Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Si kembar Hilang?


__ADS_3

Setelah menempuh jarak beberapa kilo meter.Azizah pun tiba di sekolah Arkana dan Raka.Namun,tidak terlihat ada nya dua bocah itu yang biasa menunggu Azizah di depan kelas.


"Assalamualaikum "ucap Azizah,saat melihat guru Raka dan Arkana baru saja keluar dari ruang guru.


"Waalaikumsalam.Oh,ibu Raka dan Arkana ya? ada yang bisa saya bantu? apa yang membawa anda kemari?"


Mendengar pertanyaan guru Raka dan Arkana,Azizah malah bingung,tentu guru itu harusnya sudah tahu kedatangan Azizah ke sana,tentu saja untuk menjemput anak-anak nya.


"Saya datang untuk menjemput Raka dan Arkana,tapi dimana mereka ya,saya tidak melihat anak-anak?"


"Oh,mereka semua telah pulang Bu,dan bukan nya Raka dan Arkana di jemput sama Tante nya?"


"Tante?"Azizah masih bingung.


"Iya Tante,hari ini Raka dan Arkana di jemput oleh Tante nya!"tukas Guru tersebut,dan itu berhasil membuat Azizah seketika syok dan panik.


"Bu maaf,Arkana dan Raka tidak memiliki Tante,kenapa bisa di jemput oleh Tante nya?"Azizah pun berusaha bertanya kembali kepada guru tersebut.


Azizah tidak membawa ponsel,sehingga ia tidak bisa mengabari suami nya.


"Maaf Bu,wanita itu memakai cadar juga,saya pikir itu Kakak Anda,saya tidak tahu jika itu orang lain"


"Bukan Kakak saya,tapi itu seperti ibu saya.Saya seperti nya sudah tahu,siapa yang menjemput Raka dan Arkana"


"Waah,Saya tidak menyangka dilihat dari bayangan nya,dia seperti nya masih muda,dan masih pantas di panggil Kakak"


"Iya,Bu saya pamit dulu ya.Assalamulaaikum"


"Waalaikumsalam"


Azizah pun pergi meninggalkan tempat tersebut,dan segera menuju ke kantor Satria.


* * *


Tiba Azizah di perusahaan Purna,semua karyawan menyambut nya dengan ramah,bagaimana tidak mereka semua sudah tahu,siapa Azizah sebenarnya.


"Nyonya muda"panggil Anita,sengaja menggoda Azizah.


"Anita,apa-apaan sih,malu tau di dengar orang"


"Ibu kesini mau jemput si kembar?"tanya Anita,


"Benar,apa mereka ada disini?"


"Iya,aku tadi melihat Tuan Alex dan istri nya,membawa Raka dan Arkana kemari Bu"


"Iya,saya mau ke ruangan pak Satria dulu ya "


"Iya Bu"Anita pun tersenyum mendengar panggilan formal Azizah untuk suami nya.


Azizah kini sudah berada di lantai dimana ruangan Satria berada.


Tok ! Tok !Tok !


"Masuk!"


Ceklek !


"Mama!"teriak Raka dan Arkana begitu melihat Azizah sudah tiba di sana.


"Sayang,aku menelpon mu berulang kali tapi tidak ada yang angkat.Padahal,aku mau kasih tau,kalau Tuan Alex hari ini berkunjung ke sekolah Raka,karena mereka mau memberikan donasi pembangunan"


"Iya mas,aku panik begitu sampai disana,mereka tidak ada,aku pikir seseorang telah menculik mereka,aku takut jika mereka hilang"Azizah memeluk Raka dan Arkana.


"Arkana tidak akan mau ikut orang lain,selain mama dan Papa yang jemput.Namun,Arkana kenal sama Papa Alex,jadi Arkana mau ikut "timpal Arkana,membuat Azizah gemes dan segera mencubit pipi Anak nya.


"Mah,sakit!"cetus Arkana,yang memegang pipi nya.


"Habis,kamu gemesin sih"


Azizah pun kembali berdiri dan menghampiri meja kerja Satria.


"Jadi,mas kemana pergi nya Tuan Alex ?"


"Mereka sudah kebandara,baru saja!"


"Oh,sayang sekali aku enggak bertemu dengan mereka"


"Iya padahal Aku tadi sudah ingin memberitahu mu sayang,namun ponsel mu enggak ada yang angkat"


"Iya maaf sayang,aku lupa membawa nya"


Terlihat Azizah yang menemani Satria bekerja,sembari menunggu waktu makan siang.


Raka dan Arkana juga sibuk dengan mainan sendiri.


"Arkana liat lah,kalau kita punya adik pasti bakal rame 'kan?"tanya Raka memperlihatkan foto keluarga dua pria dewasa dan satu anak cewek.


"Enggak mau.Kalau kita punya adik,kasih sayang Mama papa akan terbagi,cukup kita berdua saja,itu saja Aku sudah sering mengalah untuk mu"timpal Arkana,Azizah yang mendengar itu merasa bersalah telah membuat Arkana memaksa menerima keadaan Raka yang tak sempurna itu.


"Kenapa Kamu berkata begitu,Mama dan Papa tidak akan melupakan kita,kalau kita punya adik,bukan begitu ma?"


"Haah?"Azizah terkejut,saat Raka langsung bertanya pada nya.


"Benar,kami akan tetap menyayangi kalian"timpal Satria,yang memeluk pinggang sang istri.


"Enggak ya mas,cukup dua saja"bisik Azizah,Satria malah terkekeh.


"Terserah kamu saja,kalau kamu nanti enggak ada yang perduli jangan datang pada ku ya,minta di perhatiin"ketus Arkana,Raka langsung cemberut.

__ADS_1


"Sudah-sudah,papa sudah selesai.Ayo kita makan siang"


"Horeee...makan siang KFC ya pa!"


"Iya apapun itu,untuk kalian!"


Mereka berempat segera keluar dari ruangan kerja Satria,menuju restoran yang ada di depan perusahaan Purna.


* * *


Kediaman Adam. . .


Tok ! Tok ! Tok !


"Siapa yang datang sore-sore Abah?"tanya Salamah kepada Suami nya.


"Paling juga Zaki pulang"


"Anak-anak ada di kamar mereka Abah"


"Yasudah,di buka dulu,mana tau itu tamu penting"


Salamah pun berjalan ke arah pintu,untuk membuka nya.


Ceklek !


Disaat pintu terbuka,Salamah syok melihat tiga orang yang berada di depan pintu nya.


"Selamat sore Bu"


"So-sore Pak,ada yang bisa saya bantu?"


"Apa benar ini rumah saudari Zuhra?"


"Benar pak,ada apa ya?"


"Begini Bu,kami mendapatkan laporan,kalau saudari Zuhra melakukan tindakan kriminal,dan kami harus membawa nya ke kantor untuk di mintai keterangan!"


"Siapa yang datang Abah?"tanya Zaki dan Zuhra yang baru saja turun.


"Enggak tahu"sahut Pria tua yang sedang membaca koran.


"Saudari Zuhra,anda harus ikut kami ke kantor ,atas tuduhan tindakan kriminal di jalan, dan itu menyebabkan korban harus di rawat di rumah sakit selamat dua hari.Tolong ikut kami!"


"Ti-tidak,aku tidak melakukan itu,bukan aku!"teriak Zuhra,yang menolak untuk di bawa ke kantor polisi.


"Pak,apa salah anak saya,anda tidak bisa membawa nya"


"Maaf Bu,jangan menghalangi pekerjaan kami,ayo ikut Nona Zuhra,anda bisa menjelaskan itu semua di kantor"


"Abah,Ummi,Zuhra tidak salah"


"Zaki,lakukan sesuatu,bawa adik mu kembali kesini!"titah Salamah.


"Ummi tenang dulu ya,Aku akan melihat nya segera"


Zaki pun pergi meninggalkan rumah nya,dan menyusul Zuhra ke kantor polisi.


Tiba di kantor polisi. . .


Zuhra lun di interogasi oleh pihak kepolisian menyangkut kasus yang sedang menimpa nya.


Zaki tidak di biarkan untuk masuk dan melihat Zuhra,jadi dia harus memilih untuk menunggu nya.


Setelah interogasi selesai.Zaki masih tidak dibiarkan untuk menemui Zuhra,karena pelapor melarang pelaku untuk bertemu dengan keluarga nya,upaya untuk membuat Zuhra agar jera.


"Pak,katakan siapa yang membuat laporan ini?"


"Keluarga Purna!"


Mendengar nama itu,tentu saja Zaki sudah tahu,siapa pelaku di balik ini semua.Dengan langkah besar,ia pun pergi meninggalkan kantor polisi.


* * *


Tepat jam 20:25 malam.Zaki tiba di kediaman Purna,setelah bersusah payah mencari alamat itu,akhir nya dia pun tiba di sana.


Ting...Tong...


Azizah sedang menata makanan di atas meja makan,lalu mendengar bel berbunyi.


"Rani,tolong buka 'kan pintu"titah Azizah,namun Rani tidak juga keluar,setelah menunggu beberapa lama Rani tidak keluar.Akhirnya Azizah memutuskan untuk membuka nya sendiri.


Azizah segera mengambil cadar di kamar,lalu baru kembali untuk membuka pintu.


Ting...Tong..


"Tunggu sebentar!"


Azizah pun mempercepat jalan nya.


Ceklek !


"Assalamualaikum"ucap orang itu yang membuat Azizah terkejut.


"Wa-waalaikumsalam"jawab Azizah terbata,bagaimana tidak seseorang yang sedang berusaha di hindar nya,malah kini datang ke rumah nya.


"Sayang,siapa yang datang malam-malam bertamu?"tanya Satria yang baru saja keluar dari kamar nya,dengan baju piyama.


"Eeemmm,ini mas..."

__ADS_1


"Owh,Ustaz Zaki"Satria mendekat,dan menghampiri sang istri.Satria merangkul tinggal Azizah,Zaki melihat itu,namun tujuan dia ke tempat itu lebih penting dari pada rasa cemburu nya itu.


"Boleh kah saya masuk?"tanya Zaki,Azizah melirik sang suami.


"Jika saya katakan tidak boleh,apa Anda tidak akan masuk?"


Azizah membulatkan mata nya mendengar jawaban sang suami.Tidak ada ekspresi selain wajah Satria yang datar.


"Eeemmm itu..."Zaki pun kembali melirik ke arah Azizah,


"Silahkan masuk"tukas Azizah,


"Terimakasih"


Zaki segera masuk,dan mereka menuntun nya ke ruangan tamu.Ada bingkai besar yang berada di ruang tamu,dengan foto keluarga milik Satria dan keluarga kecil nya.Sungguh foto yang luar biasa.


"Maaf,jika kedatangan saya telah menganggu waktu anda!"tukas Zaki,dengan sopan.


"Jika Anda sudah tau akan menganggu kami,kenapa Anda datang?"cibiran itu terdengar begitu nyaring di telinga Azizah,sehingga membuat ia melirik sang suami.


"Aku benar 'kan sayang,jika ustaz Zaki merasa segan kenapa harus bertamu malam-malam ke rumah kita!"Azizah hanya mengangguk saja membenarkan ucapan Satria.Karena ia tahu,saat ini Satria sedang di landa rasa cemburu karena kedatangan ustaz Zaki.


"Begini,kedatangan saya kemari,ingin membahas perihal masalah yang anda lapor ke kantor polisi.Saya mendapat kabar,jika anda membuat laporan pagi ini!"pungkas Zaki,


"Benar,aku membuat laporan,atas perlakuan yang semena-mena Zuhra terhadap istri saya,dan Istri rekan kerja saya.Anda tau,atas perbuatan Zuhra,dia hampir membahayakan nyawa orang lain.Sering kali saya melihat Zuhra menghina istri saya,tapi saya masih bisa toleransi akan hal itu.Namun,perbuatan nya kali ini,maaf saya harus mengambil sikap yang tegas!"


"Maafkan adik saya Tuan,dia tidak tahu,jika Azizah istri Anda,saya tahu dia salah,mungkin dia khilaf telah melakukan itu,saya tidak membenarkan perbuatan nya.Namun,berikan keringan untuk masa tahanan nya,masa depan nya masih panjang.Dia harus mengikuti ujian semester kuliah nya"


"Jika urusan Anda sudah selesai,segera tinggal 'kan rumah kami.Karena kami masih ada pekerjaan yang belum kami selesaikan!"ujar Satria sembari melirik ke arah Azizah dan menggoda sang istri.


"Eeemm,kalau begitu saya permisi dulu.Maaf sudah menganggu waktu anda berdua"


"Silahkan,maaf kami tidak bisa mengantar anda!"


Zaki segera pergi meninggalkan rumah Purna dalam keadaan yang tak bisa di gambarkan.


Setelah kepergian Zaki.Satria pun pergi meninggalkan Azizah di ruang tamu.Melihat sikap suami yang begitu aneh,membuat Azizah harus menyusul nya ke kamar.


"Mas!"panggil Azizah,namun Satria tidak menoleh.


"Ada apa? suamiku terlihat marah?"lanjut Azizah,yang kini duduk di sebelah Satria.


"Mendengar nama nya saja membuat ku kesal,apalagi kedatangan nya kemari,semakin membuat aku marah.Aku betul,bagaimana dia mengejar mu di mall,dan terus berusaha menarik perhatian mu,lebih-lebih lagi saat dia berusaha memenangkan hati mu kembali,ingin rasa nya aku mengirim pria itu ke planet lain,selain bumi"ketus Satria yang begitu kesal.


"Mas,aku tidak peduli dengan dia,dan seberapa besar dia berusaha untuk mendekat.Maka aku akan melakukan usaha yang lebih besar untuk menjauh dari nya.Karena hanya kamu yang ku cinta"


Mendengar jawaban Azizah,membuat Satria lega,dan ia segera menuntun wajah nya agar lebih dekat dengan Azizah.


Ceklek!


Azizah dan Satria terkejut,saat pintu terbuka,padahal ke dua bibir mereka baru saja akan bertemu.


"Sayang!"Azizah segera menoleh dan menghampiri sang istri.


"Eemmmm"Satria menghela nafas panjang nya,saat suasana romantisnya baru saja buyar oleh si kembar.


"Mau makan ma"


"Oh iya,mama sampai lupa.Ayo sayang kita makan.Mas ayo makan!"


Mereka semua keluar dari kamar,menuju ruang makan,disana sudah ada Rani yang sedang menyiapkan susu malam untuk Raka dan Arkana.


Tumben Raka dan Arkana tidak bersuara saat makan,biasa selalu ribut soal makanan,dan hari ini terlihat begitu penurut membuat Satria dan Azizah curiga,ada apa dengan anak-anak nya.Tidak biasanya makan tanpa bersuara.


Begitu selesai makan,Azizah langsung membantu Rani membereskan meja makan.Azizah heran saat melihat Raka dan Arkana langsung pergi menuju kamar,tanpa mengajak Satria atau pun Azizah.


"Mas,kamu rasa enggak sih,mereka hari ini aneh banget"


"Benar,lebih banyak diam nya,tadi di kantor juga,tidak ada yang membuat mereka ribut,biasanya ada saja yang di ributin sama mereka,baik mainan atau pun makanan!"


"Mencurigakan enggak sih mas.Rani,bereskan meja nya,setelah semua selesai kamu boleh langsung istirahat,biar Anak-anak aku yang tidurin!"


"Baik Nyonya"Rani pun segera ke dapur,untuk membersihkan dapur.


Azizah dan Satria pun menyusul Raka dan Arkana ke kamar mereka.Begitu pintu kamar terbuka,Azizah dan Satria terkejut melihat mereka yang sedang tidur berpelukan.


"Raka"panggil Satria,Raka langsung membuka mata dan melihat kearah Satria.


"Apa yang terjadi sayang?"Azizah mengusap rambut Arkana,anak ini menatap Azizah dengan sendu,untuk pertama kali nya Azizah melihat wajah sedih sang anak.


"Ayo cerita sama Papa!"


Raka dan Arkana pun bangun dan duduk di tengah-tengah mereka.


"Kata Papa Alex,Arkana akan ikut Papa Alex ke Inggris,karena Paman Albert meminta Arkana untuk ikut pelatihan militer di usia dini"Raka menatap Satria,


"Benar itu ma?"tanya Arkana,yang melirik Azizah.


Memang benar,Papa Alex meminta salah satu di antara kalian,kalau bukan Raka pasti Arkana.Namun,kalian tahu,siapa diantara kalian yang sehat 'kan? untuk saat ini kondisi Raka tidak memungkin untuk ikut pelatihan militer,jadi terpaksa Papa harus mengirim kamu Arkana ke Inggris"pungkas Satria.


"Pa,Papa tahu,apa cita-cita ku besar nanti,aku ingin membuka perusahaan sendiri,aku tidak ingin mengikuti apapun itu keinginan orang lain,aku tidak ingin pergi pa"Arkana menolak untuk pergi,sementara Raka tidak bisa jauh dari Azizah dan Satria.


"Sayang,tidak mungkin Raka yang ikut pergi,kondisi Raka sedang kurang sehat.Mohon mengerti sayang"bujuk Azizah.


"Mah,dari dulu Arkana sudah mengalah sama Raka,kenapa harus Arkana terus sih ma?"


"Karena mama percaya Arkana bisa,dan mampu!"


"Tapi,Arkana tidak ingin jauh dari Papa dan Mama"

__ADS_1


Arkana memeluk Azizah,begitu juga dengan Raka,yang mencoba memeluk Arkana.Bukan soal Arkana tidak mau mengalah dengan Raka,namun Arkana tidak mau hidup terpisah dengan saudara kembar nya itu.


__ADS_2