
Hari berganti Minggu,Minggu berganti bulan dan kini sudah tiba pada waktu nya,dimana Atika sudah selesai dengan tugas nya merawat dan membantu Azizah dalam masa merawat kandungan nya,serta di bantu oleh dokter Sella.
"Bagaimana Azizah?apa yang kamu rasakan kini usia kandungan mu sudah memasuki bulan ke tujuh!"Ujar Atika,
"Alhamdulillah dok,semua nya terasa lebih baik,bahkan berkat bantuan dokter Allah telah memberikan kekuatan untuk ku sampai di hari ini,dan aku bersyukur,tinggal kurang lebih beberapa bulan lagi,aku berharap agar dapat segera segera bertemu dengan baby,aku sudah tidak sabar ingin melihat dia secara langsung !"Pungkas Azizah.
"InsyaAllah dengan ijin Allah semua akan baik- baik saja"Dokter Sella membantu Azizah untuk turun dari ranjang.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk!"Sahut Sella,dari dalam.
Ceklek !
"Sayang,jemputan kita telah tiba"El datang untuk melihat Atika,
"Ia Mas,ini juga sudah selesai,bahkan kami sudah mau keluar!"Satria pun datang untuk melihat sang istri.
"Tuan Satria,biarkan kami pergi dulu,karena jemputan kami telah tiba disini!"
"Baik lah,Tuan muda El,hati-hati di jalan dan terimakasih atas usaha dan bantuan dari anda semua,dan ini hadiah untuk si kembar!"Satria memberikan proposal yang ada di tangan nya kepada El.
"Apa ini?Tuan Satria,saya sudah katakan kami membantu anda dan sang istri bukan karena soal nominal,hanya saja istri saya ingin membantu Azizah dengan ikhlas!"
"Jangan di tolak,itu hanya bentuk dari rasa terimakasih saya"Ujar Satria kemudian,El pun membuka dan melihat proposal yang di berikan Satria,tentu saja itu membuat El terkejut.
"Anda serius?"Tanya El ,setelah mengetahui isi proposal tersebut.
"Tentu saja"
"Kami memang sedang mengincar pulau ini.Namun,ini terlalu berlebihan jika di banding 'kan dengan apa yang kami berikan untuk Anda!"El terlihat segan,bagaimana pun Atika sudah ikhlas membantu Azizah.
"Kesehatan istri dan baby kami adalah yang utama.Bahkan,saya bisa memberikan nyawa saya agar anak dan istri saya baik-baik saja!"
"Terimakasih banyak"El pun memeluk Satria,untuk salam perpisahan,begitu juga dengan Atika,yang berpamitan dengan Azizah.
"Kami permisi dulu!"
"Hati-hati"
Terlihat El dan Atika yang keluar dari ruangan tersebut,dengan di ikuti oleh Azizah dan Satria,serta dokter Sella.
Setelah Atika dan El pergi,dokter Sella pun berpamitan dengan Satria dan Azizah.
* * *
__ADS_1
Ke esokan hari nya. . .
Azizah yang sedang duduk di ruang tamu,tiba-tiba merasa begitu lapar,bahkan ia belum makan apapun sejak pagi,karena merasa mual dengan makanan yang disediakan Bi Atun.
"Bi,apa ada makanan lain,saya lapar!"Ujar Azizah sembari mengelus perut buncit nya.
"Tidak ada Nyonya,ada nya buah-buahan!"
"Aku tidak ingin makan buah hari ini,tapi aku ingin makan ketoprak!"Tukas Azizah lalu berbalik.Azizah kembali ke ruang tamu,tapi wanita itu hanya melewati tempat itu saja.
Ceklek !
Azizah membuka pintu depan,ia keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Atun dan Rani.
"Aku akan memberi ketoprak di depan gang saja"Gumam Azizah,yang berjalan ke arah gerbang.
Tit..Tit..Tit..
Suara klakson mobil Satria,satpam langsung berlari membuka pintu gerbang,membuat Azizah seketika terkejut,dan menghentikan langkah kaki nya.
Blam!
Satria membanting pintu mobil,saat mengetahui Azizah berada di luar rumah,Satria pun berlari menghampiri sang istri.
Tap...Tap...Tap...Tap...
"Mas,aku ingin makan ketoprak,di rumah hanya ada buah-buahan dan aku tidak berselera saat ini!"
"Sayang, buah lebih bagus untuk ibu hamil,ketimbang ketoprak!"
"Sayang,aku mau !"Azizah terus saja merengek meminta untuk di belikan ketoprak sama Satria,Pria ini tidak langsung menyetujui permintaan sang istri,apalagi mengetahui Azizah belum makan apapun sejak pagi tadi,dengan kondisi yang selalu mual.
Bruummm....
Suara mobil Aldo yang baru saja tiba di depan rumah Purna,Satpam sudah membuka pintu untuk Aldo.
"Mas,itu Pak Aldo?"
"Benar,tumben banget datang tanpa memberitahu aku?"Satria melirik ke arah mobil Aldo yang sedang berusaha untuk memarkir di sebelah mobil Satria.
Putri segera turun dari dalam mobil,saat melihat Aldo sudah turun duluan.
"Kebetulan kami lewat,jadi mampir disini!"Ujar Aldo,menghampiri Satria,
"Nih,aku bawakan ketoprak untuk bumil!"Lanjut Aldo,
__ADS_1
"Wah,kebetulan sekali,aku sudah ingin makan ini sejak tadi,tapi mas Satria tidak memperbolehkan nya,Kamu memang yang terbaik,putri beruntung bisa mendapatkan mu!"Puji Azizah,langsung membuat wajah Satria cemberut dan begitu cemburu.
"Jangan terlalu memuji,saya takut ada yang sedang terbakar api cemburu!"Goda Aldo,kini Satria berbalik menatap Aldo dengan tajam,membuat Aldo nyengir melihat ekspresi Satria yang begitu lucu.
"Ayo kita masuk dulu!"Ajak Azizah,
"Enggak usah,kami sudah mau pulang kok,tadi hanya mau membeli itu saja,Putri juga mau makan ketoprak,seingat aku yang di gang ini lebih enak!"Pungkas Aldo,
"Benaran enggak mau masuk dulu?"Tanya Azizah memastikan kembali.
"Benar,kami langsung pulang saja,nanti malam harus otw ke Bali"
"Baiklah,kalau begitu terimakasih sebelum nya karena sudah mau repot-repot mengantar ini!"Aldo hanya memgangguk.Setelah berpamitan dengan Satria,ia pun berlalu menuju mobil nya.
Melihat mobil Aldo yang sudah pergi,Azizah langsung mengajak Satria untuk masuk ke dalam rumah.
Dengan senang hati,Satria membantu istri nya yang tengah hamil,berjalan menuju dapur.
"Bi,ambilkan piring serta segelas air mineral untuk Nyonya !"
"Baik Den"Atun segera mengambil piring dan air yang di minta oleh Satria,ia pun juga mengambil sendok untuk Azizah.
"Terimakasih ya bi!"Ucap Azizah saat Atun,memberikan piring dan sendok,serta segelas air untuk Azizah.
Satria membantu Azizah untuk menuangkan ketoprak ke dalam piring,lalu dengan mata yang berkaca-kaca,Azizah mulai mencicipi nya.
"Heeemm,enak!"Ucap Azizah melirik Satria,yang menatap nya dengan dingin.
"Enak?"Tanya Satria kemudian,
"Enak banget sayang "Sahut Azizah dengan spontan membuat Satria kesal.
"Mas,mau coba?"Satria menggelengkan kepala nya.
"Memang enak kalau yang beli suami orang "Cibir Satria,langsung membuat Azizah kaget.
"Uhuuk...Uhuk.."
"Minum dulu sayang"Satria langsung memberikan gelas berisi air minum untuk Azizah.
"Udah enakan?"Tanya Satria dengan lembut.
"Mas,apa-apaan sih,tadi aku minta di belikan sama mas,tadi enggak mau,giliran di beri sama Aldo,mas malah cemburu,rejeki enggak boleh nolak Lo mas!"Ujar Azizah,yang melanjutkan makan nya.
"Siapa yang cemburu!"Cetus Satria yang bangkit dari tempat duduk,meninggalkan Azizah di ruang makan.
__ADS_1
Satria bukan cemburu karena makanan yang di makan Azizah di berikan oleh Aldo.Namun,ia kesal dan cemburu jika ada laki-laki lain,yang memperhatikan sang istri,Dia hanya ingin cukup dia saja yang perhatian dengan Azizah.