Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Keluarga Aldo


__ADS_3

Bara dan Kejora telah kembali ke Indonesia.Terlihat di meja makan ada beberapa orang yang sedang menikmati sarapan mereka.


"Sayang,sudah tiga tahun Oma enggak melihat mu,kamu semakin cantik!"tukas Mela,Mentari langsung tersenyum.


"Tentu saja Mentari seperti Oma,biar pun sudah tua,Oma masih terlihat begitu cantik,karena Oma jarang marah-marah.Beda sama Mama tiap hari marah-marah!"cibir Mentari.


"Mentari!"Kejora langsung memelototi sang anak,tapi Andara dan Mela hanya tertawa kecil.Begitu juga dengan Aldo dan Putri.


"Ibu dan anak,enggak di Inggris,disini,dimana pun mereka berada senang sekali berdebat!"ketus Bara,Kejora langsung menaikan alis nya.


"Enggak ada jatah malam ini"bisik Kejora,Bara langsung menoleh,


"Aku cuma bercanda sayang"bujuk Bara,Kejora tidak memperdulikan itu.


"Aldo,kapan kamu jemput Lois?"


"Hari ini Pa,kebetulan kami sudah menyiapkan koper,kami akan pergi lagi ini"


"Aku ikut Om!"


"Enggak boleh ya sayang"Kejora melarang sang anak untuk pergi.


"Biarkan saja dia ikut"Timpal Andara,


"Nanti dia merepotkan mereka pa!"


"Tapi,Mentari mau pergi ke Bali ma,Mentari belum pernah kesana"Mentari yang kesal sembari mengerucutkan bibir nya.


"Tapi,kamu sudah ke Inggris,untuk apa lagi ke Bali"


"Pokoknya ikut,boleh ya Om?"


"Boleh sayang"jawab Aldo,


"Tapi nanti kamu bisa merepotkan Tante sama Om"Kejora masih bersikukuh untuk melarang Mentari ikut.


"Udah,biarkan saja dia ikut,kami enggak apa-apa kok,benarkan mas?"Putri memegang tangan suami nya.


"Iya sayang,biar 'kan saja dia ikut Kejora,Kami enggak apa-apa,Lois pasti senang Mentari ikut"


"Yasudah deh,semua terserah kalian saja"

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan sarapan nya,Mentari begitu senang bisa ikut menjemput Lois ke Bali.


Jam 10:30 pagi. . .


Mentari begitu senang bisa ikut Aldo dan Putri ke Bali,ia pun tidak sabaran untuk segera pergi.


"Mentari,sayang jangan nakal-nakal disana ya,jangan nyusahin Tante sama Om"Bara senantiasa mengingatkan anak nya,karena ia segan sama Putri bila mentari akan merepotkan mereka nanti.


"Siap Papa!"Mentari terlihat begitu semangat,Kejora pun memeluk sang anak,sembari mencium ke dua pipi Mentari.


Setelah berpamitan dengan keluarga,Aldo dan Putri pun pergi meninggalkan kediaman Andara.


"Kalian akan lama disini 'kan? Mama masih kangen sama Mentari "ujar Mela,


"Sama kami enggak kangen ma?"goda Bara,


"Ya kangen juga,tapi 'kan kamu ada Kejora"Mela berbalik menggoda Bara.


Setelah mobil Aldo sudah tidak terlihat lagi,mereka semua segera masuk ke dalam rumah.


Perusahaan Purna. . .


"Sudah bisa berangkat ?"tanya Satria,


"Sudah Pak,Aku sudah membawa semua nya kesini"tukas Anita menunjukkan berkas yang ada di tangan nya.


Begitu tiba di lobi,tanpa sengaja Satria bertemu dengan Justin,padahal mereka tidak membuat janji akan bertemu hari itu.Namun,tiba-tiba saja Justin sudah berada di tempat tersebut.


"Hallo Tuan Satria,mohon maafkan saya karena dengan kemari tanpa membuat janji dengan Anda!"


"Selamat pagi,Tuan Justin,silahkan duduk!"dengan sopan Satria menyambut pria itu,lalu mempersilahkan Justin untuk duduk.


"Maafkan saya pagi-pagi sudah menganggu anda,ada hal penting yang harus saya bicara dengan Anda saya harap,saya tidak menganggu waktu anda!"


"Oh tidak,katakan apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya!"


"Bisa kah,kita melanjutkan kontrak ini,istri saya tertarik untuk membuka butik baju muslimah di Thailand,mungkin akan banyak istri-istri dari kolega kami tertarik.Dan menurut saya ini juga ide yang bagus,karena 'kan semua orang bisa memakai baju dengan model begini,tidak harus memandang ras mereka,dan satu lagi,ada kolega kami sangat tertarik dengan pakaian model begitu meskipun mereka bukan agama yang sama dan juga bukan wanita hijab,tapi senang melihat pakaian model seperti ini"


Satria pun melihat layar iPad milik Justin,itu adalah profil perusahaan Purna.Satria melirik ke arah Anita untuk meminta pendapat.


"Tuan Justin,mohon maaf dalam waktu dekat ini jadwal Purna sangat padat,tapi kalau Anda mau menunggu untuk bulan depan kami akan memprioritaskan milik anda,bagaimana ?"

__ADS_1


"Tidak masalah,untuk bulan depan pun akan saya terima.Sebelumnya terimakasih,sekali lagi,tidak mengecewakan saya yang datang jauh-jauh"


Satria tersenyum,lalu menjabat tangan Justin yang akan pamit untuk meninggalkan perusahaan Purna.


"Pak,padahal jadwal kita sibuk sampai tahun depan,tapi anda malah mau menerima nya.Apa anda sedang membalas Budi Tuan Justin?"


"Benar,jika bukan karena dia mungkin aku tidak berdiri disini saat ini,Karena Allah telah mengirim pria seperti Tuan Justin untuk menolong saya"


Anita tersenyum,lalu mengikuti langkah kaki Satria yang berjalan melewati pintu keluar purna.


Restoran. . .


Di restoran yang telah di janjikan,Satria dan Anita melangkah masuk ke dalam tempat itu,disana sudah ada Rangga yang menunggu nya.


Kali ini Rangga datang bersama dengan Han,orang kepercayaan nya.


"Saya harap,saya tidak datang terlambat"ucap Satria yang langsung duduk di depan Rangga.


"Tapi nyata nya Anda terlambat sepuluh menit!"tukas Rangga,Anita mengerutkan dahi.Satria hanya menanggapi nya dengan senyuman.


Rangga tidak pernah mau berbicara lembut dengan orang yang membuang-buang waktu nya.Namun,Satria tetap menanggapi nya dengan senyuman.


"Langsung saja"tegas Rangga.Anita pun menjelaskan perihal kontrak yang sedang berjalan itu,dan benar saja Rangga terlihat begitu cuek,hanya karena Satria telat sepuluh menit.


"Tunggu Anita!"Satria menghentikan Anita saat ia akan menjelas proposal itu lebih lanjut.


"Tuan,jika anda tidak bisa melanjutkan kontrak ini,kita bisa berhenti sampai disini saja.Saya tidak akan membuang-buang waktu saya,untuk orang yang tidak menghargai kami!"tegas Satria,Rangga mengerutkan dahi nya lalu menatap Satria dengan lekat.


"Baik,kalau itu keputusan Anda,saya pun tidak masalah,masih banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan kami"ucap Rangga dengan lantang,lalu pergi meninggalkan meja tersebut.


"Pak,bagaimana ini?"tanya Anita setelah Rangga pergi begitu saja.


"Kamu tidak perlu takut,yang bekerjasama dengan kita adalah Tuan Wiguna,pria itu tidak bisa memutuskan kontrak dengan Purna,kecuali dengan perusahaan lain!"ujar Satria yang bangkit dari tempat duduk nya.


"Apa kita langsung pulang ke kantor?"


"Langsung balik ke kantor,kita bisa menjadwal 'kan pekerjaan milik Tuan Justin mulai besok"


"Baik Pak!"


Satria dan Anita pun pergi meninggalkan restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2