Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Pagi


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul enam pagi.Azizah sudah sibuk di dapur memasak spesial untuk sang suami yang sejak malam sudah merajuk dengan nya.


"Nyonya,biar Bibi saja"Seru Atun,yang berdiri di sebelah Azizah,


"Tidak apa-apa Bi,hanya menggoreng telur saja,tidak masalah!"Ujar Azizah,melanjutkan pekerjaan nya.


"Tapi,kalau Tuan tau,nanti Bibi bisa di marahin"


"Bibi tenang saja,Bibi tidak perlu takut,oke!"Azizah melanjutkan memasak sayur kangkung kesukaan Satria,di tambah dengan ikan asin,dan juga ada terong sambal yang sedang berada di atas kompor.


"Bi Atun,bau apa ini?"Tanya Rani,yang baru saja masuk ke ruang dapur.


"Nih,Nyonya lagi masak untuk Tuan muda!"Sahut Bi Atun,Rani pun mengintip dan melihat menu yang disiapkan Azizah untuk Satria.


"Nyonya,Tuan muda tidak pernah sarapan dengan menu ini kalau di pagi hari,biasanya Tuan hanya makan roti sama bubur aja!"Pungkas Rani,sembari menguap yang merasa diri nya masih ngantuk.


"Dan ini,Tuan juga tidak pernah makan Ikan asin apalagi terong "Rani semakin bingung.Namun,Azizah hanya menanggapi nya dengan senyuman saja.


"Aku tau Ran,tapi mulai hari ini ia akan suka dengan apa yang aku masak!"Azizah begitu percaya diri,Atun langsung menyuruh Rani menyiapkan meja makan.


"Ran,bantu ke meja makan ya,aku akan melihat Tuan dulu!"


"Baik -Nya!"Dengan di bantu Atun,Rani membereskan dapur.Azizah sendiri pergi melihat Satria yang masih berada di kamar nya.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,terlihat Satria yang masih begitu terlelap diatas tempat tidur,dengan memeluk guling.


"Assalamualaikum mas!"Bisik Azizah di telinga Satria,


"Heeem"Satria hanya menggeliat,pria itu tidak membuka mata nya.


"Ayo mas,kita sarapan,aku sudah memasak untuk mas!"Ujar Azizah,yang duduk di samping Satria,Pria itu masih senang memeluk guling dan belum beranjak dari tempat tidur.


"Sayang"Bisik Azizah lagi,Satria masih tidak mau merespon nya.


"Benar ini enggak mau baikan?kalau begitu aku akan pergi!"

__ADS_1


"Jangan pergi!"Satria langsung berbalik dan memeluk Azizah yang duduk di belakang nya.


"Jangan tinggalkan aku,Aku enggak mau kamu pergi,kamu harus tetap disini!"Lanjut Satria,dengan posisi yang masih memeluk Azizah.


"Ayo mandi dulu,setelah itu,kita sarapan bersama,bukan kah,mas tadi malam bilang mau makan menu seperti saat kita berada di desa?"


"Memang nya aku semalam mengatakan itu?"Satria berbalik bertanya kepada Azizah,dan menatap netra sang istri.


"Iya,semalam mas bilang,Sayang besok pagi kamu saja ya yang nyiapin sarapan pagi!"


"Memang nya aku mengatakan itu?"Tanya Satria lagi,dengan menunjukkan diri nya.


"Iya Lo mas,masak itu saja lupa sih!"


"Tunggu dulu,jadi pagi ini kamu pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi?"


"Heeemm"Azizah hanya mengangguk,Satria langsung membulatkan mata nya.


"Siapa yang menyuruh kamu masuk ke dapur dalam keadaan begini?"Tanya Satria sembari berkacak pinggang,Azizah langsung nyengir saat melihat Satria yang baru sadar telah di permainkan oleh Azizah.


"Aku sengaja pagi ini masak untuk mas,karena semalam aku melihat mas itu masih marah sama aku gara-gara ketoprak,jadi aku membuatkan sarapan untuk mas,berharap papa Baby R dan baby Ar mau berbaikan dengan bunda nya!"Pungkas Azizah sembari mengelus perut buncit nya.


"Iya Baby kita twin!"Ujar Azizah kemudian,langsung saja ekspresi tak percaya terlihat dari raut wajah Satria.


"Yang benar sayang,kamu enggak lagi bohongin aku 'kan?"Satria memegang ke dua tangan Azizah.


"Heeemm"Azizah kembali mengangguk,"Kata dokter Sella,baby kita twin,karena memiliki dua detak jantung,untuk memastikan mereka menyuruh kita untuk USG ke rumah sakit!"


"Terimakasih sayang,aku sangat senang,kamu tidak pernah mengecewakan aku!Sayang katakan,apa yang ingin kalian makan,hari ini Papa akan menuruti nya,dan memenuhi semua keinginan kalian!"Ucap Satria,berbisik di depan perut buncit Azizah,


"Mas,aku ingin makan salad buah sama rujak"Satria mendongakkan kepala nya menatap sang istri.


"Aku akan membelikan nya untuk mu"Ucap Satria,sembari menyentuh wajah Azizah dengan lembut.


"Kamu tidak boleh lagi,masuk ke dapur,apalagi dengan kondisi begini.Karena kita tidak tahu kondisi dapur,bisa saja ada minyak yang tumpah atau air,itu bisa membahayakan kamu dan anak-anak kita!"Pungkas Satria,terlihat raut wajah nya yang sangat khawatir.


"Iya mas,aku mengerti,tadi 'kan aku sedang berusaha membujuk bayi besar yang sedang merajuk !"Goda Azizah,

__ADS_1


"Awww mas,lepas !Ha...Ha..Ha.."


"Sudah berani menggoda aku ya"Satria terus saja menggelitik Azizah tanpa memberi ampun kepada sang istri.


"Ampun mas,ampun!"Teriak Azizah yang sudah tidak sanggup lagi.


Cup!


Satu kecupan mendarat di dahi Azizah."Terimakasih sudah menjadi istri yang paling sabar untuk ku!"Azizah hanya tersenyum mendengar ucapan Satria,


"Aku yang harus berterimakasih sama mas,sudah datang di saat aku sedang terpuruk,memperbaiki semua nya,menuntun aku menuju masa depan,terimakasih sudah hadir di hidup ku mas!"Satria kembali menarik tubuh Azizah dalam pelukan nya.


"Berhenti mengucapkan kata-kata terimakasih,kita adalah calon orang tua yang akan membahagiakan ke dua anak kita.Sayang,ayok kita ke rumah sakit,kita harus pergi memeriksa kandungan mu,kita juga harus USG.Kita juga harus mengambil vitamin di purna untuk pertumbuhan janin mu,serta kita harus mencari beberapa nutrisi untuk calon baby dan juga untuk mu"Satria langsung turun dari ranjang,dan berlari keluar dari kamar mereka.


Blam!


Pintu kamar tertutup,Azizah hanya menepuk pelan jidat nya sambil menggelengkan kepala.


"Dasar mas Satria!"Gumam Azizah yang ikut turun dari ranjang.


Ceklek !


Satria kembali lagi ke kamar nya dengan wajah yang menunduk malu.Azizah hanya melihat dengan tatapan menahan tawa.


"Kenapa kembali lagi mas,tidak jadi pergi?"Tanya Azizah yang berjalan mendekati Satria.


"Aku belum mandi!"Sahut nya,sembari memperlihatkan piyama yang ia pakai kepada Azizah.


"He...He..."Azizah langsung memegang bahu suami nya.


"Mas,mandi dulu,setelah sarapan kita pergi sama,'kan yang hamil aku,yang mau di periksa aku,tidak mungkin mas pergi sendiri!"Goda Azizah.Mendengar ucapan Azizah,Satria langsung melirik dan menatap Azizah dengan tajam.


"Kamu nyindir aku?"


"Enggak!Aku enggak nyindir mas,ayo mas mandi dulu!"Azizah mendorong suami nya,agar segera pergi untuk mandi.


"Aku pergi mandi dulu sayang!"

__ADS_1


"Iya sayang,Aku akan menyiapkan pakaian mas!"


"Oke sayang"Satria pun berlalu menuju kamar mandi.


__ADS_2