Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Tiba di rumah


__ADS_3

Mobil Satria memasuki halaman rumah Purna.


"Akhirnya sampai juga sayang"


"Alhamdulillah mas"


Satria dan Azizah segera turun dari mobil,lalu bergandengan tangan menuju pintu utama.


Ting Tong...


Setelah menekan bel,tak lama pintu rumah pun terbuka.


"Tuan,sudah kembali?"seru Rani,


"Dimana Arkana Ran?"tanya Satria begitu Meraka masuk.


"Tuan kecil,ada di kamar nya,tadi Bi Atun bantu tidurin"


"Eeemm,Ran bawa masuk koper Nyonya ya"


"Siap Tuan"Rani pun mengambil koper kecil yang ada di pintu,lalu mengantar nya ke kamar Satria.


Baru saja Satria dan Azizah ingin beranjak dari sana,suara bel pintu mengagetkan mereka.


Ting Tong...


"Siapa mas?"


"Aku juga enggak tau,coba kita lihat"Satria pun berbalik dan membuka pintu.


Begitu pintu utama terbuka,terlihat dokter Sella,bersama dengan teman perawat nya,datang untuk mengantar Raka.


"Waah,kejutan "seru Azizah yang langsung mengambil Raka dalam gendongan Sella.


Satria tersenyum,saat melihat Azizah yang begitu senang dengan kepulangan Raka.


"Dok,enggak mau mampir dulu?"


"Enggak Sat,kamu tau aku sibuk,bahkan kemarin enggak bisa hadir untuk acara Kejora di sana,karena harus menjaga Raka"


"Terimakasih banyak dok"


"Tidak perlu sungkan,kita keluarga!"tukas dokter Sella.


"Oh ya.Dok,bagaimana keadaan Raka?"


"Alhamdullilah mulai membaik.Satria aku ingin tahu,apakah keluarga mu ada yang mengalami riwayat sakit jantung?"disaat Satria mendengar pertanyaan itu,ia melirik ke arah Azizah.

__ADS_1


"Ada dok,itu Ibu nya Azizah,ibu sakit jantung sejak lama,kadang juga sering di rawat dan masih menjalani perawatan jalan"ungkap Satria.


"Saya rasa Raka mengidap penyakit genetik,atau sakit jantung akibat faktor keturunan "tukas Sella.


"Jadi dok,bagaimana kondisi Raka saat ini?"


"Kondisi nya belum bisa di pastikan lebih dalam.Namun,ketika orang tua, kakek, nenek, atau anggota keluarga lain memiliki penyakit jantung, ada kemungkinan keturunannya juga mengalami penyakit yang sama.Seperti yang dialami oleh Raka"pungkas Sella,


"Apa ada cara untuk penyembuhan dok?"


"Usia Raka masih sangat bayi,tidak bisa melakukan tindakan operasi,karena penyakit genetik kardiovaskular hanya bisa dikelola gejala dan risiko keparahannya. Pemeriksaan jantung dan tes genetik dapat menjadi pembuka jalan untuk menangani pasien penyakit genetik ini, termasuk mencegah kematian mendadak akibat serangan jantung yang berkaitan dengan faktor keturunan!"


Pernyataan dokter Sella membuat seluruh darah Satria mengalir begitu cepat.Dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan bayi mungil itu.


"Pelan-pelan kamu jelaskan kepada Azizah agar dia mengerti dan paham kondisi Anak nya.Pelan-pelan saja,aku takut jika Azizah tahu dia kan syok,dan itu bisa mempengaruhi kesehatan nya juga"


"Saya mengerti dok,saya akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak saya"


"Aku akan datang seminggu sekali untuk memeriksa Raka,dan kita akan lakukan yang terbaik untuk anak itu"


"Amiin,terimakasih banyak dok"


"Sama-sama.Saya pamit dulu,harus kembali ke rumah,seperti nya Kejora telah pulang"


"Selamat jalan dok,hati-hati di jalan"


"Mas,dokter Sella udah pulang?"


"Udah sayang"Satria menghampiri Azizah yang sedang mengurusi Raka.


Satria memilih untuk tidak menceritakan itu dulu kepada Azizah,karena ia tidak ingin moment bahagia itu hilang begitu saja.


Satria memilih untuk bergabung dengan Anak dan istri nya,menemani mereka yang sedang bermain di atas kasur.


Malam pun tiba. . .


Azizah dan Satria yang sedang bersantai di balkon kamar nya,tepat jam sepuluh malam.Arkana dan Raka sudah tidur dengan di temani oleh Rani dan Atun di kamar baby.


"Sayang,lihat lah bintang itu sangat indah.Tapi,tidak seindah wajah mu sayang"


"Gombal"cetus Azizah yang cemberut.


"He he he,habis nya kamu melamun aja.Ada apa sayang?"tanya Satria yang bingung melihat perubahan raut wajah istri nya.


"Aku memikirkan kondisi Raka,aku berharap ia segera sembuh dari penyakitnya"


"Kamu sudah tau?"Satria terkejut mendengar jawaban Azizah.Apalagi melihat istri nya yang mengangguk membenarkan pertanyaan nya barusan.

__ADS_1


Satria segera memeluk Azizah,ia yakin Azizah akan segera menangis,apalagi mengingat kondisi anak nya yang begitu memprihatinkan .


"Kita berjuang sama-sama ya sayang,jangan takut,ada Allah yang akan bersama dengan kita"


"Apa masih bisa di sembuhkan mas"


"Pasti sayang,kita berdoa saja,berharap yang terbaik untuk anak-anak kita"


Satria pun mengajak Azizah untuk beristirahat.


* * *


Hari berganti Minggu,dan Minggu berganti bulan.Setiap hari Minggu,Sella datang untuk memeriksa keadaan Raka,dan mengecek perkembangan Raka sudah sampai tahap mana.


Setiap hari keadaan dan kondisi Raka semakin membaik,dan ia terlihat tumbuh seperti anak pada umum nya.Bahkan,Raka terlihat begitu aktif.


Raka dan Arkana mulai bisa bermain satu sama lain,meskipun hanya bermanja - manja dengan Azizah,namun Arkana dan Raka terlihat paling mengerti saat ke dua nya bersama - sama dalam gendongan sang ibu.


Setiap pagi,Satria wajib memberikan ciuman manis untuk ke dua anak nya.Pasti terlihat kebahagian dari raut wajah baby Raka dan Arkana saat Satria berpamitan pergi bekerja dengan mereka.


Setiap hari kesibukan Azizah dengan menemani dua bocah yang sudah mulai terlihat sedikit nakal.Ke dua nya mengisi hari-hari Azizah hingga penuh warna.


Apalagi saat salah satu nya menangis,pasti yang satu nya ikut nangis,membuat Azizah kadang ikut menangis,melihat kelakuan mereka yang begitu menggemaskan.


"Oek..Oek..Oek.."


"Oek..Oek..Oek.."


Raka dan Arkana menangis,Azizah gelagapan saat menenangkan mereka.


"Sayang udah dong sayang,berhenti menangis ya sayang"ucap Azizah menenangkan ke dua nya.


"Sayang udah ya,kalau kalian tetap menangis,mama akan menangis juga nih,biar kita semua sama -sama menangis"ucap Azizah,alhasil,baby Raka dan Arkana berhenti menangis saat di bujuk oleh Azizah begitu.


Ceklek !


"Sayang aku pulang"


Azizah menoleh,melihat Satria yang nyamperin nya ke kamar baby.Lalu,Satria datang mendekat dan mengecup kening Azizah begitu sampai di dekat sang istri.


"Apa mereka rewel sayang?"


"Sedikit!"jawab Azizah,


"Sabar ya sayang,dan maaf aku tidak bisa membantu mu dalam mengurus mereka,pekerjaan ku di kantor sangat banyak,belum bisa ambil cuti,karena Anita baru saja mengambil cuti dua hari yang lalu"


"Tidak apa-apa mas,aku tidak sendiri,ada Rani dan Bi Atun yang membantu ku mengurus mereka"pungkas Azizah.

__ADS_1


Satria tersenyum mendengar jawaban Azizah,lalu ia membelai kepala sang istri dengan lembut.


__ADS_2