Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Bar


__ADS_3

"Dia hanya minta waktu sama aku tiga hari untuk berkencan dengan dia ke Bali.Setelah dia sembuh,aku harus menemani dia liburan ke Bali!"Ungkap Satria,dengan raut wajah nya yang frustasi.


"Kamu yakin?"Tanya Aldo,


"Enggak!"Satria meletakkan gelas jus di depan nya,lalu melihat Aldo dengan intens.


"Apa bantuan yang kamu ingin aku lakukan untuk mu?"Aldo langsung bisa menebak apa yang di pikirkan Satria.


"Jika benar Bella adalah pendonor mama,maka tolong bantu Aku supaya Bella dan Aku tidak jadi pergi berkencan ke Bali,aku tidak ingin meninggalkan istri ku,walaupun hanya satu hari !"Pungkas Satria.


"Oke,aku bisa menjamin nya,aku tidak akan membiarkan kamu pergi dengan Bella.Bara juga bisa bantu kamu"


"Thank bro.Kalian berdua memang sahabat ku yang paling baik"Tukas Satria,Aldo dan Bara hanya tersenyum mendengar pujian dari Satria,lalu mereka bertiga bersulang untuk menikmati minuman yang ada di atas meja meskipun Satria hanya meminum segelas jus.


Di kediaman Purna,Azizah yang sudah bangun langsung mencari keberadaan sang suami.Namun,ia tidak menemukan sosok Satria di mana pun.


"Nyonya cari tuan?"Tanya Bi Atun,saat melihat Azizah yang kebingungan menelusuri rumah Purna.


"Iya benar Bi,bibi melihat nya?"Azizah berbalik bertanya.


"Tadi Tuan berpesan,kalau Nyonya mau makan,bisa duluan,karena Tuan pergi untuk menemui Tuan Aldo,ada pekerjaan penting!"


"Pekerjaan?malam-malam begini?"


"Begitu yang di sampaikan Tuan -Nya!"


"Baiklah Bi.Bibi boleh lanjut kerja!"


"Permisi -Nya"


"Eeem"


Ting..Tong..


"Seperti nya itu Tuan"Ucap Bi Atun,yang ingin membuka pintu.


"Bi,biarkan saya saja yang membuka pintu nya!"


"Baik -Nya"

__ADS_1


Azizah segera pergi ke arah pintu depan,untuk membuka pintu.


Ceklek !


"Kenapa lama sekali Bi"


"Mas"


"Sayang,maaf aku pikir tadi Bi Atun,sudah makan?"Tanya Satria,yang menggandeng pinggang Azizah.


"Belum,aku menunggu mas pulang!"


"Ayo kita makan"Mereka berdua segera berjalan ke arah meja makan.Di sana semua hidangan sudah di sediakan tinggal makan saja,Bi Atun juga sedang membantu Rani untuk membereskan dapur.


* * *


Ke esokan pagi nya. . .


Azizah mempersiapkan baju kerja Satria,dan juga membantu mengambil semua keperluan suaminya.


"Hari ini kamu tidak perlu ke kantor,kamu istirahat saja,kamu harus jaga kesehatan,supaya kita bisa program hamil secepatnya!"Ujar Satria sembari mengelus perut buncit sang istri.


"Bawel juga demi kesehatan mu sayang"Satria kembali menyentuh kepala Azizah,entah kenapa dia paling senang mengusap rambut Azizah.


"Sayang,masukan proposal itu ke dalam tas kerja ku,karena hari ini aku ada meeting di kantor,dan itu meeting perihal tender yang menang satu Minggu lalu.Banyak kolega bapak yang ikut meeting,doakan meeting hari ini lancar sayang!"


"Amiin"Azizah membantu Satria memasang dasi.


"Sayang,kamu terlihat seperti orang linglung,apa ada yang ingin kamu minta atau katakan?apa kamu butuh uang?kalau kamu butuh uang,aku menyimpan uang di dalam brankas di lemari baju ku yang paling ujung,kamu bisa mengambil nya disana,kata sandi nya akan ku kirim ke ponsel mu"


"Bu-bukan,aku enggak butuh uang mas,butuh pun enggak banyak,cukup keperluan kita saja.Tapi,karena semua sudah di belanja Rani,aku sudah tidak perlu uang lagi!"


"Jadi apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Mas,aku ingin menengok ibu lagi,aku menerima pesan dari ibu,katanya ibu kurang sehat,boleh kah aku pergi untuk menemui ibu,aku hanya pulang tiga atau lima hari saja mas!"


"Apa harus hari ini?"Tanya Satria,sebenarnya ia enggan memberi izin kepada Azizah.


"Iya mas,aku janji aku akan segera kembali,aku khawatir sama ibu,karena ibu tinggal sendiri,aku takut terjadi apa-apa dengan ibu!"Ungkap Azizah,

__ADS_1


"Minta sopir untuk mengantar kesana,jangan pulang sendiri.Mau nya aku mengantar mu,tapi hari ini ada meeting paling penting di kantor "Satria terlihat begitu cemas,ia khawatir membiarkan Azizah pulang sendiri.Tapi,ia juga tidak bisa ikut bersama dengan Azizah.


"Mas,aku bisa sendiri,mas tidak perlu khawatir,insyaAllah semua akan baik-baik saja"


"Baiklah,tunggu disini!"Satria segera berjalan ke arah lemari nya,Azizah melihat Satria yang membuka lemari,dan membuka brankas.


Tak lama kemudian pria itu menghampiri Azizah kembali,dan membawa uang satu ikat dan Satria memberikan uang dengan nominal sepuluh juta kepada Azizah untuk ongkos pulang.


"Mas,ini terlalu banyak!"


"Apa ini kurang?sayang bawa lah dua ikat ini untuk mu,aku yakin kamu memerlukan nya,bawa ibu berobat,dan berikan pengobatan yang terbaik buat ibu,jika kurang kamu bisa menghubungi kapan saja,aku akan membiayai semua pengobatan ibu!"


"Mas,ini lebih dari cukup.Ibu sendiri punya tabungan untuk pengobatan,mas tidak perlu repot-repot!"


"Kamu adalah istri ku,dan ibu kamu adalah mertua ku,dia juga ibu ku.Tapi,aku minta maaf kali ini aku tidak bisa mengantar mu,hari ini ada meeting,besok mama ada jadwal operasi!"Ujar Satria dengan wajah lesu.


"Mas,aku mengerti,kamu tidak perlu merasa sedih,aku bisa mengerti.Semoga operasi berjalan dengan lancar!"


"Iya sayang,Ayo kita sarapan"Satria dan Azizah segera keluar dari kamar tersebut.


Tiba di meja makan,Satria dan Azizah langsung sarapan bersama,sebelum ke dua nya pergi pada urusan masing-masing.


"Nanti aku akan meminta Anita untuk mengurus kartu kredit no limit untuk mu,dan kartu itu bisa kamu gunakan untuk apa saja!"


"Tidak perlu mas,aku tidak terbiasa menggunakan itu!"


"Maka dari itu biasa 'kan mulai dari sekarang,aku hanya ingin istri ku tidak kekurangan apapun.Tidak kekurangan kasih sayang,apalagi uang,jangan sampai kamu kekurangan uang,aku bekerja untuk menafkahi kamu!"Pungkas Satria yang meletakkan sendok di atas piring.


Azizah hanya tersenyum mendengar ucapan manis dari sang suami yang begitu peduli kepada nya.


"Sayang,aku pergi dulu!"Pamit Satria,yang mengecup pucuk kepala Azizah,Satria melarang Azizah untuk mengantar nya ke depan,karena Azizah belum selesai sarapan.


"Hati-hati mas"


"Iya.Kamu juga sayang,terus kabarin aku kalau sudah tiba disana,ingat ponsel harus selalu aktif tidak boleh ma-ti"


"Siap mas suami"Setelah kembali mengecup pipi Azizah,Satria segera pergi meninggalkan ruang makan.


Azizah masih tersenyum melihat ke arah punggung Satria, yang berjalan ke arah pintu depan,sampai bayangan itu hilang dari pandangan nya.

__ADS_1


__ADS_2