Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Meja makan


__ADS_3

Azizah dan Satria,serta Sella sudah menunggu Atika dan El selama sepuluh menit.Namun,mereka belum juga turun untuk makan malam.


"Mas,seperti nya mereka butuh bantuan ku untuk mengambil si kembar!"


"Jangan sayang,kamu sudah lihat,Tuan El tidak akan memberikan anak nya kepada siapapun,kamu enggak lihat,bahkan dokter Atika saja tidak bisa leluasa menyentuh mereka!"Pungkas Satria,


"Apa yang terjadi,kenapa bisa begitu?"Sella pun penasaran.


"Menurut yang aku tahu,Tuan El itu sangat sibuk bekerja,jadi dia tidak banyak memiliki waktu untuk menemani istri dan anaknya.Jadi,disaat punya kesempatan begini,Tuan El akan selalu memilih untuk bersama dengan Anaknya!"


"Wah,Saya sangat salut dengan Tuan El.Semoga kelak,Kejora memiliki suami yang seperti El sayang anak dan Istri!"Ujar Sella yang tersenyum,


Mereka semua menoleh,saat mendengar suara injakan anak tangga,Atika dan El baru saja turun dari kamar nya,dengan dua si kembar ada di gendongan El,dan satu lagi ada di Atika.


"Maaf,kalian sudah menunggu lama"Seru Atika,yang baru saja tiba di meja makan.


"Enggak juga.Dok,mau saya bantu,saya bisa menjaga nya satu selama makan"Satria memegang tangan istri nya,karena Satria takut El akan marah.


"Honey,berikan baby Aminah,sama Azizah,biarkan Baby Zulaikha sama kamu.Aku bisa memangku baby Alfaruk!"Tukas El,Azizah tersenyum,Satria pun lega,saat melihat El respek dengan istri nya.Karena El tahu,mungkin Azizah sangat ingin mengendong baby mereka.


"Terimakasih Tuan El!"Ucap Azizah dengan sopan,lalu berjalan ke arah Atika,El hanya tersenyum datar,seperti biasanya.


* * *


Setelah makan malam berlalu,Atika mengajak Azizah menuju ruang pemeriksaan,dengan di susul oleh dokter Sella dari belakang.


El sedang berada di kamar,menemani tidur ke tiga anak nya,sementara Satria meminta waktu untuk menyiapkan proposal perjalanan bisnis nya bulan depan.


Terlihat Azizah yang begitu tegang saat pemeriksaan yang di lakukan oleh Atika.


"Azizah bisa kah kamu sedikit lebih rileks?"Pinta Atika,


"Maaf dok,saya gugup!"


"Tidak apa -apa ini hanya pemeriksaan saja,tolong lebih rileks ya ?"Atika pun tersenyum,terlihat dari netra,tangan yang memakai sarung pun menyentuh bagian alat medis.Dokter Sella pun ikut andil dalam hal tersebut.

__ADS_1


Setelah lima belas menit berlalu,Atika pun membantu Azizah untuk bersandar di sisi ranjang.


"Alhamdulillah ya dokter Sella,ternyata perkembangan janin cukup baik,bahkan terlihat tidak ada masalah apapun!"Tukas Atika,melepaskan sarung tangan nya.


"Benar,semoga semua nya lancar sampai lahiran ya Azizah,Tante sangat berharap semoga kita bisa melewati semua nya dengan lancar!"


"Amiin"Atika membantu Azizah untuk turun dari ranjang nya.


"Atika pamit duluan,seperti nya Mas El akan sulit menjaga si kembar"Ujar Atika yang tersenyum.


"Terimakasih dok!"


"Sama-sama Azizah"Atika menyentuh lengan Azizah,dan setelah itu ia pun berlalu keluar dari kamar tersebut.


"Azizah,botol dua ini berisi vitamin dan juga nutrisi untuk ibu dan perkembangan janin,sehari dua kali saja,pagi dan malam,usahakan jangan ada yang bolong ya!"Sella memberikan botol berwarna orange dan pink kepada Azizah.


"Terimakasih Tante!"


"Sama-sama,Tante hanya ingin yang terbaik untuk mu!"Ke dua nya pun keluar dari kamar itu.Tiba mereka di luar,Satria sudah menunggu Azizah.Sella langsung pamit menuju kamar nya.


"Aku khawatir,jika kamu tidak baik-baik saja"


Ceklek !


Blam!


Satria mengunci pintu kamar nya,Azizah duduk di tepi ranjang,begitu juga dengan Satria,lalu dia bangkit lagi,saat melihat jendela yang belum di tutup nya.


"Aku lupa menutup nya tadi sore"Seru Azizah,saat melihat Satria menutup jendela kamar.


"Tidak apa-apa hanya jendela saja,asal kamu tidak lupa mencintai ku tiap hari"Goda Satria,Azizah hanya tersipu malu,sembari menundukkan pandangan nya.


"Bagaimana?apa kata dokter Sella dan dokter Atika?"Kini Satria kembali duduk di samping Azizah.


"Alhamdulillah Mas,semua nya baik-baik saja,dan tidak ada masalah apapun dengan kesehatan ku mas,semua nya baik,tapi kata dokter Atika,ini di perlukan pemeriksaan rutin,karena di samping itu juga kita perlu mengetahui kondisi kesehatan si ibu dan baby!"Pungkas Azizah,

__ADS_1


"Satu harapan mas,kamu dan baby baik-baik saja"Satria mengecup kening Azizah dan ia juga memeluk sang istri sebagai bentuk rasa terimakasih nya kepada Azizah.


Meskipun jam sudah menunjukkan pukul 22:00 malam.Azizah dan Satria langsung mengambil wudhu untuk sholat insya bersama,yang sempat tertunda.


Beberapa menit berlalu,terlihat ke dua nya mengakhiri kewajiban masing-masing,dan mulai menyimpan semua perlengkapan sholat mereka.


Azizah sedang mengikat tali piyama gamis nya,Satria langsung memeluk sang istri dari belakang.


"Maafkan Aku,yang sudah menyakiti mu sejak dulu,kamu bisa menghukum ku saat ini sebagai bentuk rasa penyesalanku!"


Azizah berbalik,saat mendengar ucapan sang suami,ia melihat netra Satria yang penuh penyesalan itu.


"Jangan katakan itu lagi,bukan kah kita sudah membahas nya dulu?kita akan saling memaafkan dan melupakan masa lalu kita!"Azizah menyentuh ke dua pipi Satria,lalu menci-um pipi kanan dan pipi kiri Satria membuat pria ini tersenyum smirk.


"Mulai saat ini,aku janji,aku akan selalu menjaga dan melindungi kalian,aku akan memberikan seluruh hidup ku untuk kalian berdua!"Ucap Satria,sembari mengelus perut Azizah yang mulai membentuk.Satria pun kembali memeluk Azizah,dan mengelus punggung sang istri dengan lembut.


Blam!


Pintu kamar tertutup,Atika baru saja tiba di kamar,di tangan nya ada susu hangat campur madu,yang Atika bawakan untuk El.


"Mas,apa mereka rewel?"Atika menyodorkan gelas di tangan nya kepada El.


"Terimakasih sayang!"


"Sudah seharusnya sayang!"Sahut Atika yang tersenyum,tangan bergerak untuk membuka cadar yang menempel di wajah nya sejak tadi.


"Bagaimana?apa semua baik-baik saja?"


"Iya Alhamdulillah,Azizah termasuk pasien Aku yang paling bersemangat untuk melakukan itu semua!"Atika berdiri di samping box anak-anak iya,terlihat Aminah dan Zulaikha,yang tidur paling nyenyak.Hanya saja,Alfaruk terlihat belum terbiasa dengan tempat baru.


"Oek..Oek..Oek.."Alfaruk menangis,Atika langsung mengendong nya.


"Mungkin haus sayang"El membersihkan tempat tidur,sebelum ke dua nya naik ke atas ranjang.


"Iya.Mas,tidur duluan saja,aku susui Alfaruk dulu"

__ADS_1


"Iya sayang!"El pun berbaring di tempat tidur,sembari menunggu Atika yang sedang menyusui Alfaruk di sofa.


__ADS_2