
Ke dua saudara itu segera keluar dari ruangan Astuti,tiba di luar ruangan Aldo memarahi Bara yang tidak bisa menjaga sikap nya di depan Mama Satria.
"Do,kamu sendiri liat,wanita tua itu tidak bisa menghargai orang lain,kenapa coba harus membahas wanita yang mau kita nikahi,macam dia sudah benar saja.Dia dan Bella sama - sama busuk!"Ketus Bara,
Pak!
Aldo menampar mulut Bara,membuat Bara terkesiap,lalu Aldo menyeret adik nya itu menuju ruangan Bella.
Tiba di depan ruangan Bella,Aldo mengubungi Satria,karena ia tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu,Namun,Bella melarang Satria untuk keluar sehingga membuat Bara kesal.
Brak!
Bara mendorong pintu kamar Bella,Satria dan Bella menoleh ke arah pintu.
"Aku perlu bicara dengan mu!"Ketus Bara,menatap tajam ke arah Satria,
"Seperti nya aku harus keluar!"Satria segera menghampiri sahabat nya itu.
"Ck"Bella berdecak kesal,Bara mengejek Bella dengan senyuman penuh kemenangan.
Bella dan Sandrina.
Begitu tiba di luar kamar,Aldo segera menyeret Satria agar sedikit berjauhan dari ruangan Bella.
"Kamu apa-apa sih Sat,kenapa malah tunduk pada wanita itu sih?"Tanya Aldo yang kesal.Satria hanya diam saja.
"Katakan sesuatu Sat,kenapa kau memihak perempuan itu"Sambung Bara.
"Kalian ingin tau?"Satria berbalik bertanya,Aldo dan Bara mengangguk.
"Tentu saja aku harus berada di samping wanita itu,untuk mengetahui apa permainan dia selanjutnya"Lanjut Satria,membuat Aldo dan Bara terkejut,jika sebenarnya,Satria sendiri tidak percaya dengan Bella.
"Kalau kamu enggak percaya dengan wanita itu,kenapa kamu mesti merawat nya?"Aldo masih ingin tahu alasan lain nya dari Satria.
"Tentu saja aku ingin sejauh mana dia masih berbohong dan bermain-main dengan ku!"
"Semangat bro,kamu selalu mempercayai dengan apa yang akan kamu lakukan,kami tidak akan meninggalkan mu dalam ke adaan apapun!"Ungkap Aldo,menepuk pelan bahu Satria.
"Terimakasih!"Aldo dan Bara mengangguk secara bersamaan.
__ADS_1
* * *
Ke esokan pagi nya,Satria tidak mendapati Bella di dalam ruangan nya.Padahal,Satria hanya pergi untuk melihat keadaan Astuti,tapi begitu berbalik,Satria tidak mendapatkan adanya Bella di atas ranjang.
"Kemana wanita ular itu"Gumam Satria,lalu disaat ia ingin berbalik ia mendengar suara air di kamar mandi,Bella sedang mandi.
"Bukan kah,harus nya dia tidak mandi,benar dugaan ku!"Gumam Satria lalu pergi meninggalkan ruangan Bella.Tadi niat nya mau mencari Mela.Namun,Mela belum datang.
Satria langsung pergi meninggalkan rumah sakit purna.Menuju kantor nya.
Tiba di kantor,seperti biasa Anita sudah menunggu nya untuk hal penting.
"Apa yang terjadi?"Tanya Satria,Anita segera mengeluarkan iPad dan menunjukkan layar iPad kepada Satria.
"Tuan Alex,meminta anda untuk mengunjungi nya!"Pungkas Anita,
"Hari ini?"Tanya Satria lagi,
"Benar,penerbangan nya jam tiga siang,anda harus menghadiri rapat ini,jika tidak kerjasama anda akan gagal"Ungkap Anita.
"Anita aku akan berangkat siang ini,aku ingin beristirahat di ruangan ku dua jam,jangan biarkan ada yang menganggu aku,aku ingin tidur sebentar"
"Baik Pak!"Satria langsung pergi menuju ruangan nya di lantai atas.Sementara,Anita mengurus kepergian Satria ke NY.
Keluarga Andara sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.
"Mah,aku duluan,karena hari ini Papa harus berkunjung ke proyek baru"
"Iya mas"Setelah berpamitan dengan istri dan ke dua anaknya,Andara pun pergi meninggalkan ruangan makan.
"Mah,bukan kah,semalam mama mau berbicara sesuatu dengan kami?"Tanya Aldo,
"Benar,tapi janji kalian tidak terkejut,atau mengatakan ini pada siapapun,Mama percaya anak Mama makanya mau berbagi info ini kepada kalian!"
"Iya ma,kita janji tidak akan mengatakan hal penting yang menurut mama itu kepada orang lain.Jadi,apa yang ingin mama katakan pada kami berdua?"
Mela langsung menceritakan tentang kecurigaan dia terhadap dokter Anwar,dan juga terhadap Bella.Namun,sebelum nya dia tidak memiliki bukti apapun,jadi Mela tidak dapat bergerak leluasa,bahkan saat ini Mela juga tidak memegang data pasien pendonor yang sebenarnya.
"Jadi Mama sudah tau,kalau Azizah pendonor nya?"Tanya Aldo,
"Benar,mama curiga dengan dokter Anwar,karena dia tidak biasa nya membawa mayat ke kamar mayat,biasanya itu di lakukan oleh perawat pria!"Ujar Mela.
"Licik sekali dokter itu ma,apalagi Bella,ih kesal Bara mah!"Ketus Bara,
__ADS_1
"Kamu jangan gegabah!"Aldo memperingati sang adik.
"Kalian harus janji sama Mama,kalian tidak boleh memberitahu Satria,jika tidak mama akan di salahi oleh Azizah karena telah membohongi nya,mama berjanji kepada Azizah !"
"Mah,apa tidak seharusnya kita kasih tahu Satria?"Tanya Bara,
"Kan mama sudah bilang barusan,jangan beritahu Satria"Sambung Aldo.
"Tapi Do,Satria itu berhak tau,dia 'kan suami Azizah,masak ia mau di tutupi terus!"Kesal Bara,Aldo langsung memberi kode agar diam.
"Ini nih,Mama kadang suka malas bercerita sama kalian,kalian terlalu bersemangat untuk kasus ini,padahal sebelum nya mama sudah bilang jaga rahasia ini"
"Iya-ya.Kita enggak akan bilang ke Satria "Janji Bara kepada Mela.Setelah itu mereka segera melanjutkan sarapan yang tertunda.
Di dalam mobil,Aldo dan Bara yang hendak pergi kerja.
"Jadi,do apa rencana Lo?"Tanya Bara,karena Bara tahu,Aldo pasti sudah punya rencana lain.
"Satria berhak tahu,aku akan menemui nya nanti dan memberitahu dia tentang hal ini.Enak saja,Bella yang di sayang-sayang,sementara ada orang lain yang begitu menderita!"Ungkap Aldo dengan kesal.
"Aku setuju dengan mu,jangan sampai Mama tahu,jika Mama tahu,kita berdua akan di coret dari KK !"Timpal Bara,yang menahan tawa.
"Perintah adalah larangan "Sambung Aldo,lalu menyalakan mesin mobil nya.
Tiba di kantor,Aldo segera berjalan kearah ruangan nya.Namun,langkah nya di hentikan oleh suara seseorang.
"Pak Aldo!"Pria itu segera menoleh,mencari sumber suara,
"Pak Aldo!"Panggil nya lagi,
"Putri!"Gumam Aldo yang melihat wanita itu sedang berada tak jauh dari nya,tapi di tengah-tengah karyawan lain.
Putri langsung berjalan ke arah Aldo dan menghampiri pria itu di depan ruangan nya.
"Apa aku menganggu waktu Pak Aldo?"Tanya Putri,begitu tiba di depan Aldo.
"Tidak,tapi sedang apa kamu disini?apa untuk menemui Papa?"Tanya Aldo.
"Tidak,justru Aku datang untuk menemui Pak Aldo"Putri tersenyum manis,
"Eeemmm,kalau begitu kita bicara di ruangan saya"
"Terimakasih!"Putri segera mengikuti langkah kaki Aldo.
__ADS_1