
Tepat jam 00:00,Azizah sudah tertidur,bahkan dalam pelukan Satria,ia lebih nyaman jika lengan sang suami yang menjadi bantal untuk nya.
Drrt..Drrt..
Ponsel Satria bergetar,Pria itu yang sejak tadi belum bisa tidur pun,segera meraih ponsel yang tak jauh dari nya,dan melihat siapa yang menganggu tengah malam.
'Bella?'Mata Satria melotot saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
'Kenapa dia menelpon jam segini?'Satria segera memindahkan kepala Azizah ke samping,agar Satria bisa mengangkat panggilan dari Bella.
Setelah memastikan tidak membuat Azizah terbangun,Satria segera turun dari ranjang,menuju jendela kamar.
"Ada apa?"Tanya Satria,setengah berbisik.
[Heh,Aku bisa menebak nya,kamu pasti sedang bersembunyi untuk mengangkat telepon dari ku.Sudah ku katakan,kita berdua harus jujur saja sama istri mu itu,kalau kamu menerima tawaran ku?]Tukas Bella dengan bangga nya.
"Tawaran?tawaran apa?"Ulang Satria yang geram,
[Tawaran kalau kamu setuju menikah dengan Ku!]
"Tutup mulut mu,Aku tidak mengatakan itu!"
[Tapi kamu setuju berkencan dengan ku selama tiga hari di Bali berturut-turut bukan?sebagai imbalannya aku akan mendonorkan ginjal ku untuk Tante,hanya punya ku yang cocok untuk Mama mu!]Tegas Bella,yang sedang tersenyum miring.
Satria tidak langsung menyetujui itu,bahkan ia malah berharap bukan dia yang cocok untuk mama nya.
"Ingat,hanya kencan,tidak ada hal lain.Satu lagi,jangan ada orang tahu,kalau sampai ada yang tahu,kamu tau akibat nya,lebih-lebih jika Azizah tau,aku akan membu-nuh mu!"Ancam Satria,
[Aww..Atut.Ha..Ha..Ha..Nikmati saja,apa yang bisa Kamu lakukan ,kamu sudah melakukan yang terbaik,bukan kah ini semua untuk kesehatan Mama mu?Azizah juga tidak akan keberatan jika ia tahu!]
"Tutup mulut mu!"Satria segera memutuskan panggilan itu,
"Sedang apa kamu mas?"
"Haah"Satria terkejut,saat mendengar suara Azizah,hampir saja ponsel di tangan nya akan jatuh.
"Aldo menelpon,ada pekerjaan yang harus di bahas besok pagi,jadi pagi-pagi sekali besok aku harus pergi meeting ke kantor Aldo.Dan juga besok aku harus menyiapkan jadwal operasi mama"Pungkas Satria berjalan ke arah Azizah.
"Tapi ini sudah malam mas,istirahat lah dulu,besok bangun pagi,nanti kamu tidak cukup tidur,jangan buat kesehatan mu memburuk Mas!"
"Iya sayang,ayo tidur lagi.Maaf sudah menganggu tidur mu"Ucap Satria,sembari mengecup kening Azizah.
__ADS_1
'Maaf sayang,aku terpaksa berbohong,karena aku tidak ingin kamu mikir macam-macam tentang aku dan Bella!'Batin Satria,tangan nya terus saja mengelus rambut sang istri yang mulai terlelap lagi.Bahkan Satria tidak sanggup melihat wajah sang istri,ia terus mengecup kening Azizah.Berbohong kepada Azizah juga membuat dada nya ikut sesak,apalagi membayangkan Azizah mengetahui nya.Entah bagaimana perasaan istri nya itu.
* * *
Seperti yang di katakan Satria,ia harus berangkat pagi-pagi menuju kantor Aldo.
Tepat jam 06:00,Satria sudah rapi,bahkan setelah subuh ia tidak tidur lagi,ia langsung berpakaian formal.
"Mau sarapan dulu mas,biar aku yang siapkan!"
"Tidak usah sayang,aku sarapan di sana saja nanti bersama dengan Aldo!"
"Baiklah mas,hati-hati mas,ini masih pagi banget lo mas!"
"Iya sayang,kamu baik-baik di rumah ya,tidak perlu capek-capek 'kan kamu baru sembuh!"
"Siap mas suami"Azizah menyalami tangan Satria,begitu juga dengan Satria yang menci-um sekilas kening Azizah.
"Aku berangkat dulu"Azizah hanya mengangguk,Satria segera masuk ke dalam mobil nya.
Mobil Satria sudah keluar dari pintu gerbang rumah Purna.Namun,Azizah masih menatap punggung mobil tersebut.
"Ini lo Bi liat Mas Satria berbakat kerja!"
"Berangkat kerja?sepagi ini?biasa nya Tuan Muda tidak pernah berangkat pagi-pagi begini,mau ada meeting atau enggak,jadwal Tuan Muda, diatas jam 08:00 Nyonya!"Pungkas Bi Atun.
Mendengar pernyataan Bi Atun,membuat Azizah berpikir keras,dengan hal yang baru saja terjadi.
"Eeemm,mungkin ada hal penting itu Pak Aldo yang mengajak nya bertemu!"
"Oo..Den Aldo,mungkin juga -Nya!"Bi Atun pun segera masuk,kini hanya tertinggal Azizah di luar.
"Mas Satria tidak pernah berangkat pagi?jadi hari ini?"Gumam Azizah,lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
* * *
Azizah baru saja sampai ke kantor Purna di antar oleh sopir.
"Terimakasih ya pak,tidak di jemput,Saya akan pulang dengan Tuan!"
"Baik -Nya!"
__ADS_1
Azizah segera turun dari mobil,lalu mendongakkan kepala nya,menatap jam raksasa yang ada di depan gedung Purna.Jam tersebut menunjukkan pukul 10:10.
Baru saja ia tiba di lobi,Azizah melihat Aldo yang sedang berbicara dengan Anita.
"Pak Aldo disini?apa meeting nya sudah selesai?"Tanya Azizah,Aldo menaikan alis nya saat mendengar pertanyaan itu.
"Anita kita bicara nanti"
"Baik Pak"Anita segera pergi meninggalkan Aldo dan Azizah di lobi.
"Maaf,maksud Kamu meeting,meeting apa ya?"Aldo kembali bertanya kepada Azizah,membuat Azizah bingung.
"Tadi kata mas Satria,Pak Aldo dan mas Satria ada meeting di kantor Pak Aldo,makanya ia berangkat pagi-pagi!"Aldo terlihat seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.
"Oh,ia meeting,udah kelar kok,Satria juga udah pulang dan katanya ada meeting lain,makan nya tadi kata Anita Satria belum sampai ke kantor!"Ungkap Aldo memperlihatkan senyum nya.
'Apa yang dilakukan Satria,sampai membohongi Azizah begitu?'Aldo terus menatap Azizah,dan ia teringat akan masa lalu Azizah yang sempat ia curiga.
"Azizah,bisa kah kita berbicara empat mata?"
"Empat mata?"
"Iya,Aku ingin berbicara penting,tapi jangan disini,bagaimana kalau di restoran depan,aku yang traktir tidak masalah!"Ujar Aldo,
"Eeemmm..."Azizah ragu untuk menjawab iya.
"Sepuluh menit saja enggak pa-pa!"Lanjut Aldo,yang sedikit memaksa.
"Baiklah"Akhir nya Azizah memutuskan untuk ikut dengan Aldo ke restoran yang ada di depan Purna,tapi kali ini memilih tempat yang enak untuk mengobrol,yaitu,di toko roti mawar yang ada di sebrang Purna.
Azizah melihat tempat itu begitu nyaman dan tentram,jauh dari keramaian.
"Kamu belum pernah kesini?"Tanya Aldo,saat mereka sudah tiba di depan toko roti tersebut.
"Belum"Sahut Azizah yang malu,
"Nanti aku bilang sama Satria,harus sering-sering ngajak kamu kesini,disini tempat nya nyaman dan tentram"
"Iya"
"Selamat datang di toko roti mawar,silahkan masuk"Sapa pelayan toko,Azizah dan Aldo segera melangkah masuk ke dalam toko itu,dan memilih meja yang paling jauh dari pintu itu ada di pojokan toko.
__ADS_1