Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kantor


__ADS_3

Satria sedang mengikuti rapat bersama dengan Aldo dan yang lain.Terlihat Satria yang tidak begitu fokus,karena ia sedang memikirkan kondisi Azizah yang tengah hamil tua di rumah,apalagi dengan kondisi Azizah yang begitu tidak sehat.


"Pak!"Panggil Anita,yang terus di abaikan Satria.


"Pak !"Panggil nya lagi,banyak klien yang menatap Satria dengan heran.


"Sat!"Bisik Aldo kemudian,yang kebetulan juga ikut mengikuti rapat tersebut.


"Eeemmm"Satria langsung menoleh ke arah Aldo,dan Satria baru sadar jika semua orang sedang menatap bingung ke arah nya.


"Rapat cukup sampai disini dulu,jika ada berkas yang ingin saya tanda tangan,Anita tolong antar ke ruangan saya!"


"Baik pak!"Satria langsung bangkit dari duduk nya dan pergi keluar dari ruangan tersebut,dengan di ikuti oleh Aldo.


"Apa yang terjadi?kamu terlihat begitu khawatir?"


"Aku sedang memikirkan kondisi kesehatan Azizah,kamu tau,dia sedang hamil,dan kesehatan nya sangat mengkhawatirkan!"Pungkas Satria,


"Kita doakan yang terbaik untuk istri mu,semoga ia sehat sampai lahiran!"


"Amiin,aku juga berharap begitu!"


Aldo dan Satria segera menuju ruangan Direktur milik Satria.


* * *


Di tempat lain,ada Kejora yang telah habis masa magang nya di kantor Aldo.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk!"


Ceklek !


"Pak!"Seru Kejora,Bara menoleh saat mendengar suara kejora,dan benar saja wanita itu,datang untuk menemui Bara yang sedang berada di ruangan nya.Bara adalah atasan Kejora,selama dia magang di Andara grup.


"Ada apa?"Tanya Bara,tanpa melihat ke arah Kejora.


"Pak,ini berkas yang bapak minta tadi,saya juga ingin pamit sama bapak,karena hari ini adalah hari terakhir saya magang disini,dan terimakasih untuk selama ini sudah membimbing saya dengan baik!"


"Bukan kah,ada dua hari lagi?"


"Hari ini terakhir pak,dan ini berkas nya!"Setelah meletakkan berkas yang ada di tangan nya ke atas meja,kejora pun berbalik pergi untuk meninggalkan ruangan Bara.

__ADS_1


"Tunggu!"Kejora menghentikan langkah nya,saat mendengar ucapan Bara,lalu menoleh melihat pria itu bangkit dari tempat duduk nya.


"Kejora!"Panggil Bara,yang kini berjalan ke arah Kejora.


"Iya Pak!"


"Mau kah,kamu menikah dengan ku?"Tanya Bara,sembari mengeluarkan kotak merah yang ada di dalam saku jas nya,entah sejak kapan benda itu sudah di simpan oleh Bara.


Kejora membulatkan mata nya menatap bingung ke arah Bara.Dia tidak tahu harus memberikan jawaban apa untuk Bara,karena selama ini,Bara tidak pernah menunjukkan sikap ketertarikan nya kepada Kejora.


"Saya..."Kejora tidak melanjutkan ucapan nya.Namun,ia terus menatap Pria yang berdiri di depan nya,dengan kotak cincin merah di tangan nya.


"Menikah lah,dengan Ku!"Lanjut Bara,berharap Kejora mau menerima nya.


"Ha...Ha...Ha..."Setelah menatap Bara begitu lama,akhirnya Kejora pun melepaskan tawa nya yang begitu keras,tentu saja itu membuat Bara terkejut.


"Kamu bercanda 'kan?"Tanya Kejora yang masih tertawa.


"Bercanda?Aku serius!"Tukas Bara,Kejora yang semula nya tertawa langsung terdiam kembali.


"Kejora,apakah hal seperti ini bisa di ajak bercanda?aku serius ingin mengajak mu menikah.Aku tidak pernah bermain-main dengan perasaan ku,apalagi soal pernikahan.Tapi,kalau kamu menganggap ini bercanda,maaf,Aku telah salah memilih orang!"Pungkas Bara,yang berjalan menuju meja nya.


Kejora terdiam setelah mendengar pernyataan Bara,orang yang selalu bercanda ketika berbicara dengan nya,tapi di saat Bara berbicara serius,dia mampu membuat Kejora syok bahkan tidak dapat berkata -kata.


"Kamu boleh pergi!"Titah Bara,yang langsung duduk di kursi nya.


"Pak,apakah tawaran tadi masih berlaku?"Bara langsung menatap Kejora dengan tajam,dan Bara kembali berdiri dari tempat duduk nya.


"Aku sedang tidak ingin bercanda!"Tegas Bara,kini berjalan ke arah Kejora.


"Pak,aku tidak bercanda,apakah masih berlaku?jika tidak aku akan pergi!"


"Tunggu!"Bara menahan tangan Kejora,saat wanita ini akan pergi.


"Tawaran itu akan selalu berlaku untuk mu,selama kamu masih single!"Bara langsung memeluk Kejora,sekali lagi membuat Kejora terkejut.


"Pak,kita masih di kantor!"


"Panggil Aku honey,maka aku akan melepaskan mu!"


Tap!


"Awwww"Pekik Bara,saat Kejora menginjak kaki nya.

__ADS_1


"Sadis banget sih jadi perempuan !"Ketus Bara yang menahan rasa sakit.


"Kamu juga me-sum banget sih jadi laki,huh!"Timpal Kejora yang tidak mau kalah,seperti biasa,disaat ke dua nya bertemu selalu saja berantem dan tak pernah akur.


"Jadi nikah enggak nih?"Tanya Kejora kemudian,


"Enggak jadi!"Sahut Bara dengan ketus,Kejora langsung mengerucutkan bi-bir nya.


"Yasudah!"Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan Bara.


Blam!


Kejora membanting pintu ruangan Bara,membuat Bara tersenyum geli melihat tingkah Kejora yang sedang kesal kepada nya.


Di dalam ruangan nya,Kejora terlihat kesal,ia pun sedang membereskan barang sebelum ia pergi meninggalkan perusahaan Andara grup.


"Loh,Kejora sudah mau pergi?"Tanya rekan kerja Kejora selama ia di perusahaan tersebut.


"Iya Bu,tadi juga sudah pamit sama atasan!"Pungkas Kejora.


"Hati-hati ya,semoga bisa bertemu lagi di lain waktu!"Ujar Niki,teman satu ruangan Kejora.


"Iya Bu"Kejora segera pergi menuju lobi,dengan perasaan nya yang kesal.


Tiba di tempat parkir,terlihat Kejora yang sedang sibuk bergumam,entah apa yang sedang ia katakan,ia terlihat begitu kesal.


"Bara sialan...."Teriak Kejora,"Berani sekali kamu mempermainkan perasaan ku!"Lanjut Kejora yang kesal,berjalan ke arah mobil nya.


"Kamu liat saja,aku tidak akan memaafkan kamu!"Gumam Kejora,kini berjalan berdiri di depan mobil nya.


"Eeeemmm...Eeemmm"Kejora memberontak,saat seseorang menutup mulut nya,dan menyeret tubuh Kejora menuju sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu,dengan pintu mobil yang terbuka.


Dugh!


Pria itu mendorong tubuh Kejora ke dalam mobil,tentu saja membuat Kejora panik.


"Siapa kamu,kenapa kamu menculik ku!"Teriak Kejora.


"Kamu akan tahu,siapa Aku!"Sahut Pria itu,lalu masuk ke dalam mobil,dan kini duduk di kursi kemudi.


"Buka,turunkan Aku!"Teriak Kejora,lagi.


"Diam!kalau tidak aku akan menu-suk mu!"Sembari menodong sen-jata tajam ke arah Kejora,langsung membuat Kejora terdiam,Pria itu segera melajukan mobil nya keluar dari tempat parkir.

__ADS_1


"Heeh"Pria tersebut tersebut miring,saat menatap Kejora dari spion depan,terlihat raut wajah nya yang begitu panik dan takut.


__ADS_2