
"Apa yang ku lakukan !"Setelah sadar ia segera melepas tangan Satria,membuat pria itu terbangun,dan mengerjapkan matanya,setelah itu melirik ke arah Azizah yang saat ini juga sedang menatap nya dengan penuh tanda tanya.
"Maaf,aku tidak bermak..."
"Sudah azan,aku mau sholat dulu mas"Ujar Azizah yang segera turun dari ranjang.Pria itu hanya terdiam dan melihat sang istri yang berjalan ke arah kamar mandi.
Blam!
Azizah menyenderkan tubuhnya di daun pintu,lalu menggenggam tangan,melihat telapak tangan nya,dan masih terlintas di kepala Azizah bayangan tangan Satria yang terus ia genggam tanpa sadar.
"Apa yang ku lakukan,pasti Mas Satria berpikir yang enggak-enggak!"Gumam Azizah.
Tok..Tok..Tok
Azizah terkesiap,mendengar suara ketukan pintu kamar mandi dari luar.
"Azizah,apa Kamu baik-baik saja?"Satria hanya memastikan ia takut jika sesuatu terjadi kepada wanita itu.
"Aku baik-baik saja mas,aku akan segera keluar!"Setelah mengatakan itu,Azizah segera mengikat rambut dan melakukan ritual mandi.Satria menunggu nya di balkon,ia tidak ingin membuat Azizah tidak nyaman,apalagi saat ini dirinya sudah melihat raut wajah sang istri yang selama ini di tutupi nya.
Mengetahui pintu kamar mandi terbuka,Satria tidak bergeming,ia hanya berdiam diri di balkon.Setelah Azizah memakai mukena nya baru lah,Satria berjalan ke arah kamar mandi.
* * *
Rumah sakit swasta Purna. . .
Astuti yang sejak pagi sudah kesal melihat Satria dan Azizah semakin dekat,di tambah lagi dengan calon menantu nya yang susah untuk di hubungi,beberapa hari ini Bella tidak terlihat entah dimana wanita itu sedang berada.
Caston memarkirkan mobil nya di parkiran rumah sakit purna,di belakang ada Maryam yang duduk sembari menahan rasa sakit di bagian perut nya.
"Nyonya,apa perlu saya temani sampai ke dalam ?"
__ADS_1
"Tidak usah,aku bisa sendiri,kamu tunggu disini.Oh ya,Caston tolong hubungi mas Alex,katakan kita sudah tiba di rumah sakit,bilang saya aku tengah di periksa dokter,saat ini mas Alex pasti sedang cemas menunggu kabar dari kita!"Tukas Maryam,sembari membuka pintu mobil.
"Baik Nyonya"Caston segera merogoh ponsel yang ada di dalam saku celana nya,lalu menghubungi Alex.Sementara Maryam,sudah berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Rumah sakit purna,memang rumah sakit nomer satu di Jakarta,selain tempat nya yang luas dan mewah.Rumah sakit tersebut juga bersih dan banyak staf rumah sakit yang bekerja sesuai dengan shift mereka.
"Azizah sedang apa kamu disini!"Teriak Astuti dengan kencang,dan berdiri di belakang Maryam.Wanita bercadar itu segera menoleh saat mendengar seseorang berteriak kepada nya.
"Haah,maaf salah orang!"Tukas Astuti,saat melihat wanita bercadar di depan nya bukan Azizah melainkan Maryam.
"Bu,dimana ruang direktur,saya ingin berobat!"Maryam sengaja mencari Direktur rumah sakit purna,karena menurut informasi yang Alex ketahui,Direktur di rumah sakit purna adalah Istri dari CEO Purna.
"Kenapa kamu ingin menemui Direktur?kalau kamu ingin berobat,banyak staf yang akan menemani dan melayani mu disini,kamu bisa mendaftar diri di bagian resepsionis,tanpa harus menganggu Direktur!"Pungkas Astuti dengan sombong,semenjak Azizah menikah dengan Satria,membuat Astuti sedikit parno saat melihat wanita bercadar,ia selalu kesal dan mengingat akan menantu nya itu.
"Saya lagi buru-buru,saya tidak ingin mengantri,maka nya saya ingin langsung Direktur yang melayani saya,apalagi saya tidak lama,saya akan berobat saja!"Ujar Maryam kemudian.Maryam masih memegang perut nya,rasa sakit yang ia derita semakin lama semakin terasa,bahkan ia sangat sulit untuk berdiri.
"Semua orang yang mau berobat disini,wajib mengantri,apalagi orang seperti kamu!"
"Mela!"Panggil Astuti,saat melihat Mela yang kebetulan lewat dari sana,wanita itu pun menoleh ke arah atasan nya itu.
"Ada apa Bu?"
"Nih ada pasien yang mau berobat,kamu ajarin dia untuk mengantri dan mendaftar,mungkin dia belum mengetahui aturan berobat disini!"Tukas Astuti,sembari ke dua tangan nya dilipatkan di dada nya.Lalu,pergi meninggalkan Maryam bersama dengan Mela.
"Bu,mari ikut saya"Ujar Mela dengan ramah.
"Maaf,wanita itu siapa ya?"Tanya Maryam yang penasaran,
"Itu Bu Direktur,atasan kami!"Mela masih tersenyum,
"Apa dia istri dari Tuan Adi?"
__ADS_1
"Ibu kenal Pak Adi?"Tanya Mela balik,Maryam menggelengkan kepala nya,yang memang Maryam tidak mengenal pria itu.
"Oh,semua orang pasti mengenal istri dari CEO Purna,apalagi kalau melihat infotainment.Mari Bu ikut saya,biar saya bantu!"
"Terimakasih!"Ucap Maryam,Mela hanya mengangguk,sembari menuntun Maryam ke kursi tunggu.
"Sus,seperti nya Ibu itu tidak dapat menunggu lebih lama,bisakah,kamu membawa nya langsung ke ruang pemeriksaan?"Tanya Mela,kepada suster yang berjaga di depan ruangan dokter shift pagi.
"Bu Mela,Pagi ini yang bertugas Bu Astuti,anda tau,bagaimana Bu Astuti,dia pasti tidak membiarkan wanita itu untuk berobat tanpa mengantri!"Pungkas Suster tersebut,
"Permisi,bisa saya periksa lebih dulu?saya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit,saya butuh obat sekarang juga!"Maryam sedikit memohon kepada suster dan Mela yang sedang berbicara.
"Ayo Bu,saya bantu!"Mela segera menuntun Maryam masuk ke dalam ruangan Astuti.
Di dalam mobil,setelah memberitahu Alex,Caston melihat dompet Maryam yang tertinggal,ia segera mengambil dan menyusul Maryam.
Tiba nya Caston di bagian resepsionis,ia mendengar suara ribut dari ruangan dokter,dan Caston segera mendekat.
"Apa yang terjadi?"
"Seperti biasa Tuan,jika ada yang tidak patuh pada peraturan,dokter Astuti tidak akan melayani nya,meskipun itu darurat.Biasanya ada dokter lain,hanya saja di pagi Kamis,jadwal dokter Astuti berjaga!"Tukas perawat pria yang ikut mendengar suara ribut di dalam ruangan itu.
"Sudah ku katakan,aku tidak akan memeriksa nya!dia baru saja datang,dan mencoba menerobos antrian?"Teriak Astuti menatap Mela dengan tajam.
"Tapi Bu,ini darurat,ia benar-benar sakit,apa salah nya sih langsung di periksa saja,pasien yang membuat janji juga belum datang,ini masih jam 08:00 pagi Bu!"
"Kamu bekerja sama dia atau sama saya!"Teriak Astuti,melihat Mela yang terus-terusan di marahin,Maryam pun tidak tinggal diam.
"Anda itu seroang dokter,sudah seharusnya Anda taat pada sumpah anda.Saya adalah pasien yang datang berobat,tapi anda masih bersikeras tidak mau memeriksa saya?"Sembari Maryam menunjuk ke arah dirinya.
"Apa Anda pikir saya tidak mampu bayar?bahkan jika saya mau saya bisa membeli rumah sakit ini!"Tegas Maryam yang sudah keduluan kesal saat melihat kesombongan dan sifat angkuh dari Astuti.
__ADS_1
Mendengar ucapan Maryam,Astuti langsung naik pitam,apalagi ada orang yang berani membantah ucapan nya.