
Setelah bertanda tangan di kertas yang di berikan Sella,Andara pun segera pergi ke tempat di mana Mella sedang berbicara dengan dokter lain.
Sella telah kembali lagi ke ruangan operasi,sementara mereka menunggu dengan panik di depan ruangan tersebut.
"Aku yakin,Sandrina menyuntikkan sesuatu ke pada Azizah!"Tukas Bara,yang mondar mandir di depan ruang operasi.
"Eh,iya.Mama baru ingat,kemana wanita itu,dia sudah menyebabkan Bu Astuti meninggal!"Timpal Mella.Putri langsung melirik Aldo.
"Untuk apa bertanya tentang wanita itu,sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana Azizah dan Anak nya selamat!"Mereka semua terdiam sejenak,dan suasana mulai tegang kembali.
"Kenapa mama mu lama sekali!"Ketus Bara,menatap Kejora,
"Mama juga sedang berusaha,ini bukan ajang mencari bakat siapa cepat dia dapat.Ini tuh butuh usaha dan profesional,jika terjadi kesalahan akibat nya sangat fatal!"Ungkap Kejora,Bara hanya menghela nafasnya saja mendengar jawaban Kejora.
"Sudah,sudah.Dimana pun kalian berada tanpa hari tanpa berdebat.Tidak bisa sehari saja kalian anteng gitu,diam dan tanpa berdebat?"Tanya Aldo,
"Mama malah takut kalau mereka duduk diam saja,mama tidak akan terbiasa !"Sambung Mella,dengan senyuman di wajah nya,sedikit mengurangi rasa tegang di luar ruangan.
"Oh ya Pa.Bukan kah,Papa tadi pergi untuk mencari informasi tentang kecelakaan pesawat?"
"Benar,titik terjatuh nya pesawat telah di temukan.Namun,korban belum ada informasi lagi,siapa yang selamat dan siapa saja korban yang tercatat dalam daftar meninggal!"Ujar Andara,
"Semoga Om Adi sama Satria baik-baik saja!"Tegas Aldo,
"Amiin"Terlihat mereka berenam,yang begitu setia menunggu Azizah yang sedang berjuang untuk selamatan anak-anak nya di meja operasi sana.
Kurang lebih sudah tiga puluh menit Azizah berada di dalam ruangan itu.
"Oeeek...Oeekk..."Terdengar suara tangisan bayi,sehingga membuat mereka semua merasa begitu lega.
"Alhamdulillah!"Ucap Mella,
"Tapi kenapa hanya terdengar satu bayi saja yang menangis,bukan kah seharusnya dua?calon anak Satria 'kan kembar?"Tanya Bara,yang kebingungan.
__ADS_1
"Benar!"Timpal Aldo,
Ceklek !
Sella kembali keluar dari ruangan itu,dengan di temani oleh dua orang perawat.Ke dua perawat itu mengendong baby twin yang baru saja lahir.
"Jangan dulu ada yang menyentuh nya,ke dua bayi ini sedang kurang sehat,saya harus membawa nya ke laboratorium untuk memeriksa lebih lanjut!"Ungkap Sella,yang pergi meninggalkan mereka semua.
"Apalagi ini ya Allah!"Ucap Bara,yang semakin gelisah,bahkan dokter Sella tidak memberitahu keadaan Azizah,semakin membuat mereka gelisah.
Andara mendapat panggilan dari rekan bisnis nya,yang ia minta untuk mencari informasi mengenai kecelakaan pesawat tersebut.
Beberapa dokter dan pendamping dokter keluar dari ruangan operasi Azizah.Mella,serta anak dan menantu nya bangkit dari tempat duduk,saat melihat hospital bed,keluar dari ruangan itu.
"Dok,bagaimana kondisi nya?"Tanya Mella,
"Dokter Mella,ini suatu mujizat Tuhan.Saya selaku dokter senior disini,baru kali ini saya melihat keajaiban ini.Tadi disaat Kami akan mengangkat ke dua baby,tiba-tiba detak jantung dan denyut nadi berhenti,serta wajah nya yang pucat semakin terlihat begitu putih,seakan darah dalam tubuh nya telah habis.Namun,ini suatu keajaiban dari Tuhan,begitu anak ke dua nya menangis,detak jantung serta denyut nadi kembali normal,saya yakin tugas nya belum selesai di dunia ini!"Ungkap sang dokter,mereka yang mendengar itu ikut senang.
"Kami semua menanti kabar baik selanjut nya dok"Tukas Aldo,
Setelah dokter itu berlalu,Andara pun menjelaskan perihal informasi yang ia dapat.
"Pa,bagaimana?aku tadi mendengar Papa berbicara dengan seseorang tentang kecelakaan pesawat itu?"Tanya Aldo,
"Benar.Sebanyak 100 penumpang dan 10 awak kapal semuanya tewas akibat benturan. Kotak hitam pesawat hancur, sehingga penyebab kecelakaan sulit ditentukan.Papa sudah menyuruh rekan bisnis Papa untuk mencari informasi tentang Satria dan Adi.100 korban meninggal belum ada identitas mereka!"Pungkas Andara,
"Ya Allah,Mama berharap,Satria segera di temui,kasian anak dan istri nya.Begitu juga dengan Adi semoga ia segera di temukan.Biar Astuti tenang di alam sana!"
"Amiin,Kita semua sama-sama berdoa ma!"Mereka semua pun berjalan ke arah ruangan dimana Azizah akan di rawat intensif.
* * *
Di sebuah lorong kantor,Thailand.Rekan bisnis Satria,telah mengetahui tentang kecelakaan pesawat yang di naiki oleh Satria.
__ADS_1
"Tuan,Anda tidak perlu datang memeriksa nya,Saya akan mengurus itu semua!"Ujar Asisten CEO yang berjalan melewati lobi.
"Saya dengar Tuan Satria,berasal dari Indonesia,bukan kah itu dari negara nya Aisah?"Jos terdiam,mendengar ucapan Justin.
"Tuan,tapi anda tidak perlu melakukan itu,Tuan Satria dan Nona Aisah tidak memiliki hubungan kerabat,kenapa Anda harus turun tangan sendiri?"Jos semakin di buat bingung oleh tingkah Justin.
"Dalam agama Islam menjelaskan jika kita perlu menolong orang lain!"Setelah mengatakan itu,Justin segera masuk ke dalam mobil nya.
Memang akhir-akhir ini Justin sering mempelajari tentang Islam,karena tekad nya untuk menikahi Aisah belum pupus.
Mobil Justin pergi meninggalkan perusahaan nya,menuju tempat lokasi evakuasi korban kecelakaan pesawat,dan itu tidak begitu jauh dari tempat nya.
Siaran televisi kini di penuhi dengan berita kecelakaan pesawat,banyak orang yang berdoa akan keselamatan keluarga mereka yang menjadi penumpang pesawat tersebut.
Perjalanan yang di tempuh oleh Jos dan Justin memakan waktu hampir dua jam lama nya.Baru lah mereka tiba di tempat evakuasi korban pesawat.
Ceklek !
Setelah membuka pintu mobil,Jos juga memberikan pakaian kesehatan untuk di pakaikan oleh Justin.
"Selamat datang Pak Jos,ada yang bisa kami bantu?"Sapa seseorang yang bertanggung jawab di tempat itu,dan orang itu tentu sudah mengenali Justin atau pun Jos,maka dari itu langsung datang menghampiri mereka.
"Dimana tempat tenda mayat yang telah di evakuasi?"Tanya Justin,
"Ada disana Tuan,namun banyak wajah korban yang tidak bisa di kenali lagi,apakah tidak sebaik nya Anda menunggu di mobil saja,biarkan Saya dan Tuan Jos yang kesana ?"Saran Petugas itu,
"Tidak bisa,saya akan pergi sendiri!"Tegas Justin,sudah lengkap dengan pakaian kesehatan nya.
Petugas itu pun mengantar Justin dan Jos ke tenda mayat,dan tenda pengungsian yang tak jauh dari dekat laut.
Dari arah tempat tenda berdiri,Justin masih bisa melihat ekor pesawat yang hancur dan belum tenggelam sepenuh nya ke dalam laut.
"Pak,di dalam badan pesawat masih ada korban yang belum di evakuasi,seperti nya dia masih hidup,kami dapat mendengar suara teriakan nya,dia meminta tolong!"Seru petugas lain nya,memberi tahu ketua nya.
__ADS_1
"Kita harus memeriksa nya!"Ketua petugas itu pun segera pergi meninggalkan Justin di depan Tenda pengungsian.