Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Pagi


__ADS_3

Azizah sedang membereskan kertas desain nya,dan memasukan nya ke dalam map berwarna merah.


"Sudah siap?"Cup,tanya Satria sembari mengecup pipi Azizah,membuat wanita ini merona,apalagi tangan Satria yang tiba-tiba melingkar di pinggang ramping Azizah,semakin membuat jantung sang istri tidak aman.


Deg..


"Mau berangkat bersama?"Lanjut Satria,meletakkan dagu nya di bahu Azizah,


"Eeemm,boleh!"Sahut nya kemudian setelah membereskan semua barang-barang bawaan nya.


Ke dua nya keluar bersama menuju meja makan,dari jauh Astuti melihat tangan Satria yang terus menggenggam tangan Azizah yang tak seperti biasa nya.Apalagi senyuman yang di pancarkan Satria membuat semua orang dapat menebaknya,jika pria ini sedang bahagia.


"Seperti nya tidur mu nyenyak tadi malam,meskipun pulang larut malam!"Sindir Adi,Satria hanya tersenyum sembari melirik ke arah Azizah yang terus menunduk.



Satria & Azizah


"Apakah sangat terlihat?"Tanya Satria,setelah menarik kursi yang akan ia duduk.


"Eeemm"Adi mengangguk,Satria kembali tersenyum.


"Pah,aku sudah mengirim proposal kerja kita dengan Xander kemarin ke NY!"


"Bagus,Papa berharap banyak pada mu,kamu bisa mengembangkan perusahaan kita,sebelum Aku pensiun!"Ujar Adi,


"Ini juga berkat menantu Papa Azizah,mereka mengenali Azizah,seperti nya kerjasama ini terjadi karena Azizah.Padahal,sebelumnya Tuan Alex sangat marah kepada kita atas perbuatan mama,tapi setelah bertemu Azizah,Tuan Alex berubah menjadi baik,dan memberi kesempatan untuk kita!"Ungkap Satria,seperti biasa tidak ada yang membuat Astuti terkesan dengan ungkapan Satria itu.


"Alah,biasa saja.Jangan terlalu memuji,kita sering ketimpa kesialan semenjak dia masuk dalam rumah kita!"


"Ma!"Adi memelototi sang istri,tapi Astuti malah membuang wajah nya.


"Memang benar apa yang ku katakan.Jadi Sat,kapan kamu dan Bella akan menikah?"Lanjut Astuti,Azizah yang terkejut,ia menghentikan mulut nya yang sejak tadi mengunyah makanan.


"Menikah?"Ulang Satria,


"Iya menikah,bukan kah,kalian sudah bertunangan lama?"


"Ma,ini bukan waktu nya membahas itu"Adi menyela ucapan sang istri,karena merasa tidak enak dengan Azizah.


"Pertunangan itu mama yang atur tanpa persetujuan dari ku,jadi mama harus bisa mencari cara untuk membatalkan pertunangan itu!"Tegas Satria,Azizah masih diam saja,Satria menggenggam tangan sang istri,Astuti dapat melihat jika Satria sudah mulai menerima pernikahan nya itu.


"Tidak bisa,dari awal kamu sudah tau,jika kamu di jodohkan dengan Bella,kamu menikah mama saja tidak tahu,pernikahan mu tidak sah!"Ketus Astuti yang bersikeras tetap ingin Satria menikah dengan Bella.

__ADS_1


"Ma,cukup.Kenapa sih,setiap pagi harus berdebat dan ribut di meja makan,malu sama tetangga!"Tukas Adi,yang menengah antara ibu dan anak itu.


"Kita begini karena dia,puncak permasalahan ada pada wanita itu!"Sembari menunjuk ke arah Azizah.


Brak!


Satria berdiri sembari mengebrak meja,membuat semua orang terkejut.


"Satria capek ma,setiap hari harus bertengkar dengan mama.Kenapa mama tidak pernah menerima Azizah,sat ini dia adalah istri ku ma.Ayo Azizah kita pergi,Pa kami pergi dulu,hari ini ada meeting di perusahaan Aldo!"


"Baiklah,semoga sukses meeting nya!"


"Eeem"


"Assalamualaikum!"Ucap Azizah,


"Waalaikumsalam "Jawab Adi,Astuti memiringkan mulut nya ke kiri dan ke kanan,tidak menjawab salam dari Azizah.


Setelah ke dua nya pergi,Adi menatap sang istri dengan tajam.


"Ma,Aku tidak suka ya kamu selalu memaksa Satria untuk menikahi Bella,saat ini Azizah adalah istri nya Satria,apa salah nya sih Kamu menerima nya!"


"Tidak akan,Aku tidak akan pernah menerima nya,aku berangkat dengan sopir!"Ujar Astuti pergi meninggalkan sang suami di meja makan.


* * *


Tiba di perusahaan Purna,Satria meminta hasil desain Azizah untuk di berikan kepada Aldo,karena Aldo telah membuat janji dengan Satria.


"Sat!"Panggil Aldo,yang menunggu Satria sejak tadi di lobi.Satria segera menghampiri sahabatnya.


"Azizah,kebetulan sekali kita bertemu di sini!"Seru Aldo,yang menyapa Azizah,wanita ini mengangguk sekilas sembari tersenyum.


"Kamu bisa langsung bekerja,desain ini akan ku berikan kepada orang ini"Ketus Satria,sembari menatap Aldo yang terus memperhatikan Azizah.


Azizah segera berlalu menuju ruangan nya,Aldo masih tetap melihat kepergian Azizah.Satria melipatkan ke dua tangan nya di dada,sembari mengerutkan dahi nya melihat Aldo.


"Eeheeem!"Satria berdehem,geram melihat sahabat nya yang terus memperhatikan Azizah.


"He..He..Terlalu terpesona,sehingga Aku lupa masih ada orang di depan "Ujar Aldo,Satria menaikan alis nya.


"Dia itu,istri Ku!"Tegas Satria penuh penekanan,Aldo membulatkan mata,ke dua tangan mencengkram kuat lengan Satria yang masih di dada.


"Lo serius!"Tanya Aldo memastikan,Satria mengangguk,Aldo menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Gila,sumpah,Lo benar-benar beruntung banget dapatin itu perempuan,selain lembut pandangan nya juga sayu,tutur bahasanya sopan,waaw banget nggak sih"Racau Aldo,Satria hanya memiringkan mulutnya saja mendengar penuturan Aldo.


"Sudah?aku mau kerja !"


"Eh tunggu,Lo 'kan bilang dia itu..."Aldo menjeda ucapan nya sembari melirik ke kiri dan ke kanan,memastikan tidak ada yang mendengar ucapan mereka.


"Dia itu korban pele-cehan juga 'kan?"Lanjut Aldo setengah berbisik.


"Iya!"


"Apa jangan-jangan..."Aldo menatap Satria dengan tajam,sembari mencari jawaban dari netra Satria.


"Nggak,enggak mungkin,dia saja enggak kenal aku,kalau aku jelas enggak ingat karena mabuk,tapi dia waktu itu dalam keadaan sadar,masak iya dia lupa akan wajah ku?"


"Heeemm"Aldo kembali berpikir,dan sembari mencerna ucapan Satria.


"Mana desain nya,aku butuh itu sekarang"Satria segera memberikan desain yang ada di tangan nya kepada Aldo,


"Jika aku berhasil,aku punya hadiah untuk kalian berdua!"Lanjut Aldo,lalu berpamitan pergi.


"Sat!"Panggil Adi,saat melihat Satria akan masuk ke dalam lift.Satria menoleh,dan pintu lift kembali tertutup.


"Pertemuan hari ini,kamu yang handle,Papa mau bertemu dengan Andara,ada tender yang ingin kita bahas!"Ungkap Adi,


"Baiklah,serahkan semua nya kepada Satria!"


"Terimakasih Sat!"Menepuk pelan bahu Satria,


"Wellcome Pa!"Satria tersenyum,Adi segera pergi,dan begitu juga Satria yang langsung masuk ke dalam lift.


Azizah sudah duluan tiba di dalam ruangan kerja nya,disana sudah ada Laura dan juga rekan kerja yang lain.


"Azizah bagaimana,desain nya sudah kamu serahkan kepada Pak Aldo?"


"Sudah Bu,tadi juga bertemu di bawah"


"Eeemm,bagus!"Azizah kembali ke tempat duduk nya.


Sandrina terus saja memperhatikan Azizah,yang selalu mendapatkan perhatian dari semua orang,membuat Sandrina merasa iri.


Ceklek !


Anita datang untuk bertemu dengan semua desainer yang ada di dalam ruangan itu,terlebih lagi Laura.

__ADS_1


__ADS_2