
Blam!
Kejora turun dari kursi roda,ia berjalan menghampiri ranjang Bara,ada pria itu yang terbaring lemah di sana.
"Bar..."Lirih Kejora,
"Maafkan aku,aku yang salah,kalau kamu tidak menolong ku,mungkin Kamu tidak seperti ini"Kejora memegang tangan Bara,ada banyak alat yang terpasang di tubuh Bara,karena sebelum nya ia mengalami guncangan berat dan menyebabkan jantung Bara berhenti berdetak.
Kejora terus meratapi nya,dan menangis di samping Bara,menunggu Pria ini sampai siuman.
"Bara ...."Panggil nya lagi,Pria itu belum juga membuka mata nya,ia lebih senang mendengar suara tangisan Kejora.
"Hiks...Hiks..Bara..."Kejora menggenggam kuat tangan Bara,dan meletakkan di pipi,"Bar,bangun,meskipun kita sering berantem,tapi 'kan kita teman,ayo bangun,biar ada teman gelud ku lagi!"Hiks,
"He..He.."Bara tertawa kecil,
"BARA!"Teriak Kejora yang langsung berdiri dari tempat duduk nya,mengetahui diri nya di kerjain,Kejora langsung memukul dada Bara,tanpa sengaja Kejora menyentuh bagian perut Bara yang tertusuk.
"Aaakh,sakit!"Pekik Bara,mata nya melotot,membuat Kejora terkejut,
"Maaf-maaf,kamu sih,malah ngerjain aku!"Cemberut Kejora,lalu duduk kembali,
"Bagaimana keadaan mu,apa sudah membaik?"Tanya Bara,melirik wanita yang duduk di samping ranjang nya.
"Aku enggak pa-pa,kamu sendiri bagaimana,apa masih sakit di bagian bekas operasi?"Tanya Kejora yang khawatir.
"Kamu mengkhawatirkan Aku?"Bara mengedipkan satu mata nya,membuat Kejora jijik,
"Iiih,siapa juga yang khawatir!kepedean!"Ketus Kejora dengan tajam,Bara hanya nyengir saja melihat Wanita di samping nya yang kesal.
Bara berusaha untuk bangun,namun Kejora melarang nya segera.
"Jangan banyak gerak,kamu tuh masih sakit,baru saja selesai melewati masa kritis mu!"Sekali lagi Kejora memperlihatkan sikap kesal nya kepada Bara.
"Terimakasih "Ucap Bara,Kejora langsung menoleh,
"Ha..Ha..Ha..Lo bilang apa?makasih?yakin Lo?"Kejora meledek Bara,sembari mendekatkan telinga nya ke arah Bara,
Cup!
"Bara!"Pekik Kejora dengan sangat keras,saat Pria itu berhasil mencuri satu kecupan di pipi Kejora.
Ceklek !
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Kamu kenapa berteriak Kejora?"
"Apa terjadi sesuatu?"
Berbagai macam pertanyaan di dengar oleh Kejora dari keluarga Bara dan juga dari Sella sang ibu Kejora.
"Anu,tadi..."Kejora melirik Bara,sembari memelototi Pria itu,
"Tadi Ada kecoa!"Timpal Bara,
"Iya Ma,Tan,Om.Tadi ada kecoa!"He..He..Kejora tertawa kecil sembari menggaruk kepala nya tak gatal.
"Iya,kecoa berkepala besar"Timpal Aldo,yang melangkah masuk.Bara hanya mengulum senyuman melihat ke arah Kejora,wanita ini malah merona di tatap oleh Bara.
"Berhubung Bara sudah siuman,Saya dan Kejora mau pamit pulang dulu,karena saya harus bertemu dengan pengacara saya!"
"Baiklah,hati-hati di jalan"Mela dan Sella terlihat sedang berpelukan.
"Bar,cepat sembuh ya,aku pulang dulu,aku akan berkunjung lagi besok!"Kejora menyentuh punggung tangan Bara.Setelah itu,ia segera pergi meninggalkan ruangan itu bersama dengan Sella.
* * *
Tiba di rumah,Satria langsung masuk ke kamar,dengan tangan yang sibuk melonggarkan dasi nya.
"Tidak usah,aku bisa sendiri!"Ketus Satria dengan sini,Azizah mengerutkan dahi nya.
"Mas,apa yang terjadi?kenapa raut wajah mas begitu masam?"Goda Azizah memeluk lengan Satria,
"Tidak apa-apa,aku mau mandi dulu!"Satria langsung melepaskan jas dan kemeja nya,ia berjalan menuju kamar mandi.Azizah hanya bisa menghela nafas,sembari memungut baju kotor milik Satria.
Malam pun tiba,Azizah sedang berada di taman milik Astuti,ia teringat kalau satu bulan lalu,Azizah pernah menanam tumbuhan untuk orang yang sakit ginjal.Karena merasa bagian bekas operasi nya ada rasa nyeri,ia pun ingin mengambil beberapa helai daun itu dan ingin di jus nya,ia berharap itu berguna untuk nya.
"Bi,dimana Istri saya?"Tanya Satria,begitu tiba di dapur,melihat Bi Atun,yang sedang membersihkan dapur.
"Nyonya ada di taman Tuan!"
"Malam-malam begini?"Tanya Satria lagi,sembari mengintip dari jendela dapur,memang ada sosok bayangan Azizah di luar jendela yang sedang berada di taman belakang rumah.
Drrt...Drrt...Drrt...
Ponsel Satria bergetar,saat ia ingin menyusul sang istri.
"Hallo,Anita!"
[Pak,besok pagi,ada pertemuan dari Xander,jadwal meeting nya jam 08:00,seperti biasa mereka tidak mau bapak datang terlambat!]
__ADS_1
"Siapa yang datang kali ini?"
[Elbarak,Tuan.Kali ini yang datang anak nya Tuan Alex,karena Tuan Alex,sedang pergi umrah bersama dengan istri nya]
"Baiklah,Nita,semua dokumen untuk besok aku serahkan padamu,jangan sampai ada yang tertinggal,satu lagi ada proposal milik Pak Aldo yang belum selesai,tolong kamu selesaikan malam ini!"
[Baiklah,Saya mengerti!]
"Terimakasih Anita!"
[Tidak perlu sungkan pak,sudah tugas saya!]Panggilan terputus,lalu Satria memasukan kembali ponsel ke dalam saku piyama nya.
Ceklek !
Satria memegang handle pintu dapur,ponsel nya kembali bergetar,kali ini yang memanggil Laura,atasan Azizah di bagian Desain.
"Ada apa Laura?"
[Pak,apakah istri Bapak bersedia untuk kembali ke kantor?kita membutuhkan istri bapak di bagian Desain,Minggu depan ada pemotretan peluncuran busana muslim,dan itu cocok untuk istri Bapak,ketimbang model yang lain,Bu Azizah lebih pantas,apalagi yang kita promosi adalah baju untuk bulan ramadhan!]Pungkas Laura,Satria tidak langsung memutuskan karena itu adalah hak Azizah.
"Laura,keputusan seperti ini,hanya Istri saya yang bisa memutuskan mau ikut atau enggak!"
[Kalau begitu,dimana Bu Azizah,biarkan saya berbicara dengan nya]
"Begini saja,Laura,besok pagi kita membahasnya lagi,nanti kamu bisa langsung bertanya saat kalian bertemu!"
[Baik Pak,terimakasih banyak!]
"Heemmmm"Satria menghela nafas nya,setelah panggilan itu terputus,dan Pria ini segera menyimpan ponsel nya kembali.
"Dimana Azizah?"Gumam Satria,saat tidak melihat istri nya di taman,Satria pun berjalan masuk ke lorong taman untuk mencari Azizah.
Tiba di lorong tanaman bunga anggrek,Satria tidak juga menemukan Azizah,padahal tadi ia melihat Azizah ada disana.
"Sayang!"Panggil Satria,tapi tidak ada jawaban,
"Istri Ku!"Goda Satria lagi,tapi masih belum ada jawaban.
"AZIZAH!"Teriak Satria dengan lantang,saat melihat Azizah yang jatuh pingsan di dekat tanaman bunga mawar.
Satria langsung berlari ke arah Azizah yang terkapar di lorong taman.
"Sayang,apa yang terjadi,sayang bangun!"Satria menepuk pelan pipi Azizah,tapi tidak juga membuat wanita ini membuka mata nya.
"Sayang"Satria segera mengendong tubuh Azizah,dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1