
Sampai di ruangan tata usaha,Mela tidak dapat melakukan apapun,karena semua staf rumah sakit ada di sana.Dan dokter Anwar adalah senior nya,termasuk orang berpengaruh di rumah sakit tersebut.
"Dok,apa yang anda lakukan disini?"Tanya seseorang mengejutkan Mela,wanita itu menoleh dan melihat Adi.
"Pak Adi,anda disini,saya sedang mengambil beberapa data pasien yang sedang saya tangani,seperti nya saya akan melihat nya nanti!"Ungkap Mela.
"Eeemmm,dimana dokter Anwar ada yang ingin saya bahas!"
"Dokter Anwar ada di ruangan pasien,sedang pemeriksaan lanjut"
"Terimakasih dokter Mela"Adi pun segera pergi,melihat tidak ada kesempatan untuk nya melakukan apa yang seharusnya di lakukan Mela,akhirnya wanita itu pergi meninggalkan tempat itu.
Di saat Satria keluar dari ruangan Astuti ia melihat Mela,dan langsung menghampiri nya.
"Tante Mela!"Teriak Satria dengan keras,wanita itu segera menoleh,dengan raut wajah yang panik,tentu saja Mela ingin menceritakan semua nya kepada Satria.
"Tante,bagaimana ?"
"Aku su..."
"Dok,mana laporan pasien forensik yang tadi pagi?"Seseorang mengejutkan Mela.
"Ada di ruangan tata usaha sus,ambil saja disana "
"Baik dok"Suster itu pun pergi meninggalkan Satria dan Mela.
"Tadi Tante ingin berbicara sesuatu kepada ku?"Tanya Satria,
"Iya benar,tapi jangan disini deh,karena ini kita masih di rumah sakit.Nanti malam jika ada waktu datang lah dan bertemu dengan Tante,ada yang ingin Tante kasih tau sama kamu,tapi ingat jangan sampai dokter Anwar tau!"
"Baik Tan,Aku mengerti"
"Eeeemmm"Mela langsung pergi meninggalkan Satria di depan ruangan Astuti.
Panggilan Satria bergetar lagi,Bella terus menghubungi nya tidak membiarkan Satria jauh-jauh dari dirinya.
Ceklek !
"Apa yang terjadi?"Tanya Satria saat sudah tiba di dalam ruangan itu,dan terlihat disana masih ada Sandrina.
"Kak,tolong jaga kak Bella,aku harus kembali ke rumah,pastikan dia baik-baik saja,seperti nya,ia merasakan kesakitan setelah di bagian operasi,tolong jaga dia,dan rawat Kakak ku sampai sembuh!"Ujar Sandrina,Satria menatap dingin ke arah wanita itu,ia tidak menanggapi ucapan Sandrina.
Sandrina langsung berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan Bella,sembari memberi kode kalau rencana mereka bakal berhasil.
__ADS_1
Blam!
Setelah pintu ruangan itu tertutup,Satria duduk di samping ranjang Bella.
"Sat,jangan tinggalin aku,aku merasa sakit,bahkan aku tidak dapat menahan nya!"Ungkap Bella,
"Kalau kamu sakit,aku bisa meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan,dan suster akan membantu merawat mu,Bella Aku sibuk,aku punya kerjaan yang harus aku urus,aku tidak dapat menemani mu disini!"Pungkas Satria,Bella menanggapi pernyataan Satria dengan raut wajah yang sedih.
"Kamu pasti tidak ingin melihat ku 'kan,tidak apa-apa,kamu boleh pergi,apalagi sekarang aku hanya wanita cacat yang mungkin tidak berarti untuk mu"Ujar Bella,agar Satria bersimpati kepada nya.Dan benar saja,Satria bersimpati kepada wanita itu,karena telah menolong ibu nya.
"Baik lah,malam ini aku akan merawat mu,karena besok pagi aku akan ke kantor!"Tukas Satria.
"Terimakasih Sat.Eh tapi dimana istri mu?bukan kah seharusnya dia disini,melihat mertua nya yang sedang sakit?"
"Azizah pulang ke desa ibu nya sakit"
"Kok pulang seharusnya dia 'kan merawat Tante Astuti yang sedang sakit,dasar menantu enggak tau diri bukan nya melihat mertua sakit malah pulang,pantesan Tante enggak pernah sayang sama dia!"
"Apa yang kamu katakan,kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga ku.Kamu hanya perlu istirahat dan pulihkan kesehatan mu!"
"Iya aku tahu!"Satria memikirkan ucapan Bella yang barusan,ia terus mengingat Azizah apalagi sampai saat ini Azizah belum bisa di hubungi.
* * *
Ceklek !
"Azizah,bagaimana perasaan mu?"Tanya Anwar,Wanita itu hanya tersenyum yang tersirat dari netra nya.
"Saya baik dok,berapa lama saya akan di rawat disini dok?"
"Sekitar satu Minggu!"
"Apa tidak bisa lima hari dok,saya ingin segera pulang,berikan obat yang terbaik untuk saya dok agar saya bisa segera membaik!"
"Tentu saya akan membicarakan ini dengan dokter yang lain,kamu akan mendapatkan perawatan yang baik"
"Terimakasih dok"Setelah melakukan pemeriksaan,Suster yang bekerjasama dengan Anwar masuk ke dalam ruangan Azizah.
"Azizah ini Suster Ani,dia yang akan merawat kamu sampai sembuh disini.Saya tinggal dulu ya,masih banyak pasien lain yang harus saya periksa!"
"Baik dok"Anwar keluar dari ruangan tersebut,kini hanya ada suster dan Azizah di dalam ruangan asing itu.
"Nona Azizah mau makan sesuatu?"Tanya suster.
__ADS_1
"Sus,dimana ponsel saya?"
"Barang-barang Anda ada di ruangan ini"
"Berikan ponsel kepada saya,saya ingin mengubungi suami saya"
"Tunggu sebentar saya ambilkan"Suster itu segera membuka lemari kecil yang tak jauh dari ranjang Azizah.
Setelah mendapatkan ponsel di tangan nya,Azizah segera menekan nomer Satria,dan panggilan tidak terjawab,berulang kali Azizah memanggil Satria,tetap tidak terhubung.
"Sus,saya ingin makan"
"Tunggu disini,saya akan kembali dengan membawa makanan anda"
"Terimakasih Sus"Setelah suster itu pergi,Azizah meratapi ponsel nya,lalu ia melihat profil wa suami nya,memang tampan,dan sangat tampan,itu membuat Azizah tersenyum.
Drrt..Drrt..Drrt..
"Assalamualaikum mas!"
[Waalaikumsalam,sayang!]
[Sayang,kenapa nomer mu tidak aktif,aku sudah menelpon kamu seharian,tapi baru mendapatkan kabar mu sekarang]
"Aku baru pulang bawa ibu berobat mas,aku tidak tahu kalau ponsel ku mati"Air mata Azizah menetes karena mengingat jika dia sudah membohongi Satria.
[Sayang,kamu nangis?kenapa suara mu begitu ?]Terdengar suara Satria yang cemas.
"Enggak,aku kelilipan,tanpa sengaja mata ku masuk debu"Bohong Azizah,
[Sayang,ayo VC,aku merindukan kamu]
"Aku mau tidur mas,besok pagi kita VC ya mas,aku lagi temani ibu tidur,tidak enak menganggu ibu yang sedang sakit.Oh ya mas,semoga Mama Astuti cepat sembuh ya mas,titip salam ku mas untuk mama"Azizah meremas selimut yang menutupi tubuh nya,semakin ia banyak bicara,bagian operasi terasa begitu denyut membuat Azizah harus menaham nya.
[Tidur lah sayang,istirahat yang cukup,besok kita VC!]
"Iya mas,Assalamualaikum "
[Waalaikumsalam ]Azizah segera menatap layar ponsel nya setelah panggilan itu terputus.
"Hiks ...Hiks...Maaf mas,aku terpaksa berbohong,aku tidak ingin kamu bersedih atau menyalahkan aku,aku melakukan ini hanya untuk mama,aku tidak ingin mama sedih karena penyakit nya,maaf 'kan aku mas"Azizah memeluk ponsel nya,dan air mata nya terus menetes dari tempat nya.
Ceklek !
__ADS_1
Pintu ruangan itu terbuka,Azizah menyeka kembali air mata nya,seseorang datang ke ruangan Azizah.