah tersenyum setelah mengerjai Bella.
"Cuma janji saja 'kan?tapi tidak di nikahi?Astagfirullah,apa yang ku katakan,kalau begini 'kan kesan nya aku jahat padamu.Bella saran aku ya,kamu cari ganti saja,jauhi Satria,karena saat ini Satria sudah sah menjadi suami ku,berhenti menganggu hidup kami,jangan jadi benalu dalam rumah tangga kami,ingat dosa!"Tegas Azizah begitu santai.Namun,terdengar cukup pedas di telinga Bella.
'Sial,harus nya kata-kata itu aku yang ucapkan,kenapa malah perempuan ini?'Batin Bella.
"Saya tutup dulu ya,Assalamualaikum"Ucap Azizah,lalu mematikan panggilan itu.
"Huuff,entah apa yang ku katakan,aku sendiri malu mendengar nya"Ujar Azizah meletakkan kembali ponsel Satria di atas kaca rias.
"Kenapa harus malu,bukan kah memang benar kamu istri ku"
"Mas,sejak kapan kamu berdiri disana?"Tanya Azizah yang melihat Satria sudah berdiri di ambang pintu,sembari mengeringkan rambut nya.
Satria berjalan ke arah Azizah,"Sejak kamu katakan kalau aku ini suami mu!"
"Mas,kamu sudah berdiri sejak tadi disana,tapi malah menguping,kamu jahat ih"Azizah ingin pergi meninggalkan Satria,namun Satria segera menarik nya ke dalam pelukan.
Satria mengecup sekilas bi-bir ranum sang istri,Azizah menerima dan membalas nya.
__ADS_1
"Aku mencintai mu"Ucap Satria,
"Aku juga mencintai mu mas"Satria mengecup lembut kening Azizah,wanita ini hanya bisa menahan malu saat Satria berlaku begitu romantis dengan nya.
"Aku pakai baju dulu,setelah itu kita sarapan bersama!"
"Iya,mas aku menunggu mu di meja makan,mas pakai saja dulu baju nya"
"Enggak mau bantu?"Nawar Satria sembari menatap me-sum ke arah Azizah.
"Idih,me-sum!"Cibir Azizah.
"Mana boleh di bilang me-sum kalau sama istri sendiri,itu namanya romantis !
"Serah mas lah,aku mau ke dapur dulu,aku menunggu mas disana"
"Iya sayang"
Blam!
Setelah pintu kamar tertutup,Satria hanya bisa tersenyum sendiri saat melihat wajah Azizah yang begitu malu saat di dekat dirinya.
"Nyaman juga tinggal disini,meskipun begitu sederhana,tapi disini begitu nyaman"Gumam Satria,sembari mengambil baju di dalam koper nya.
Setelah memakai baju,Satria segera pergi melihat sang istri yang berada di meja makan.
"Assalamualaikum,sayang"Ucap Satria,sembari menci-um pipi Azizah yang sedang menata piring.
"Mas,apa yang kamu lakukan!"
"Disini enggak ada orang hanya kita berdua"Ujar Satria santai,lalu segera duduk di kursi yang ada disebelah Azizah.
"Assalamualaikum"Ucap Sunarsih dari depan,
"Waalaikumsalam,Bu"Sahut Azizah,Sunarsih melangkah masuk ke dalam rumah,dengan membawakan beberapa barang belanjaan dari supermarket purna.
"Ibu baru pulang belanja?"Satria melihat kantong plastik yang ada di tangan Sunarsih.
"Iya,sayur nya masih segar-segar!"
"Kenapa ibu belanja,seharusnya biar kami saja yang belanja,ini sudah menumpang disini,merepotkan ibu lagi"
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak Satria,ibu sudah terbiasa.Ibu ke dapur dulu ya"
"Iya Bu"Azizah dan Satria melanjutkan sarapan nya,sementara Sunarsih sudah berlalu ke dapur.