Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Taman


__ADS_3

Pak!


Andara memukul kepala Bara,


"Papah"Pekik Bara lagi,membuat Aldo dan Putri melihat kearah mereka semua dan segera menghampiri mereka.


"Dokumen itu bukan nya sudah kamu berikan sama Papa,dan itu sekarang ada sama Papa,jadi kenapa kamu malah memfitnah Kejora?" Langsung saja mata Kejora membulat,mendengar ucapan Andara.


"Tuh 'kan,Om benar kata ku,dia nya saja yang pikun,tapi malah menyalahkan orang,dia senang sekali mencari masalah dengan ku!"Cetus Kejora,lalu pergi meninggalkan mereka semua.


"Eh Kejora!"Panggil Mela.Namun,wanita itu segera pergi meninggalkan acara pernikahan Aldo.


"Kejar gih,minta maaf,sudah nuduh anak orang,Kau enggak bisa di bilang lelaki gentle kalau begitu!"Cibir Aldo.


"Males!"Bara pun pergi meninggalkan mereka,entah kemana pergi nya,yang jelas rasa gengsi nya terlalu besar untuk meminta maaf.


Kejora pun pergi ke arah tempat parkiran mobil,dengan raut wajah nya yang kesal,selama magang di Andara,tidak pernah sehari pun dia dan Bara terlihat begitu akur,setiap hari ada saja masalah yang menimpa mereka berdua.


Apalagi Kejora di bawah tanggung jawab Bara.


"Dasar laki-laki sinting!"Teriak Kejora yang ingin membuka pintu mobil.


"Kesayangan Papa,lama tidak bertemu?"Seru seseorang membuat Kejora terkejut,lalu menoleh.


"Om Tio?sedang apa disini?"Kejora terlihat ketakutan melihat pria itu,tiba-tiba ada di tempat parkiran mobil,rumah Andara.


"Tentu saja untuk menjemput mu,kata mama mu Kamu ada disini,jadi Papa datang kemari!"Tio melangkah lebih dekat dengan Kejora,


"Berhenti disana,jangan mendekat,kalau tidak aku akan berteriak!"Ancam Kejora,


"Teriak saja,disini tidak ada orang,bukan kah,acara nya sudah selesai?"Kejora pun melihat sekeliling tempat itu dan benar saja,banyak pengunjung yang sudah pulang tempat itu terlihat sepi.


"Ayo kita pulang!"Tio menarik tangan Kejora,dan ingin membawa nya masuk ke dalam mobil Kejora.


"Om,lepas,aku tidak ingin ikut bersama dengan Om,tolong..."Teriak Kejora,Tio terus memaksa menarik Kejora.


Dugh!


Tio memukul Kejora hingga pingsan,dan ia segera membuka pintu mobil.


Blam!


"Akhirnya,aku mendapatkan mu!"Ucap Tio,setelah menutup pintu mobil.


Duuaaachkk...!


"Aaagrh!"


Tubuh Tio terhempas ke tanah,saat seseorang menendang nya dari belakang.


"Kamu lagi?"Teriak Tio,


"Masih belum taubat Anda?masih melakukan kejahatan ini?"Teriak Bara balik yang emosi,


Duagh!


Duagh!

__ADS_1


Perkelahian terjadi antara Tio dan Bara,meskipun Bara terlihat kuat dan tangguh,Tio pun tidak juga lemah,Pria ini beberapa kali dapat menghindari pukulan Bara,dan balik menyerang Bara.


Tap...Tap...Tap...Tap...


Duaaackkhh!


Seseorang yang berlari ke arah mereka dan langsung menendang Tio saat sedang memukul Bara,itu adalah Aldo,mereka semua datang ke tempat itu,untuk melihat apa yang terjadi,disaat ada suara keributan di halaman samping rumah.


"Kamu enggak pa-pa?"Tanya Aldo,


"Aku baik-baik saja.Do awas!"


Bugh!


Jlep...!


"Agrrh!"


"Bara"


"Bara"


"Bara!"


Tio berhasil menusuk Bara,tepat di perut nya,Andara langsung berlari ke arah anak nya,dan polisi pun datang.


"Pak polisi,tolong bawa pria ini ke kantor Anda,hukum dia seberat-berat nya!"Teriak Mela dengan lantang,saat melihat Anaknya yang di tusuk oleh Tio.


"Lepas,aku tidak bersalah!"Teriak Tio,Polisi langsung menyeret pria ini keluar dari halaman rumah Andara.


"Ke-Kejora!"Ucap Bara,sembari tangan menunjuk ke arah mobil,dan Bara pun pingsan.


"Ma kita bawa kerumah sakit,Aldo tolong kamu selamatkan Kejora juga"


"Baik Pa"Mereka semua langsung membawa Bara menuju rumah sakit Purna.


* * *


Tiga jam berlalu,Kejora berada di dalam ruangan rumah sakit,dan itu asing bagi nya,disana juga ada Sella yang sedang menunggu Kejora siuman.


"Dimana aku?"Lirih Kejora,lalu melirik Sella yang berdiri di dekat pintu ruangan,sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel.


"Mah"


"Sayang,kamu sudah sadar!"Sella menghampiri Kejora.


"Kejora,maafkan Mama,mama tau mama salah,mama tidak percaya kepada mu!"Sella memegang tangan Kejora dengan kuat,sembari air mata terus menetes.


"Dimana Om Tio?"Tanya Kejora,


"Kenapa kau menanyakan Pria jahat itu,dia sudah ada di penjara.Namun,Bara masih belum siuman doa kritis di UGD!"Ungkap Sella,


"Bara?"Ulang Kejora,


"Iya Bara yang menolong mu,sehingga dia harus menjalani operasi,ada luka tusukan yang besar di bagian perut nya!"Pungkas Sella,


"Ma,aku ingin melihat Bara,bawa aku kesana!"Kejora berusaha untuk bangun,namun ia masih merasakan sakit di bagian tekuk nya.

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang!"


"Aku ingin ke sana ma!"


"Oke-oke,mama bantu!"Sella langsung membantu Kejora turun dari ranjang rumah sakit,lalu ia membantu Kejora untuk duduk di kursi roda.


Di depan ruang UGD,terlihat beberapa keluarga yang cemas menunggu Bara siuman.


Satria dan Azizah juga batal untuk bertemu dengan Sella,karena Kejora masuk rumah sakit,mereka pun mendapat kabar,kalau Bara juga masuk rumah sakit.


"Paman,bagaimana keadaan Bara?"Tanya Satria,


"Belum siuman Sat,dokter masih memeriksa nya,bahkan Mela juga ada di dalam sana belum keluar!"


Dari jauh terlihat Sella yang mendorong kursi roda Kejora.


"Kejora,bagaimana keadaan mu?"Tanya Azizah,


"Aku baik-baik saja,tapi bagaimana dengan Bara?"


"Dokter belum keluar,katanya dia belum melewati masa kritis!"


"Ini salah Ku,sudah dua kali dia menyelamatkan aku,dan kali ini aku tidak tahu,bakal seperti ini!"Ungkap Kejora,yang meneteskan air mata nya.


"Sayang,ini salah mama yang tak percaya ucapan mu dulu,maafkan mama!"Ucap Sella,


"Semua telah terjadi,kita hanya bisa berdoa semua Bara baik-baik saja"


Ceklek !


Mela keluar dari ruangan UGD,Andara langsung memeluk istri nya.


"Bagaimana Ma?"Tanya Mela,


"Alhamdulillah Pa,semua berjalan dengan lancar,dan Bara sudah siuman!"Ujar Mela,


"Alhamdulillah"


"Alhamdulillah!"


Sahut mereka serentak,begitu tahu Bara sudah melewati masa kritis.Dokter yang menangani Bara pun keluar dari ruangan itu.


"Tan,aku boleh melihat Bara?"


"Eeemmm..."Mela melirik Andara,dan Andara mengangguk.


"Boleh,tapi jangan lama ya sayang,karena Bara,belum siuman"


"Iya Tante,Ma aku bisa sendiri!"Kejora langsung mendorong kursi roda nya menuju ruangan Bara.


Blam!


Kejora turun dari kursi roda,ia berjalan menghampiri ranjang Bara,ada pria itu yang terbaring lemah di sana.


"Bar..."Lirih Kejora,


"Maafkan aku,aku yang salah,kalau kamu tidak menolong ku,mungkin Kamu tidak seperti ini"Kejora memegang tangan Bara,ada banyak alat yang terpasang di tubuh Bara,karena sebelum nya ia mengalami guncangan berat dan menyebabkan jantung Bara berhenti berdetak.

__ADS_1


Kejora terus meratapi nya,dan menangis di samping Bara,menunggu Pria ini sampai siuman.


__ADS_2