Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Rumah Purna


__ADS_3

Azizah yang tengah di ruang tamu,sedang menonton televisi yang ada disana.Sementara Atun sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Prang !


"Apa itu?"Gumam Atun,yang bergegas ke ruang tamu.


Tap...Tap ...Tap ...


Terlihat Atun,yang setengah berlari menuju ruang tamu.Dari jauh,Atun melihat Azizah yang sedang berdiri,dan ada gelas yang di tangan nya telah jatuh,serta pecahan tersebut ikut mengenai kaki Azizah.


"Nyonya,apa yang terjadi?"Tanya Atun,begitu tiba disana,ia melihat Azizah yang terpaku di sofa serta netra nya berembun sedang menatap televisi yang tak jauh dari sana.


Pandangan Atun,segera beralih ke arah televisi,pesawat yang di tumpangi Adi dan Satria mengalami kecelakaan.Bahkan tertera nama-nama penumpang yang menaiki pesawat tersebut,salah satu nya ada Adi dan Satria.


Mereka mengabarkan belum mengetahui bagaimana kondisi penumpang,karena mereka belum melacak lokasi kejadian.


Azizah terduduk di sofa,netra nya meneteskan air bening yang membasahi cadar yang ia kenakan.


"Nyonya...!"Panggil Atun kembali saat melihat tubuh Azizah yang begitu lemah,


Kriing...Kriing...Kriing...


Suara telepon mengagetkan Azizah,ia segera bangkit dan berjalan ke arah telepon tersebut.


"Assalamu'alaikum"Ucap Azizah,belum mengetahui yang menelpon siapa.Atun melihat Azizah terjatuh dan pingsan,wanita tua ini segera berjalan untuk melihat keadaaan Azizah.


"Nyonya!"Teriak Atun,


"Nyonya bangun !"Lanjut nya lagi.


[Hallo..hallo!]


"Iya hallo,maaf ini dengan siapa?"Tanya Atun,saat meletakkan telepon di telinga nya.


[Bi,ini Rani,Nyonya kecelakaan,dan kondisi nya kritis!]Ujar Rani,Atun syok,ia memegang dada,lalu ia melihat Azizah yang pingsan.


"Aku akan ke rumah sakit.Namun,Nyonya muda pingsan,mungkin ia syok.Ran,kamu sudah melihat berita kalau pesawat den Satria dan Tuan Adi mengalami kecelakaan ?"


[Belum Bi,Aku belum melihat nya,Bi aku tutup dulu!]


Panggilan terputus,Atun segera mencari bantuan,untuk memanggil Mang Kardi si tukang kebun.


Di tempat lain,Rani menyimpan kembali Ponsel nya.


"Apa yang terjadi Ran? kamu sudah menghubungi Azizah?"Tanya Mella.

__ADS_1


"Sudah Bu,tapi Nyonya muda pingsan,di tambah lagi,kata Bi Atun,pesawat Den Satria dan Tuan Adi mengalami kecelakaan!"Hiks...Hiks...


Mella menutup mulut nya dan syok saat mendengar pernyataan Rani.Kebetulan,Aldo dan Putri baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan.


"Aldo!"Teriak Mella dari jauh,Aldo segera menoleh,dan menghampiri Mella.


"Ma,apa yang terjadi,kenapa wajah mama panik begini?"Tanya Aldo,begitu tiba di depan Mella.


"Satria,pesawat Satria mengalami kecelakaan,dan saat ini Azizah pingsan di kediaman Purna,kalian harus melihat keadaan nya!"


"Mama tenang dulu ya,aku akan melihat kondisi Azizah,dan membawa nya kemari!"


"Pergi lah Do,cepat kesana,mama takut Azizah kenapa-kenapa,apalagi kondisi kesehatan nya yang baru membaik!"


"Baik Ma"


"Putri dan Mas Aldo pergi dulu ma"Setelah berpamitan dengan Mella,Aldo dan Putri pun berlalu dari hadapan Mella.


Tak lama kemudian,Andara pun tiba dan menanyakan kondisi Astuti kepada Mella.


"Bagaimana kondisi Bu Astuti?"


"Belum ada tanggapan dari dokter di dalam,seperti nya..."Mella menggelengkan kepala,lalu mereka berdua melihat kearah Rani yang setia menunggu di depan ruang UGD.


"Aku akan mengurus kasus ini ke kantor polisi,masalah disini ku serahkan pada mu,aku juga sudah menghubungi Bara!"


"Eeemmm"Andara pun berlalu dari hadapan Mella.


Mella segera menghampiri Rani,yang menunggu gelisah di depan ruang UGD.


"Bu,gimana kondisi Nyonya Besar,dia akan baik-baik saja 'kan?"Tanya Rani yang gelisah,lalu memegang tangan Mella.


"Yang sabar ya Ran,kita serahkan semua nya kepada Allah"Rani hanya mengangguk lemah,lalu ia kembali melirik ke arah pintu UGD yang belum terbuka.


* * *


Aldo,baru saja tiba di depan rumah Purna,lalu melihat pintu gerbang yang terbuka lebar.


"Sayang,kamu tunggu disini,aku akan mengecek kondisi di dalam!"


"Iya Mas!"Aldo pun segera turun dari mobil,lalu berjalan ke arah pintu utama rumah Purna yang tertutup.


"Assalamualaikum!"Ucap Aldo,tangan nya bergerak untuk menekan bel rumah.


Ting Tong...

__ADS_1


Benar,tidak ada siapapun yang membuka pintu,bahkan rumah terlihat begitu sepi.


"Tolong..."Teriak seseorang dari arah belakang rumah Purna.


"Seperti ada yang minta tolong "Gumam Aldo,lalu berjalan ke arah samping rumah Purna,suara tersebut berasal dari arah gudang.


"To..long..."Aldo kembali mendengar suara itu.


"Siapa di dalam"Teriak Aldo,mendekatkan kuping nya di daun pintu.


"Den Aldo,ini Bi Atun,tolong buka kan pintu nya!"


Aldo melihat pintu gudang yang tergembok dari luar,Aldo segera membuka gembok tersebut.


"Mas,apa yang kamu lakukan?dimana Azizah?"Tanya Putri,yang imut menyusul Satria,karena menunggu lama di mobil.


"Aku belum melihat mereka,tapi Bi Atun ada di dalam bantu aku ambilkan batu itu,untuk membuka kunci ini!"Putri pun segera mengambil batu yang ada disekitar tempat tersebut,dan Aldo mencoba membuka gembok yang terkunci itu,agar Bi Atun bisa segera keluar dari gudang.


Brak!


Brak!


"Haah,terimakasih Den Aldo!"Ucap Bi Atun,yang sedang berusaha menghirup udara segar,dan terlihat Mang Kardi yang masih pingsan di lantai.


"Bi,kenapa Bibi bisa terkunci disini,dan dimana Azizah?"Tanya Aldo,yang merasa ada yang tak beres.


"Den Aldo,tolong selamat 'kan Nyonya muda,Non,Non Sandrina membawa Nyonya muda pergi,Bibi sudah berusaha.Namun,Non Sandrina,tidak sendiri,dia di bantu oleh dua orang berbadan besar,dan tampang mereka sungguh menyeramkan!"Ungkap Bi Atun.


"Bi,bibi ingat nomer plat mobil mereka?"Bi Atun berusaha mengingat nya,tapi ia benar-benar tidak bisa mengingat itu.


"Den Aldo,kita lihat cctv saja,ada di ruangan keluarga,Bibi akan ambil 'kan kunci nya!"


"Eeemm,boleh juga Bi!"Putri dan Aldo pun mengikuti Atun menuju ruang keluarga.


Setelah ruangan itu terbuka,Aldo segera memeriksa rekaman cctv beberapa menit yang lalu,memang terlihat Sandrina dan dua orang berbadan besar,membawa pergi Azizah dalam keadaan pingsan.


Aldo segera mengambil bukti tersebut,dan menyerahkan itu kepada putri,untuk di simpan oleh istri nya.


"Bi,kamu harus bangunin mang Kardi,masalah ini biar Aku dan Istri ku yang mengurus nya,dan tolong Bibi hubungi Satria ya!"Tukas Aldo,


"Den...."Panggil Atun,saat Aldo akan keluar dari ruangan tersebut,Aldo menoleh,dan melihat raut wajah Atun yang gelisah.


"Sebelum Nyonya jatuh pingsan,saya dan Nyonya menonton televisi,pesawat yang di tumpangi Den Satria dan Tuan Besar,mengalami kecelakaan,sampai saat ini Bibi belum tahu,kabar Tuan muda dan Tuan Besar!"Pungkas Bi Atun,yang berusaha menyeka air mata nya.


Aldo dan Putri tentu saja syok,karena ia belum melihat berita kecelakaan pesawat tersebut.

__ADS_1


Aldo dan Putri pun pamit sama Atun,mereka berdua akan membantu mencari Azizah sampai ketemu,dan setelah itu,baru mencari tahu tentang Satria dan Adi.


__ADS_2