
Sudah satu Minggu berlalu,bahkan Astuti sudah berada di rumah nya.Azizah belum di perbolehkan untuk pulang karena kondisi Azizah belum sembuh total,bekas operasi masih terasa berdenyut.Anwar meminta Azizah untuk menginap satu atau dua hari lagi.
"Bagaimana kondisi mu?apa yang kamu rasakan?"Tanya Anwar.
"Sudah lebih baik dari kemarin"
"Aku akan memberikan suntikan satu lagi untuk mu,jika ini berhasil kamu sudah boleh pulang,tapi jika dosis ini berkurang mohon menunggu dua hari lagi baru bisa pulang!"Ujar dokter Anwar,Azizah hanya mengangguk pelan,dan mengerti yang di maksud oleh Anwar.
Karena merasa tubuh nya begitu sakit,bahkan untuk berbicara melalui telepon saja,Azizah tidak sanggup,sehingga ia selalu mengabaikan panggilan dari Satria.Tentu saja,membuat Satria begitu cemas.
Drrt..Drrt..Drrt..
Ponsel Azizah kembali bergetar,Satria memanggil Azizah,bahkan kali ini ia ingin VC dengan sang istri.Satria sangat merindukan Azizah.Namun,hampir seminggu ini Azizah hanya membalas pesan wa Satria saja,tanpa menghiraukan panggilan dari sang suami.
[Sayang,tolong angkat,aku merindukan mu,jangan biarkan aku menderita karena rindu ku ini!]Sebuah pesan ungkapan rindu di terima oleh Azizah.
[Mas,maaf,beberapa hari ini aku kembali sibuk,apa lagi,dalam beberapa hari ini aku harus membawa ibu untuk pemeriksaan ulang kesehatan nya!]Sekali lagi,Azizah berbohong kepada suami nya.
Setiap kali Azizah harus membohongi Satria,itu membuat Azizah merasakan sesak di dada nya,satu Minggu telah berlalu,entah berapa kebohongan yang telah di perbuat oleh Azizah kepada Satria.
Waktu sudah mulai siang,Azizah sudah berbaring di ranjang lebih dari satu Minggu.Bahkan seluruh tubuh nya merasa kaku,Azizah merasakan sakit pada bagian bekas operasi.
Di tempat lain...
Di kediaman Purna,Astuti sudah dapat melakukan aktivitas nya seperti biasa,hanya saja,kali ini Astuti lebih banyak diam.Apalagi, saat ini Azizah sedang tidak ada di rumah,membuat Astuti begitu bahagia.
"Apa yang membuat Tante begitu bahagia?"Astuti menoleh ke arah calon menantu nya yang sedang memainkan ponsel di tangan nya.
"Tidak ada,Tante hanya merasa bahagia saja"Ungkap Astuti.
"Kapan Tante akan membawa ku untuk melihat gaun pernikahan ?"
"Tunggu Satria kembali dari NY.Kita akan pergi bersama,seharusnya hari ini Satria akan pulang"
"Tante,Aku takut kalau Satria akan menolak nya!"Bella memegang tangan Astuti dengan raut wajah yang memelas.
__ADS_1
"Tenang saja,selagi ada Tante,tentu saja Tante akan selalu berpihak kepada mu!"
"Terimakasih Tante!"Bella segera memeluk Astuti,dan mulai memperlihatkan senyuman jahat nya,di dalam pelukan wanita itu.
Astuti dan Bella pun melanjutkan obrolan mereka tentang rencana selanjut nya.Mereka berencana untuk membuat Azizah pergi dari rumah Purna,saran itu tentu saja dari Bella,tapi Astuti malah langsung menyetujui nya.
"Apa Kamu yakin itu akan berhasil?bukan kah Satria sudah mulai menerima wanita itu?"
"Tan,kalau Satria tidak mau meninggalkan Azizah,maka buat Azizah pergi dari kehidupan Satria!"
"Cara nya?"
"Tentu saja ada campur tangan Aku.Aku akan membuat Azizah dan Satria berselisih,dan tentu saja Tante harus membantu ku juga,Tante harus selalu di pihak ku dan mendukung ku!"Ujar Bella dengan semangat.
"Kamu tenang saja sayang,Tante akan selalu mendukung mu,sebagai balasan kamu sudah mendonorkan ginjal mu untuk Tante,maka tentu saja Tante akan membuat hidup mu bahagia,dan memberikan apa yang kamu ingin 'kan!"Pungkas Astuti.
Betapa egois nya mertua Azizah,ia menutup mata untuk melihat kebenaran,padahal yang melakukan seribu kebaikan adalah menantu yang selalu ia benci dan yang tidak di anggap nya.
"Hari ini kamu nginap disini saja.Hari ini Satria pulang dari NY,kebetulan Azizah juga lagi di desa nya.Papa Satria sedang dinas ke Korea,jadi kamu bisa menginap disini,berapa lama yang kamu mau!"
"Makasih Tante,aku senang banget bisa memiliki ibu mertua yang begitu baik seperti Tante,tidak salah aku mendonorkan ginjal ku untuk Tante yang begitu baik"
"Tan,aku harus pergi ke rumah sakit,hari ini aku ada jadwal pemeriksaan ulang!"Ujar Bella,
"Mau Tante temani sayang?"
"Tidak perlu Tante,aku bisa pergi sendiri,lagian Tante 'kan masih sakit,aku tidak mau Tante nanti kecapean,dan itu membuat ku sedih"Memang Bella raja nya bersilat lidah,dan ia sangat pintar dalam berakting.
Setelah berpamitan,Bella pun bangkit dari duduk nya,dan ia pergi meninggalkan rumah Purna.Sebelum ia pergi menemui dokter kandungan.Terlebih dulu,Bella mengubungi Sandrina,dan meminta wanita itu untuk menemani nya.
* * *
Malam pun tiba. . .
Azizah semakin merasa gelisah,bahkan ia tidak bisa tidak memikirkan Satria.Apalagi seharian ini Satria terus-terusan menghubungi Azizah,hanya saja panggilan itu di tolak oleh Azizah.
__ADS_1
"Mas,maaf!"Azizah menggenggam erat ponsel milik nya.
Suster datang membawakan nampan berisi makan malam untuk Azizah.
"Sus,saya bisa makan sendiri!"Azizah langsung mengambil nampan di tangan suster tersebut.Baru saja masuk dua sendok,nasi ke dalam mulut Azizah,Wanita ini merasakan sakit yang luar baisa,bahkan kali ini lebih sakit dari sebelum nya.
"Aah"Azizah memegang perut nya.
"Apa yang terjadi?"Tanya suster panik.
"Saya juga tidak tau Sus,perut saya terasa sakit,bahkan sangat sakit!"
"Tunggu,saya akan memanggil dokter,bertahan lah!"Suster pun keluar dari ruangan Azizah dan meninggalkan wanita itu sendirian disana menahan rasa sakit nya.
Ceklek !
Dokter Anwar datang dengan membawa dua suntikan di tangan nya dan suster itu juga membawa obat - obat lain di dalam botol yang ada di tangan nya.
"Dok,tolong saya"Pinta Azizah yang merasakan sakit yang luar biasa.
"Tenang ya,ini hanya efek obat saja,setelah ini akan membaik,kamu tidak perlu takut,ini hanya efek obat saja!"Ungkap dokter Anwar,
Namun,mendengar jawaban dar ia dokter membuat Azizah curiga,karena sudah seminggu ia merasakan sakit pada bagian perut nya.Seharusnya,jika obat yang mereka berikan benar,pasti dia sudah membaik.
"Dok,bukan kah dosis obat ini tidak boleh lebih dari satu kali?"Seru suster itu,langsung di tatap tajam oleh Anwar.
"Kamu tau apa,ini adalah obat yang paling bagus!"
"Dok,tunggu.Aku tidak ingin disuntik lagi,kalau memang itu tidak membuat aku membaik!"Tolak Azizah,
"Kamu tidak perlu takut,ini hanya obat,oke!"Dokter Anwar langsung mengarahkan jarum suntik ke arah infus milik Azizah.
Brak!
Pintu ruangan terbuka,Azizah atau pun dokter Anwar sama-sama terkejut,apalagi suster itu,obat di tangan nya terjatuh,dan berhamburan ke lantai.
__ADS_1
"M-Mas Satria!"Lirih Azizah,Pandangan Satria tertuju kearah jarum suntik yang ada di tangan Anwar.Netra Satria memerah,rahang nya mengeras,tangan nya mengepal,ia berkali-kali menggertak gigi nya melihat pemandangan itu,di dalam ruangan yang asing di rumah sakit purna.
Ada yang belum Vote?Like atau beri hadiah?Yuk,author tunggu,biar Crazy up lagi,😘✌️