Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kediaman keluarga Abah Adam


__ADS_3

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21:45.Namun,Adam belum juga kembali,itu membuat Salamah dan ke dua anak nya menunggu dengan cemas.


Salamah mondar - mandir di depan ke dua anak nya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Ummi,apa yang terjadi,kenapa Ummi seperti orang gelisah begitu?"tanya Zaki,saat melihat ibu nya seperti orang sedang khawatir,pasal nya Adam belum pulang,dan itu tidak seperti biasa nya.


"Kalina tau,Abah mu belum kembali dari kantor,dan itu membuat Ummi khawatir,tidak seperti biasanya.Sudah ummi katakan,dia sudah bisa pensiun,tapi kenapa kamu tidak mau mengantikan nya"tukas Salamah yang semakin tak karuan.


"Mah,berhenti menyalahkan Kakak"Zuhra juga ikut bicara.


"Kakak sudah bilang soal perusahaan dia tidak akan ikut campur.Namun,kalau soal pembangunan pesantren dia akan ambil alih tanggung jawab nya"lanjut Zuhra.


Ceklek !


"Assalamualaikum"ucap Adam begitu pintu terbuka,Salamah dan Zaki,serta Zuhra segera menoleh dan menghampiri Adam.


"Abah kemana saja sih,kami sudah menunggu sejak tadi,bikin cemas saja"ketus Salamah yang tiada henti.


Adam menatap Zuhra penuh tanda tanya,ada banyak pertanyaan yang sudah di simpan Adam sejak tadi di perusahaan.


Pak!


Adam melemparkan semua map berwarna biru kearah Zuhra,membuat Zaki dan Salamah terkejut.


"Apa ini Abah?"tanya Zuhra,yang memungut map tersebut.


"Lihatlah,dan kamu akan tau itu apa!"tegas Adam,wajah nya tak seperti biasanya.


Adam tidak pernah memarahi Zuhra atau pun bersikap kasar kepada anak-anak nya.Namun,kali ini Adam tidak bisa sabar lagi,ketika hal besar baru saja terjadi.


"Ini? kenapa mereka semua membatalkan kerja sama dengan Abah,apa saja Abah kepada mereka.Bukan kah,Abah selalu bersikap jujur dalam berkerja,dan apa yang membuat mereka mengambil keputusan ini,dan itu secara mendadak!"Zuhra syok saat mengetahui isi map biru yang ada di tangan nya.Semu itu adalah berkas pemutusan kontrak dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan mereka.


"Memang Abah selama ini selalu bekerja dengan jujur,dan yang membuat Abah harus menanggung ini semua adalah kamu!"Adam menunjuk ke arah Zuhra,membuat Salamah dan Zaki terkejut.


"Aku Abah?"ulang Zuhra,yang tak percaya.


"Iya kamu,kamu telah melakukan kesalahan fatal sehingga ini karma yang harus kita dapat!"


"Abah,katakan yang sebenarnya,jangan berbelit-belit.Apa yang telah terjadi dengan perusahaan kita?"Salamah memegang lengan suami nya.


"Perusahaan kita terancam bangkrut!"


"Apa?"Salamah terkejut mendengar jawaban suaminya,dan itu hampir saja membuat ia jatuh pingsan.


"Ummi"Zaki segera memegang tubuh Salamah yang hampir pingsan.


"Bagaimana bisa Abah,apa yang ku lakukan? Aku tidak pernah ikut campur dalam bisnis Abah!"Zuhra terus menyangkal kalau itu bukan salah nya.


"Bagaimana bisa Aku membesarkan Anak sejahat ini,berapa kali aku mengatakan itu kepada mu,jauhi keluarga Azizah,jangan pernah ikut campur masalah rumah tangga orang,tapi kamu tidak pernah mendengar 'kan omong Abah mu ini!"


"Wanita itu? apa yang bisa dia lakukan untuk kita,dia hanya wanita rendahan yang tinggal di kota ini.Sok suci mengatakan kalau ia adalah korban pemerkosaan padahal dia adalah pelaku yang menjebak orang lain"


Plak!


"Cukup!"teriak Zaki,sembari menampar pipi Zuhra,untuk pertama kali,Zaki menampar sang adik,dan itu membuat Zuhra terkejut serta air mata nya ikut menetes.


"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal rendahan itu.Kamu seorang perempuan,tidak sepantas nya kamu menghina perempuan lain,apa kamu tidak malu dengan pakaian mu ini?"Zaki menunjuk ke arah Zuhra,membuat Zuhra gemetar,tidak berani menatap netra Zaki.

__ADS_1


"Kamu lihat,apa yang telah kamu lakukan pada Kakak mu ini,hingga aku harus menanggung kesalahan mu,aku sudah memutuskan untuk menikah,tapi karena aku menyayangi mu,aku memutuskan membatalkan pernikahan ku dengan Azizah,kamu lihat apa yang ku dapatkan sekarang? Aku terus di hantui oleh rasa bersalah saat bertemu dengan wanita itu!"pungkas Zaki,seisi rumah terdiam dan hening,setelah Zaki mengutarakan isi hati nya.


"Kenapa kakak malah nyalahin aku,seharusnya itu adalah kesalahan Kakak sendiri,yang salah memilih calon istri!"


"Bukan calon istri ku yang salah,tapi pandangan mu yang salah.Zuhra,kakak kecewa padamu !"Zaki pun berlalu dari hadapan Zuhra dan yang lain,ia pergi menuju kamar nya.


"Abah sangat menyesal telah membesarkan mu,dan membuat Abah begitu malu telah membesarkan anak sejahat ini"Adam membawa Salamah menuju kamar nya.


"Tidak,ini bukan salah ku.Abah,Ummi !"teriak Zuhra yang tinggal sendiri di lantai bawah,sembari menatap ke arah Adam dan Salamah yang sedang menaiki tangga rumah mereka menuju lantai dua.


"Ini semua gara-gara wanita itu,dia yang telah membuat Aku dan keluarga ku dalam kesusahan!"gumam Zuhra,yang kini juga ikut pergi menuju kamar nya.


* * *


Arkana dan Raka berada di meja makan,yang sedang di temani oleh Rani untuk sarapan pagi.


Sementara Azizah dan Satria masih berada di dalam kamar.


"Sayang,bantu aku masukkan berkas itu ke dalam tas kerja ku,aku akan mengirim untuk Tuan Alex hari ini"


"Iya mas"Azizah pun mengambil berkas yang ada di atas meja kerja nya,lalu melihat isi berkas tersebut.


"Mas,ini?"Azizah memperlihatkan berkas itu kepada Satria.


"Sesuai yang di inginkan Tuan Alex sayang,perusahaan yang bekerjasama dengan kita akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan Pak Adam"


"Sayang,apa ini tidak terlalu sadis,dengan tidak sengaja kita sudah mematikan rejeki orang lain?"


Seperti biasa,Azizah tidak pernah tega melihat orang lain menderita.


"Sayang,itu hanya sementara oke,biar nanti mereka tidak akan pernah lagi merendahkan orang lain.Jadi,ini sengaja kita lakukan ini agar mereka sadar,jika mereka datang untuk meminta maaf,maka aku akan membalikkan semua nya seperti semula"pungkas Satria lalu mengajak Azizah untuk keluar kamar.


"Belajar yang rajin sayang,nanti mama akan menjemput mu oke!"


"Oke mama,Assalamualaikum"ucap Mereka serentak.


"Waalaikumsalam sayang.Bye!"Azizah pun melambaikan tangan nya ke arah mobil Satria,sampai mobil itu pun berlalu.


Tiba di depan sekolah,Satria langsung menurunkan dua jagoan nya untuk belajar.Raka dan Arkana menolak untuk diantar ke dalam.Karena mereka melihat Divia sudah tiba juga disana.


"Hai Divia?"sapa Raka,


"Hai Raka,hai Arkana!"


"Hai"jawab Arkana yang langsung mempercepat 'kan langkah kaki nya.


Raka dan Divia mengobrol begitu banyak,mereka terlihat begitu akrab,bahkan hari ini Raka memilih untuk duduk bersama,dan Arkana biasa-biasa saja,dia tidak akan pernah peduli akan hal itu.Selama jam belajar,Divia terus saja melihat kearah Arkana yang tak mau berteman dengan nya.


"Ada apa Divia?"


"Kenapa Arkana tidak pernah mau berteman dengan ku?"tanya Divia,


"Itu hanya perasaan mu saja,Arkana mau berteman dengan siapa saja,mungkin saat ini kalian belum mengenal satu sama lain,nanti kalau kamu sudah mengenali dia,maka kalian akan akrab!"pungkas Raka,yang tersenyum,itu juga membuat Divia bahagia.


Waktu pun berlalu begitu cepat,Satria yang sibuk mengurus perusahaan nya,masih sempat mengirim pesan untuk sang istri.


[Sayang,jangan lupa menjemput anak-anak.Aku mencintai mu]

__ADS_1


Azizah tersenyum saat membuka pesan itu,bagaimana tidak semakin hari Satria semakin bersikap semakin narsis,dan itu membuat Azizah senyam senyum sendiri saat membaca pesan dari sang suami.


Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk!"Satria meletakkan ponsel nya di dalam laci.


Ceklek !


"Pak,ini berkas yang sudah di kembalikan oleh Tuan Justin!"


"Letakkan diatas meja,untuk meeting kali ini,kamu saja yang mewakili saya ke Thailand ya"


"Tapi Pak,kenapa harus saya?"


"Karena saya mempercayakan kamu!"


"Baiklah Pak.Saya permisi"Anita pun berlalu dari ruangan Satria.


Kediaman Purna. . .


Azizah baru saja selesai mandi,dan ia segera bersiap-siap untuk menjemput Anak-anak nya.


"Nyonya,bahan makanan telah habis!"tukas Rani,


"Emmm,tunggu sebentar!"Azizah pun mengeluarkan uang dalam dompet nya,lalu memberikan itu kepada Rani.


"Sisa nya untuk mu"


"Terimakasih Nyonya,saya permisi dulu"


"Iya"Setelah Rani pergi,Azizah pun pergi,dengan membawa kunci cadangan bersama dengan nya.


Azizah pun segera pergi menjemput Raka dan Arkana,saat Azizah melihat jam di tangan nya,ia sudah terlambat sepuluh menit,dari biasanya.


"Dimana ponsel ku?"gumam Azizah,yang tidak menemukan Ponsel nya.


"Oh,pasti ketinggalan di atas ranjang"Azizah baru mengingat nya.Setelah membaca pesan Satria,ia meletakkan ponsel nya di atas ranjang.


Sudah hal lumrah,setiap hari ibu kota Jakarta selalu di landa kemacetan.


Tit...Tit...Tit...


Azizah sedang terburu-buru lalu ia berulang kali membunyikan klakson mobil nya.


Setelah menempuh jarak beberapa kilo meter.Azizah pun tiba di sekolah Arkana dan Raka.Namun,tidak terlihat ada nya dua bocah itu yang biasa menunggu Azizah di depan kelas.


"Assalamualaikum "ucap Azizah,saat melihat guru Raka dan Arkana baru saja keluar dari ruang guru.


"Waalaikumsalam.Oh,ibu Raka dan Arkana ya? ada yang bisa saya bantu? apa yang membawa anda kemari?"


Mendengar pertanyaan guru Raka dan Arkana,Azizah malah bingung,tentu guru itu harusnya sudah tahu kedatangan Azizah ke sana,tentu saja untuk menjemput anak-anak nya.


"Saya datang untuk menjemput Raka dan Arkana,tapi dimana mereka ya,saya tidak melihat anak-anak?"


"Oh,mereka semua telah pulang Bu,dan bukan nya Raka dan Arkana di jemput sama Tante nya?"


"Tante?"Azizah masih bingung.

__ADS_1


"Iya Tante,hari ini Raka dan Arkana di jemput oleh Tante nya!"tukas Guru tesebut,dan itu berhasil membuat Azizah seketika syok dan panik.


__ADS_2