Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kantor Purna


__ADS_3

Tiba di kantor,seperti biasa,Anita sudah menunggu Satria di lobi,dengan berbagai macam berkas di tangan nya.


"Selamat pagi pak!"Sapa Anita dengan ramah.


"Pagi,apa semua nya sudah berkumpul di ruangan meeting?"


"Sudah pak,semua nya sudah menunggu Bapak.Pak Adi memberikan berkas ini kepada Bapak,dan ia meminta Bapak mengurus meeting hari ini"


"Saya sudah mengerti,Papa belum bisa datang"Mereka segera masuk lift.


"Pak,semoga Bu Astuti segera sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala!"


"Amiin.Terimakasih!"Anita hanya mengangguk saja,begitu pintu lift terbuka,ke dua nya segera keluar.


Satu jam berlalu,suatu di ruangan meeting seperti biasa,sedang membahas proyek baru,proyek kali ini harus pihak Purna yang bertanggung jawab penuh,tanpa ada campur tangan dengan perusahaan Aldo.


"Itu semua saya serahkan kepada Bapak Aldo,bagaimana tanggapan nya,karena dari awal kita semua tahu,tender ini atas kerjasama dua perusahaan"Ujar Satria,


"Saya setuju,kalau ini semua yang di pilih oleh klien kita,saya mah setuju saja,mau perusahaan saya atau Purna semua oke-oke saja,asal berjalan dengan lancar!"


"Kalau begitu,kesimpulan nya sudah kita ketahui,kalau purna akan mengambil alih dengan proyek baru ini!"


"Kami semua setuju.Bisa kah kami bertemu dengan pihak desain?"


"Anita,panggilan Laura!"Titah Satria,Anita segera pergi untuk memanggil Laura.


Setelah Laura datang,dan mereka membahas semua kerjasama dengan baik.Dan kali ini Laura akan memegang proyek yang paling


besar dalam sejarah Purna.


"Kalau semua nya sudah paham,saya akhiri rapat ini,dan terimakasih untuk semua nya yang sudah meluangkan waktu untuk rapat pagi ini"Satria dan beberapa kolega lain nya berjabat tangan,dan mereka terlihat begitu puas dengan meeting hari ini.


Setelah semua orang keluar,kini hanya tinggal Satria dan Aldo.


"Kamu enggak masalah 'kan jika proyek kali ini Purna yang bertanggung jawab?"


"Tentu saja aku tidak marah,apapun itu atas nama mu,aku setuju!"Ungkap Aldo,yang memutar kursi nya ke kiri dan ke kanan.


"Ada apa?kamu terlihat begitu cemas?apa ada yang kamu khawatirkan?bukan kah,operasi ibu mu akan berlangsung besok?"Lanjut Aldo.

__ADS_1


"Bukan soal itu.Aku cemas,hari ini Azizah kembali ke desa nya,aku takut ada apa -apa dengan nya di jalan!"


"Ayolah Sat,istri mu sudah besar,dia bukan anak kecil,kamu tidak perlu begitu takut.Atau kecuali kamu hanya takut berpisah saja,dan takut merindukan dia,jika di tinggal begitu lama!"Sindir Aldo,


"Itu juga salah satu nya!"Timpal Satria,Aldo langsung tersenyum mengejek,melihat teman nya yang begitu posesif.


"Aku akan mentraktir kamu,ayo kita pergi ke toko roti waktu itu!"Ajak Satria,Aldo segera bangkit dari duduk nya.


Ceklek !


"Pak,Nona Bella,menunggu Anda di ruangan Direktur!"Ujar Anita,yang melihat Satria baru saja keluar dari ruangan meeting.


"Untuk apa dia datang kemari,katakan pada dia aku sibuk!"


"Tidak perlu repot-repot,aku sudah disini!"Mereka bertiga segera menoleh,dan melihat Bella sudah menyusul ke lantai tiga dimana ruangan meeting berada.


"Untuk apa dia kemari?Bisik Aldo,Satria menaikan ke dua bahu nya.


"Kalau begitu aku pamit dulu"Aldo segera pergi,Satria mengangguk nya.Anita juga ikut pergi.


"Untuk apa kamu datang kemari?"


"Apa salah,jika aku datang untuk melihat tunangan ku yang sedang bekerja!"


"Kamu lupa?sebelum kamu menikah kita sudah bertunangan,dan kita berpacaran selama beberapa tahun,memang nya kamu anggap apa aku selama ini?"Bella berbalik memarahi Satria.Memang benar mereka berpacaran begitu lama,dan waktu itu Satria begitu tergila-gila sama perempuan yang bernama Bella itu.


"Tapi sekarang bukan lah waktu yang dulu,saat kita masih baik-baik saja,semua nya sudah berubah semenjak kamu berselingkuh!"Satria segera pergi meninggalkan wanita itu.


"Pergilah,tapi jangan pernah memohon kepada ku untuk mendonorkan ginjal ku pada mama mu!"Satria kembali menghentikan langkah nya,saat mendengar ucapan Bella,lalu menoleh ke arah Wanita itu.


"Heemm.Aku akan mengantar kemana pun kamu pergi,cepat lah kemari!"Dengan begitu malas,Satria harus bersabar demi kesembuhan sang ibu.


Dengan raut wajah yang penuh kemenangan,Bella langsung menghampiri Satria di depan lift.


"Jaga sikap mu,aku setuju pada mu,karena mama!"Ucap Satria,saat Bella ingin memeluk lengan Satria.


"Aku tidak peduli,disini hanya ada kita"Bella masih memaksa untuk menempel pada Satria,membuat Pria ini semakin geram dan ingin melempar nya dari atas gedung purna.


Tiba di lobi,dengan PD nya Bella terus saja menempel pada Satria,sehingga semua mata kini tertuju ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Sampai di tempat parkir,Bella dan Satria langsung masuk ke dalam mobil.


"Kamu mau kemana?"Tanya Satria,


"Mau shopping,karena besok aku harus melakukan operasi!"Ujar Bella,ia tahu Satria tidak akan menolak kalau membahas soal kesehatan ibu nya.


"Duduk yang tenang,aku akan mengantar kamu berbelanja!"


"Sekalian di traktir 'kan?"


"Eem"Jawab Satria malas,


'Maafkan aku sayang,aku melakukan ini karena mama,semoga kamu tidak marah,jika mengetahui aku pergi dengan wanita ini!'Meskipun dalam keadaan gelisah,Satria berusaha untuk tenang,dan menuruti keinginan Bella untuk sementara waktu.


Sampai di depan mall,setelah memarkirkan mobil.Satria dan Bella langsung masuk ke dalam mall untuk berbelanja.


Sudah terbiasa Satria dengan penampilan itu,Bella akan berbelanja sepuas nya dan akan lupa orang yang membayar itu semua adalah Satria.


"Kamu tetap matre seperti biasa nya"Cibir Satria.


"Heeh,ini belum ada apa-apa dengan apa yang ku lakukan untuk mama mu"Satria mengepalkan tangan nya lagi,saat Bella membahas Astuti.


Setelah melakukan pembayaran,Bella masih meminta Satria untuk mentraktir 'kan semua makan kesukaan dia,dan itu membuat Satria heran.


"Bukan kah,dokter melarang mu untuk memakan es krim?"


"Tapi disini 'kan tidak ada dokter?"


"Tapi memakan es krim sebanyak itu,akan menganggu operasi mu besok!"


"Aku tidak peduli,yang penting mama mu sehat!"


"Heeemm"Satria kembali menghela nafas nya.


Setelah tiga puluh menit berlalu,Satria mendapat panggilan dari Anita kalau dia ada meeting nanti malam.


"Bella,aku harus kembali,aku ada meeting nanti malam"


"Aku ikut!"

__ADS_1


"Tidak bisa,ini meeting tertutup,kamu tidak bisa ikut.Aku akan mengantar kamu pulang lebih dulu"


"Oke!"Sahut Bella dengan wajah penuh kemenangan.


__ADS_2