
Tiba di desa gelap,Satria melirik sang istri yang terlelap,Satria menyadari kalau Azizah belum sembuh total dari sakit nya.Berkali-kali Satria menyentuh kepala dan wajah Azizah dan sesekali mengelus nya.
Sampai di depan rumah Azizah,Satria melihat jam di tangan sudah pukul 21:30,malam.Dan juga seluruh lampu di dalam rumah Sunarsih sudah mati,pertanda jika wanita itu sudah tidur.
"Bagaimana ini,kalau turun disini,itu akan menganggu ibu mertua,kalau kerumah paman,tapi mereka masih di rumah sakit?"Gumam Satria,
"Eeemmm"Azizah menggeliat,sembari mengucek mata nya.
"Loh mas,sudah sampai?"Tanya Azizah saat menyadari kalau mobil Satria sudah berhenti tepat di depan rumah Azizah.
"Masih ngantuk?"Tanya Satria,penuh perhatian,tangan nya tak lepas dari wajah Azizah yang terus di elus nya.
"Kenapa tidak bangun 'kan aku mas,ayo kita turun mas!"Ajak Azizah,
"Tapi seperti nya,ibu sudah tidur"Sembari melihat ke arah rumah.
"Tidak apa -apa aku bisa memanggil ibu dari samping!"Azizah segera turun dari mobil,begitu juga dengan Satria.Azizah menyuruh Satria untuk menunggu di depan rumah,sementara Azizah memanggil sang ibu dari samping kamar Sunarsih.
Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit.Lampu di dalam rumah menyala,pertanda Sunarsih sudah bangun kembali.
Ceklek !
"Azizah"Panggil Sunarsih,saat melihat anak nya sudah pulang ke rumah,Azizah segera menyalami dan memeluk sang ibu,ia sudah lama tidak bertemu dengan ibu nya.
"Apa kabar Bu?"Tanya Satria saat menyalami tangan Sunarsih.
"Alhamdulillah baik.Ayo masuk,pasti kalian berdua sangat lelah menepuk perjalanan jauh!"
Satria dan Azizah segera masuk ke dalam rumah,mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu.
"Tunggu disini,ibu akan buatkan minuman untuk kalian!"
"Bu,tidak masalah,aku dan Mas Satria sudah makan tadi singgah di restoran sebelum tiba disini.Tadi saat melihat lampu sudah mati,kami berencana untuk pergi ke rumah paman Dika"
"Istri Dika 'kan melahirkan di rumah sakit,seperti nya besok baru pulang.Tapi,ibu melihat Pak Adi di supermarket kemarin!"
__ADS_1
"Papa disini?"Tanya Satria,
"Ia benar"Sunarsih tidak pernah berbicara dengan Adi,jadi Adi tidak pernah tahu kalau Sunarsih besan nya.
"Bu,kami langsung istirahat saja,seperti nya mas Satria butuh istirahat,dia sangat lelah menyetir mobil sendirian!"
"Baiklah,kalau begitu kalian istirahat saja,ibu sudah membersihkan kamar kamu,jadi kamu bisa menggunakan nya !"
"Terimakasih Bu,kami istirahat dulu"Azizah segera mengajak sang suami menuju kamar,Satria hanya mengikuti saja apa yang di katakan Azizah.
Blam !
Satria menutup pintu kamar,Azizah berjalan ke arah lemari untuk mencari baju ganti,sementara Satria duduk di tepi ranjang,memperhatikan sang istri yang sibuk mencari baju ganti.
"Apa yang kamu cari?"Azizah menoleh,melihat mata lelah sang suami.
"Aku mencari baju ganti,serta baju mandi untuk mas!"
"Aku sudah menyiapkan semua nya disini"Sembari menunjuk koper yang ada di depan Satria.
"Tidak perlu sayang,kamu 'kan belum sembuh total,langsung istirahat saja,tidak bagus kalau mandi jam segini,nanti aku bantu lap 'kan tubuh mu"Satria bangkit dari tempat duduk nya,saat Azizah memberikan handuk untuk Satria.
"Dimana kamar mandi?"
"Disebelah sana!"Azizah menuntun Satria menuju kamar mandi,lalu membantu sang suami untuk mengisi air di dalam bak mandi.
Meskipun rumah Azizah tidak sebagus dan semewah rumah nya.Namun,Satria bisa menghargai itu.
Di Tempat lain. . .
Astuti sudah pulang sejak magrib tadi ke rumah,ia terus mondar mandir di dalam kamar,dengan ponsel di tangan nya.Adi tidak mengangkat panggilan nya sejak kemarin saat pergi dari rumah,semakin membuat Astuti khawatir dengan sang suami.
"Dimana Kamu mas!"Gumam Astuti,yang kembali memencet nomer ponsel suami nya.Merasa usaha nya sia-sia,Astuti melempar ponsel nya ke atas ranjang.Dan Astuti segera naik ke atas ranjang untuk tidur,dan melupakan masalah yang terjadi hari ini.
* * *
__ADS_1
Ke esokan pagi nya,pengantin baru ini,baru pertama kali menginap di rumah sang istri.Setelah sholat subuh Satria kembali tertidur,karena berpikir hari ini adalah hari cuti nya,ia tidak akan melakukan hal apapun di pagi hari.
Setelah mengenakan baju santai nya,baju rumahan,Azizah hanya berpikir akan berada di dalam rumah seharian,jadi ia memutuskan untuk tidak memakai cadar.
Sebelum keluar kamar,lebih dulu Azizah menghampiri Satria yang tidur dengan begitu lelap.Azizah mematikan kipas angin yang menyala dari semalam,lalu membenarkan selimut sang suami,setelah itu baru keluar kamar.
Ceklek !
"Azizah!"Teriak sang ibu yang baru saja melihat Azizah keluar dari dalam kamar nya.Namun,memar di wajah serta sudut bibir yang masih bengkak membuat sang ibu terkejut.
"Apa ini?apa yang terjadi?kenapa wajah mu begini?Ayo katakan pada ibu.Suami mu tidak melakukan KDRT 'kan sayang?"Azizah dapat melihat betapa khawatir dan panik nya Sunarsih saat melihat kondisi sang anak.Azizah memilih untuk menyembunyikan kejadian yang sesungguh nya kepada Sunarsih.
Apalagi mengingat sang ibu yang punya riwayat penyakit jantung,Azizah tidak mau berbagi kisah pahit nya kepada sang ibu.Azizah tidak ingin membuat Sunarsih syok dan itu menganggu kesehatan Sunarsih.
"Azizah tidak apa-apa Bu,azizah hanya korban jambret saja,ibu 'kan tahu kota besar seperti Jakarta pasti banyak begal dan jambret,kemarin Azizah tidak hati-hati,tapi Azizah berobat dan semua nya baik-baik aja sekarang!"Azizah memegang tangan Sunarsih,dan menenangkan sang ibu.Sang ibu terlihat begitu khawatir dengan keadaan Azizah,meskipun ia bisa berbohong.Namun,memar di wajah Azizah masih membuat sang ibu begitu penasaran.
"Dimana suami mu?dia enggak ikut sarapan ?ibu sudah memasak nasi goreng untuk kalian.Ibu tidak tahu ini akan cocok atau enggak dengan selera nya!"
"Mas Satria bukan pemilih Bu,dia bisa makan apa saja,asal masih cocok di lidah nya!"
"Bantu ibu untuk membawa nya ke meja makan"
"Baik Bu"Ke dua nya pun bangkit dari tempat duduk,dan pergi menuju dapur.
Setelah semua menu makanan tersusun rapi di atas meja.Sunarsih menyuruh Azizah untuk memanggil Satria di kamar,agar bisa sarapan bersama.
"Azizah Panggil Mas Satria dulu"
"Iya.Ibu pergi berbelanja dulu,kalian bisa sarapan bersama,ibu tadi udah sarapan,ibu pergi dulu ya.Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam,hati-hati Bu!"
"Iya"
Sunarsih menutup pintunya kembali.Azizah kembali ke kamar untuk membangun 'kan Satria yang masih tertidur.
__ADS_1