Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Satu Minggu berlalu


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu,Satria atau pun Azizah kini hidup bahagia.Astuti pun menerima Azizah dengan baik.Bahkan Astuti membayar dokter Obgyn untuk Azizah,sudah program hamil nya berhasil.


"Alhamdulillah,kesehatan nya sudah membaik,bahkan bekas operasi juga sudah tidak bermasalah lagi,semoga dengan cara ini,kalian berdua segera di beri kepercayaan oleh Allah!"Ujar Sella,yang memeriksa Azizah di rumah.


"Terimakasih dok!"Ucap Satria,Sella tersenyum.


"Aku tidak melihat Bu Astuti beberapa hari ini,apakah beliau sehat-sehat saja?"


"Mama pergi ke Inggris bersama dengan Papa,sudah dua hari,ada perjalanan bisnis!"Pungkas Satria.


"Waah,beruntung sekali Kamu Sat,memiliki orang tua yang begitu ambisius dalam karir,padahal mereka berdua tidak muda lagi.Padahal mereka bukan orang yang kekurangan uang!"


"Benar,Mama sama Papa sudah dari saya kecil memang sangat menggilai yang nama nya bisnis Tante!"


Sella tersenyum,sembari membereskan semua barang bawaan nya.Satria membantu Azizah untuk duduk.


Tok..Tok...


"Iya Bi"Sahut Satria,saat melihat Atun,yang mengetuk pintu kamar,padahal sedikit terbuka.


"Tuan,di depan ada tamu,kata nya mencari dokter Sella!"


"Oh,itu anak saya"Sambung Sella,yang tersenyum.Lalu beranjak keluar dari kamar Azizah setelah berpamitan kepada mereka berdua.


"Saya akan mengantar anda kes depan!"Ujar Satria.


"Mas,aku juga ingin keluar!"Satria pun membantu Azizah untuk turun dari ranjang,dan di bantu oleh Satria untuk keluar dari kamar nya.


Mereka bertiga berjalan ke arah ruang tamu,dimana Anak Sella menunggu nya.


"Ayo kita pulang!"Ajak Sella,


"Kejora!"Panggil Azizah saat melihat wanita yang duduk di sofa rumah nya.Kejora terlihat kebingungan,karena ia tidak mengenal sosok wanita yang bersembunyi di balik cadar itu.


"Kejora,ini Aku Azizah,teman SMA mu dulu,di desa gelap!"Lanjut Azizah, yang berjalan ke arah Kejora.


"Azizah,Anak Bu Sunarsih?"Tanya Kejora balik,yang memang juga termasuk tetangga Azizah dulu.Azizah mengangguk nya,kejora langsung memeluk Azizah.


"Bagaimana kabar mu?"Tanya Azizah,saat pelukan itu sudah di lepas oleh ke dua nya.


"Aku baik,kamu bagaimana?apa kamu pasien mama ku?"

__ADS_1


"Benar,Aku lagi program kehamilan,tidak menyangka ternyata dokter Sella adalah Mama mu,pantesan Kamu sangat pintar dulu,tidak di ragukan lagi jika dokter Sella adalah Mama mu Kejora!"Puji Azizah,Kejora nampak malu mendapatkan pujian itu.


"Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan mu,setelah mendapat kabar pembatalan beasiswa kamu,aku terkejut,padahal kamu sudah lulus di universitas terbaik masa itu,dan dapat beasiswa,tapi malah di sia-siakan !"Azizah hanya tersenyum mendapat berbagai macam komentar dari teman nya itu.


"Apa sekarang kegiatan mu?"


"Aku baru saja mengambil formulir untuk pekerjaan magang Ku!"Ujar Kejora yang lesu.


"Ada apa?bukan kah kamu kuliah bagian bisnis?kenapa tidak memilih salah satu perusahaan terbaik untuk kamu magang?"


"Dia bisa aja bekerja di kantor Almarhum papa nya,hanya saja,ia merasa tidak enakan dengan Papa tiri nya,padahal suami Tante yang ke dua itu orang nya baik!"Pungkas Sella,terlihat raut wajah kejora yang berubah saat mendengar kata - kata mama nya.


"Apa kamu masih membutuhkan tempat untuk magang?aku bisa membantu mu!"Sambung Satria berjalan ke arah Azizah.


"Tidak usah,aku bisa mencari sendiri!"Tolak Kejora,yang tidak ingin merepotkan orang lain.


"Tidak apa-apa,aku punya rekomendasi yang bagus untuk mu,kalau setuju aku besok akan menjemput mu di rumah,dan membawa mu ke tempat magang!"Tukas Satria,terlihat Kejora yang sedang berpikir.


"Sudah,terima saja,dokter Sella juga akan setuju,benarkan dok?"Tanya Azizah,Sella tersenyum sembari mengangguk.


"Baik lah,maaf jika merepotkan.Tidak perlu jemput kerumah,besok aku sendiri yang datang kemari!"


"Iya,kami pamit pulang dulu,Azizah ini resep obat, minta Satria untuk mencari nya di apotik bila di rumah sakit purna kosong"


"Tunggu Kejora,berikan aku nomer ponsel mu!"


"Oh iya,benar.Nih"Kejora memperlihatkan layar ponsel nya kepada Azizah.


"Terimakasih dok!"Ucap Satria,yang mengambil resep di tangan dokter Sella.


"Sama-sama.Kami pamit dulu"


"Baiklah!"Sella dan Kejora segera pergi meninggalkan kediaman purna.


Setelah kepergian Sella dan Kejora.Satria pun pamit untuk ke kantor,untuk bertemu dengan klien nya.


"Hati-hati mas!"


"Iya Sayang,aku pamit dulu"Satria mengecup kening Azizah,lalu pergi meninggalkan ruang tamu.


Setelah kepergian Satria,Azizah pun hendak kembali ke kamar.Namun,Atun memanggil nya.

__ADS_1


"Nyonya!"


"Iya Bi!"


"Persediaan bahan makanan kita sudah habis -Nya,seharusnya memang ini hari mau belanja !"


"Eeemm,gimana ya Bi"Azizah pun bingung,selama menikah dengan Satria Azizah tidak pernah meminta uang kepada Satria.Kecuali Satria sendiri yang memberi nya kepada Azizah.


"Gini saja Bi,kita pergi sama-sama untuk belanja bagaimana ?Aku punya sedikit uang,tapi enggak banyak,cukup untuk belanja hari ini dan besok,bagaimana ?"


"Sayang...."Teriak Satria dari depan,Azizah langsung menoleh,melihat Satria sudah kembali lagi.


"Mas,kembali lagi?"


"Iya,aku baru ingat hari ini seharusnya Bi Atun belanja mingguan 'kan?"


"Benar Den,baru saja Bibi bilang sama Nyonya.Tapi,kata nyonya uang nya tidak cukup!"Ujar Bi Atun,Satria langsung melirik ke arah Azizah.


Satria langsung membuka dompet nya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas,memberikan nya kepada Bi Atun.


"Bibi,belanja seperti biasa ya,ajak Rani saja untuk temani nya.Aku titip beberapa buah segar untuk istri ku!"


"Baik Den,Bibi pergi dulu"


"Eeemm" Bi Atun berlalu dari hadapan mereka berdua,kini hanya tinggal Satria dan Azizah.


"Sayang,kenapa enggak bilang kalau kamu enggak punya uang,aku sudah menyimpan nya di lemari hias mu,kenapa enggak ambil disana?"


"Aku enggak tau,ya ku pikir aku tidak membutuhkan nya!"


"Jika butuh,ambil saja di lemari hias,itu semua milik mu!"Ujar Satria,yang menyentuh pipi Satria yang tertutup cadar.


"Aku pergi dulu!"


"Hati-hati mas"


"Iya"Satria pun kembali pergi meninggalkan dapur,begitu juga dengan Azizah yang kembali ke kamar nya.


Tiba di kamar,Azizah iseng membuka lemari hias,seperti yang Satria bilang,dan ternyata isi nya benar-benar membuat Azizah terkejut.Lemari itu satu barisan di penuhi dengan uang nominal lima puluh ribu dan nominal seratus ribu.


"Ini terlalu berlebihan,terlalu banyak!"Gumam Azizah yang menutup kembali lemari tersebut.

__ADS_1


__ADS_2