Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Satu Minggu berlalu


__ADS_3

Satria atau pun Azizah sama-sama sudah nyaman dalam menjalani keseharian mereka.Bahkan malam ke dua mereka melakukan hal in-tim Azizah tidak canggung lagi,ia sudah merasa nyaman di dekat Satria,dan juga sudah mulai terlihat benih-benih cinta di antara kedua nya.


"Mau sarapan dirumah atau di kantor?"Seru Satria yang berdiri di depan Azizah,Satria memberikan dasi nya untuk sang istri,agar Azizah membantu memasang dasi untuk Satria.


"Terserah Mas saja,mau nya dimana,saya makmum hanya mengikuti imam saja!"Ujar Azizah yang tersenyum,Satria dapat melihat senyuman manis yang di paparkan oleh sang istri saat Azizah belum mengenakan cadar nya.


Cup!


Satu kecupan mendarat di kening Azizah,membuat wanita itu merona,dan lanjut Satria menyentuh ke dua pipi Azizah.


"Aku ingin kita berdua pergi ke rumah sakit"


Azizah membulatkan mata nya"Ru-rumah sakit?"Ulang Azizah,di balas anggukkan oleh Satria.


Lalu,Satria menuntun sang istri untuk duduk di tepi ranjang.


"Aku ingin kita berdua memiliki anak,aku ingin kita melakukan program kehamilan,kamu tahu,keinginan terbesar dalam hidup ku,dapat melihat dan mendengar tangisan baby yang di lahir 'kan oleh istriku,dan tentu nya saat ini lah waktu yang tepat untuk kita melakukan program kehamilan!"Tukas Satria,memegang tangan Azizah dengan lembut,sesekali mengecup nya.


Melihat Azizah hanya menundukkan saja wajahnya,dan dia tidak menanggapi ungkapan Satria barusan membuat Satria heran dan bertanya-tanya apa yang salah dengan ucapan nya tadi.


"Apa ada yang salah dengan ucapan ku?"Tanya Satria,Azizah segera mengangkat wajah nya,lalu menatap sendu ke arah Satria,


"Kalau kita tidak berhasil,apa mas akan menikah lagi?"Satria terkejut dengan pertanyaan Azizah,ia segera menarik tubuh Azizah dalam pelukan nya.


"Sayang,kita hanya bisa berencana dan berusaha,tapi yang menentukan itu semua tetap Allah.Tidak ada salah nya kita berusaha,apapun hasil nya kita harus bisa menerima dan terus bersabar.Jadi,apa kamu setuju kalau kita program kehamilan?"


"Aku setuju mas,semoga usaha kita membuahkan hasil!"Azizah tersenyum,Satria menyeka buliran air mata yang hampir saja lolos di pelupuk mata Azizah.


Di perusahaan Purna,Aldo sudah tidak sabar untuk menemui Satria,bahkan ia rela menunggu Satria hampir dua jam lama nya di lobi.


Dari jauh Aldo sudah melihat bayangan Satria bersama sang istri,Aldo segera bangkit dari duduk nya.


"Aldo!"Gumam Satria yang mempercepat langkah kaki nya,dan di iringi dengan langkah kaki Azizah.


"Sudah lama?"

__ADS_1


"Tidak hanya dua jam saja"


"Kamu berkata jujur atau sedang menyindir ku?"


"Tidak,aku tidak menyindir mu,aku berkata jujur,bahkan aku bisa menunggu mu lebih dari ini!"Tukas Aldo,


"Kita bicara disana"Sembari menuju kursi yang tadi di tempati oleh Aldo saat menunggu Satria tiba.


"Apa yang terjadi,kamu terlihat begitu bahagia!"


"Tentu saja aku bahagia,desain yang kamu berikan benar - benar membawa keberuntungan,Aku tidak menyangka kalau desain itu memiliki nilai yang sangat tinggi!"Pungkas Aldo,


"Orang yang harus kamu puji dan kamu ucap terimakasih ada disini,kalau bukan karena Azizah mungkin kamu tidak akan mendapatkan konsep desain sebagus itu!"


"Benar,oleh sebab itu kedatangan ku kemari ingin memberikan hadiah untuk kalian berdua!"Ujar Aldo kemudian,Satria menaikan satu alis nya,Ia curiga dengan kebaikan Aldo yang tiba-tiba.


"Langsung pada intinya!"Tegas Satria,


"Sabar bro!"Ketus Aldo,lalu ia segera mengeluarkan dua lembar kertas dan memperlihatkan nya kepada Azizah dan Satria.


"Lo niat enggak sih,kok seperti nya Lo kek maksa bangat gitu?"


"Gue serius,dan benar,ini free,Gue yakin Lo enggak mau free,tapi anggap saja ini hadiah pernikahan dari Gue buat kalian berdua!"Tukas Aldo sembari tersenyum,dan melirik ke arah Azizah.


"Jaga mata mu!"Satria menatap Aldo dengan tajam.


"Yaelah pak,biasa saja kali,orang cuma mau liat doang.Jadi,bagaimana Lo terima apa enggak?"Tanya Aldo lagi,


"Terserah Azizah"Aldo melirik sang istri,meminta pendapat Azizah tentang hadiah yang di berikan Aldo.


"Eeemm,Aku mah terserah sama mas saja,mau nya bagaimana?"


"Kalau itu jawaban nya,berarti kalian sudah setuju"Tukas Aldo,menyodorkan dua tiket untuk Satria dan Azizah,lalu mengeluarkan dua tiket lagi dari dalam saku jas nya.


"Itu?"Satria menatap tiket yang ada di tangan Aldo.

__ADS_1


"Ini untuk aku dan Bara,kami juga akan ikut,sudah lama kita tidak liburan bersama,setelah kamu putus dengan Bella!"


"Eeheem"Satria berdehem saat Aldo menyebut nama wanita yang saat ini di benci oleh Satria.


"He..He..Maaf"Ucap Aldo,sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Aldo segera bangkit dari tempat duduk nya,sembari membenarkan jas yang ia pakai.


"Kalau begitu Aku pamit dulu,dan selamat untuk kalian berdua,semoga cepat di beri momongan!"Azizah tersenyum,dan terlihat dari netra nya,Satria menatap Aldo dengan datar.


"Biasa saja kali pak ngeliat nya,nggak perlu itu biji mata sampai mau keluar begitu,aku juga sudah mau pergi!"Aldo segera pergi meninggalkan Satria dan Azizah di lobi,sementara Azizah hanya tersenyum mendengar ucapan Aldo yang menyindir Satria.


"Ada apa?kamu terlihat begitu senang?"Bisik Satria,


"Mas,ini di kantor,jaga jarak!"Ketus Azizah,yang langsung pergi meninggalkan Satria di lobi,Pria itu pun tidak tinggal diam ia juga segera mengejar sang istri yang sudah masuk lift.


"Kamu malu!"Satria berjalan mendekat ke arah Azizah,sehingga membuat wanita itu menempelkan tubuh nya di dinding ruangan.


"Coba liat sini"Satria mengangkat wajah Azizah yang menunduk malu,sehingga raut wajah Azizah kembali merona.


"Hari ini kamu terlihat begitu cantik "Bisik Satria,


Ting!


Lift terbuka,Azizah segera mendorong Satria menjauh,ia takut ada yang melihat nya.Namun,Satria hanya tersenyum saat melihat Azizah yang malu.


"Kenapa Azizah keluar dari lift CEO?"Gumam Laura,yang tak sengaja melihat Azizah keluar dari lift bersama dengan Satria.


"Bu,Laura"Sapa Azizah,Laura tersenyum ramah kepada Azizah,


"Bagaimana desain yang kemarin aku berikan tema nya?"


"Baru selesai dua puluh persen Bu!"


"Tidak masalah,jangan terlalu terburu-buru,kita masih banyak waktu!"Azizah hanya mengangguk,sembari mengikuti Laura untuk masuk dalam ruangan nya.

__ADS_1


__ADS_2